BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP PROSES ADAPTASI SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN AL-BANIN KOTA BANDAR LAMPUNG

Putri, Nur Anggraeni (2025) BIMBINGAN KEAGAMAAN TERHADAP PROSES ADAPTASI SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN AL-BANIN KOTA BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of full skripsi putri.pdf] PDF
Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Orang tua di Indonesia dalam memilih Pendidikan yang tepat bagi anaknya adalah Pendidikan Pondok Pesantren baik, itu pesantren tradisional (salaf) maupun pesantren modern. Santri harus beradaptasi dan bertahan hingga Pendidikan di pesantren telah selesai, santri harus terbiasa melakukan kegiatan rumahan sendiri seperti, mencuci pakaian, menyiapkan pakaian sekolah, menyiapkan keperluan sekolah, dan kebutuhan lainnya sendiri tanpa bantuan dari orang tua sehingga dituntut untuk mandiri. Permasalahan yang akan dihadapi santri baru adalah santri tidak bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan di pondok pesantren. Pelaksanaan bimbingan keagamaan merupakan bentuk dari layanan yang diberikan kepada santri baru untuk menuntun santri agar mendapatkan keikhlasan, ketabahan, kekuatan, dan ketenangan dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses bimbingan keagamaan terhadap proses adaptasi santri baru di pondok pesantren al-banin kota Bandar Lampung. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dengan informan 8 orang, yang terdiri dari 1 orang pimpinan pondok pesantren, 1 pembimbing agama dan 6 orang santri baru. Metode penggumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, metode observasi, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap proses adaptasi santri baru di pondok pesantren al-banin kota Bandar Lampung dilakukan melalui 4 tahap, yaitu: 1) Tahap Pembentukan, yaitu para santri baru disuruh duduk berbaris dan diberikan waktu untuk saling berkenalan satu sama lain. 2) Tahap Peralihan, pada tahap ini agar suasana semakin nyaman santri akan diajak bershalawat bersama-sama dan pembimbing akan memberikan gambaran singkat tentang materi yang akan disampaikan. 3) Tahap Inti, bimbingan keagaman dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab dan materi yang disampaikan tentang aqiqah, akhlak, dan ibadah. 4) Tahap Pengakhiran, pada tahap ini sebagai penutup dari kegiatan bimbingan keagamaan yang dilakukan degan mengulas materi yang telah disampaikan dan pemberian tugas pada santri berupa hafalan ayat-ayat al-quran. Hasil dari pelaksanaan kegiatan bimbingan keagamaan santri baru dapat bergaul dengan teman-teman sesama santri, santri mulai terbiasa dengan lingkungan pondok pesantren dan mulai mengikuti kegiatan bimbingan keagamaan secara rutin. Kata kunci: Bimbingan Keagamaan, Adaptasi, Santri Baru. ABSTRACT Parents in Indonesia often choose Islamic boarding schools (pesantren) as the appropriate education for their children, whether traditional (Salaf) or modern. Students must adapt and persevere until their education at the pesantren is complete. Students must become accustomed to performing household chores, such as washing clothes, preparing school uniforms, preparing school supplies, and other necessities, without parental assistance. This demands independence. The challenge faced by new students is their inability to adapt to the customs of the pesantren. Religious guidance is a service provided to new students to guide them toward sincerity, fortitude, strength, and serenity in pursuing their education at the pesantren. The purpose of this study was to determine how religious guidance impacts the adaptation process of new students at the Al-Banin Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This study employed field research with descriptive qualitative methods. Informants were selected using purposive sampling. The study involved eight informants, including one Islamic boarding school leader, one religious advisor, and six new students. Data collection methods included interviews, observation, and documentation. Data analysis included data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the implementation of religious guidance for the adaptation process of new students at the Al-Banin Islamic Boarding School in Bandar Lampung City is carried out in four stages: 1) The Formation Stage, where new students are asked to sit in rows and given time to get to know each other. 2) The Transition Stage, where, to create a more comfortable atmosphere, students are invited to recite the shalawat together, and the instructor provides a brief overview of the material to be presented. 3) The Core Stage, where religious guidance is conducted using lectures and questions and answers, with material presented on aqiqah (the act of worship), morals, and worship. 4) The Closing Stage, where the religious guidance concludes, reviewing the material presented and assigning students to memorize verses from the Quran. As a result of the religious guidance activities, new students can socialize with their fellow students, become accustomed to the Islamic boarding school environment, and begin to participate in religious guidance activities regularly. Keywords: Religious Guidance, Adaptation, New Students.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Dec 2025 03:22
Last Modified: 18 Dec 2025 03:30
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/42009

Actions (login required)

View Item View Item