IRINGAN MUSIK DALAM TILAWATIL QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR.

Fariz, Abdillah (2025) IRINGAN MUSIK DALAM TILAWATIL QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of DRAFT UNESCO FARIZ ABDILLAH (2).pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan iringan musik dalam Tilawatil Qur‘an melalui perspektif tafsir dan pandangan para ulama klasik maupun kontemporer. Tilawatil Qur‘an sebagai bentuk ibadah memiliki nilai sakral yang menuntut kekhusyukan, namun praktik pembacaan Al-Qur‘an dengan tambahan musik memunculkan perdebatan. Sebagian ulama menilai musik dapat memperkuat aspek estetika dan emosional, sementara yang lain menolak karena dikhawatirkan mengurangi kesucian tilawah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, merujuk pada tafsir Sayyid Qutb (Fi Zhilalil Qur‘an), Fakhruddin ar-Razi (Tafsir al-Kabir), serta pendapat Al￾Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Yusuf al-Qaradawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur‘an tidak secara eksplisit melarang atau membolehkan musik, melainkan menekankan pentingnya tartil, khusyuk, dan penghormatan. Sayyid Qutb menolak iringan musik karena keindahan Al-Qur‘an dianggap sudah mencukupi, sedangkan Fakhruddin ar-Razi lebih melihat musik sebagai sesuatu yang netral,tetapi bisa menjadi masalah jika penggunaannya menyebabkan kelalaian dari substansi bacaan Al￾Qur‘an. Dari berbagai pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan musik dalam Tilawatil Qur‘an merupakan persoalan ijtihadi yang menuntut kehati-hatian, dengan mempertimbangkan konteks, niat, dan dampaknya terhadap kekhusyukan serta pemahaman makna Al-Qur‘an. Kata Kunci: Musik, Tilawatil, Al-Qur‘an x MUSICAL ACCOMPANIMENT IN TILAWATIL QUR'AN: AN INTERPRETATION PERSPECTIVE Fariz Abdillah, Septiawadi Kari Mukmin, Beko Hendro Email : [email protected], [email protected], [email protected] ABSTRACT This study explores the phenomenon of musical accompaniment in the recitation of the Qur‟an (Tilawatil Qur‟an) from the perspective of classical and contemporary Islamic scholarship. As a sacred practice, Qur‟anic recitation requires reverence and concentration, yet the use of music alongside tilawah has sparked significant debate. Some scholars argue that music enhances the aesthetic and emotional aspects of recitation, while others reject it for potentially undermining its sanctity. Employing a qualitative method with a literature review approach, this research refers to Sayyid Qutb‟s Fi Zhilalil Qur‟an, Fakhruddin al-Razi‟s Tafsir al-Kabir, as well as the views of Al-Ghazali, Ibn Taymiyyah, and Yusuf al-Qaradawi. The findings reveal that the Qur‟an neither explicitly permits nor prohibits music, but rather emphasizes tartil (measured recitation), khushu‟ (reverence), and respect for its sacredness. Sayyid Qutb strongly opposed the use of music, considering the Qur‟an‟s beauty sufficient without external additions, while Fakhruddin al-Razi regarded music as neutral and permissible so long as it does not cause distraction. In conclusion, musical accompaniment in Tilawatil Qur‟an is an ijtihadi issue that requires careful consideration, taking into account context, intention, and its impact on spiritual focus and the comprehension of Qur‟anic meaning.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Dec 2025 02:53
Last Modified: 22 Dec 2025 02:53
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42023

Actions (login required)

View Item View Item