GUSMIDARTI, AJI AMRAN (2025) RELEVANSI ETIKA IBNU MISKAWAIH DALAM MENGATASI PERSOALAN BULLYING REMAJA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika yang dikemukakan oleh Ibnu Miskawaih dan menganalisis relevansinya dalam merespons persoalan bullying yang marak terjadi pada kalangan remaja. Permasalahan bullying di era modern semakin kompleks dan meluas, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun psikologis, serta berdampak serius terhadap korban, baik secara mental, sosial, maupun spiritual. Oleh karena itu, pendekatan moral dan etis dalam penanggulangannya menjadi hal yang sangat penting. Ibnu Miskawaih merupakan salah satu tokoh filsuf dan etikus Islam yang menawarkan gagasan penting mengenai pembentukan akhlak dan etika, yang dapat dijadikan solusi alternatif dalam membina karakter remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang seperti bullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti karya Ibnu Miskawaih “Tahdzib al-Akhlak”, serta berbagai referensi sekunder seperti jurnal, artikel ilmiah, dan bukubuku terkait tema etika, pendidikan moral, dan fenomena bullying. Metode ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis dan kritis pemikiran Ibnu Miskawaih tentang etika serta bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam konteks sosial remaja masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika menurut Ibnu Miskawaih merupakan proses pembentukan jiwa untuk mencapai akhlak yang baik (al-khuluq al-hasan) melalui pengendalian nafsu dan pendidikan moral secara bertahap. Ia menekankan pentingnya membangun cinta sebagai pondasi etika sosial, yang terbagi menjadi dua jenis: cinta hewani (gharah) dan cinta suci (mahabbah). Cinta suci dibagi lagi menjadi dua: cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama manusia, terutama hubungan anak kepada orang tua dan murid kepada guru. Cinta ini melahirkan rasa hormat, kasih sayang, dan perilaku baik dalam masyarakat. Konsep cinta dalam etika Ibnu Miskawaih menjadi dasar penting dalam membentuk relasi sosial yang sehat dan menjauhkan individu dari perilaku menyakiti orang lain, seperti bullying. Dalam konteks mengatasi bullying remaja, Ibnu Miskawaih mengajukan empat tahap pembinaan moral: (1) Bertutur kata dan berperilaku baik, tercermin dalam sopan santun dalam berpakaian, makan, dan berinteraksi; (2) Menumbuhkan cinta dan kasih sayang ii iii dalam kehidupan sosial; (3) Memilih teman dan lingkungan yang baik sebagai upaya preventif; dan (4) Pemberian nasihat dan bimbingan moral secara konsisten dari orang tua dan pendidik. Keempat tahap ini menunjukkan pendekatan preventif dan kuratif terhadap perilaku menyimpang. Dengan demikian, konsep etika Ibnu Miskawaih sangat relevan sebagai dasar pendekatan pendidikan karakter dalam mengatasi persoalan bullying. Nilai-nilai etika seperti cinta, kasih sayang, persahabatan, dan penghormatan antarsesama dapat membentuk remaja yang berakhlak mulia dan memiliki kontrol diri yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teoritis dalam pengembangan pendidikan moral berbasis etika Islam, serta menjadi acuan praktis bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menangani dan mencegah bullying secara bijak dan manusiawi. Kata Kunci : Etika, Ibnu Miskawaih, bullying, remaja, moral, pendidikan karakter ABSTRACT This study aims to explore the ethical concept proposed by Ibn Miskawaih and analyze its relevance in addressing the increasingly concerning issue of bullying among adolescents. In today's modern era, bullying has become a complex and widespread problem that takes various forms—physical, verbal, and psychological—affecting victims in mental, social, and even spiritual aspects. Therefore, a moral and ethical approach is essential in overcoming this issue. Ibn Miskawaih, a prominent Islamic philosopher and ethicist, offers a comprehensive moral framework that can serve as an alternative solution for shaping adolescents‟ character to prevent deviant behaviors such as bullying. This research employs a qualitative method with a library research approach. Data were collected from primary sources, particularly Ibn Miskawaih‟s work Tahdzib al-Akhlaq, and supported by secondary sources such as academic journals, articles, and books related to ethics, moral education, and adolescent bullying. This method is intended to describe systematically and critically Ibn Miskawaih‟s ethical thought and how it can be implemented in today‟s youth social context. The findings show that ethics, according to Ibn Miskawaih, is the process of nurturing the soul to attain noble character (al-khuluq alhasan) through self-discipline and gradual moral education. He emphasizes the importance of cultivating love as a fundamental element of social ethics, which is divided into two forms: carnal love (gharah) and pure love (mahabbah). Pure love itself is classified into love for God and love for fellow human beings, particularly the love between children and parents or between students and teachers. This type of love nurtures respect, compassion, and positive behavior within society. Love, as an ethical principle, serves as a strong foundation for healthy social interactions and prevents individuals from engaging in harmful behaviors such as bullying. In the context of addressing bullying among adolescents, Ibn Miskawaih outlines four stages of moral development: (1) Speaking and behaving well, reflected in proper manners in dressing, eating, and interacting with others; (2) Building love and compassion in social life; (3) Choosing good friends and environments as a preventive effort; and (4) Providing continuous moral guidance and iv v advice from parents and educators. These four stages demonstrate both preventive and corrective approaches to deviant behavior. Therefore, Ibn Miskawaih‟s ethical concept is highly relevant as a foundational approach in character education to address bullying issues. Ethical values such as love, empathy, friendship, and mutual respect can foster adolescents with virtuous character and strong self�control. This study is expected to offer theoretical contributions to the development of Islamic-based moral education and serve as a practical reference for families, schools, and communities in addressing and preventing bullying in a wise and humane manner. Keywords : Ethics, Ibn Miskawaih, bullying, adolescents, moral education, character formation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 03:37 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 03:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42012 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


