ANISA, NUR MAULIA (2025) STRATEGI KOMUNIKASI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BANDAR LAMPUNG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Kota Bandar Lampung menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah yang semakin kompleks seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan. Volume timbulan sampah mencapai sekitar 800–1.000 ton per hari dengan partisipasi masyarakat yang masih rendah dalam penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kondisi ini menyebabkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung mengalami kelebihan kapasitas, menimbulkan pencemaran lingkungan, serta berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Permasalahan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut aspek komunikasi pemerintah dengan masyarakat dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif terhadap pengelolaan sampah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong keterlibatan publik dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Selain itu, digunakan pula metode observasi non-partisipatif dan dokumentasi untuk memperkuat data lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung menerapkan strategi komunikasi terpadu dengan melibatkan berbagai pihak seperti pegawai DLH, UPT di kecamatan, komunitas lingkungan, dan tokoh masyarakat. Saluran komunikasi yang digunakan meliputi surat edaran, penyuluhan langsung, serta media sosial seperti Instagram dan Facebook. Strategi ini berperan penting dalam membangun koordinasi internal dan meningkatkan kebersihan kota secara umum. Namun, efektivitas komunikasi belum optimal karena sosialisasi belum merata dan masih bersifat satu arah. Kesadaran masyarakat dalam memilah dan iii mengelola sampah masih rendah, terutama di wilayah pinggiran kota. Hambatan lain yang ditemukan adalah keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, serta sarana pendukung seperti tong sampah terpisah. Meskipun demikian, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) mulai menunjukkan hasil positif melalui pengembangan program Bank Sampah dan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Secara keseluruhan, strategi komunikasi DLH sudah mengarah pada pendekatan partisipatif, namun masih perlu penguatan dari sisi kontinuitas, inovasi media, dan pemberdayaan masyarakat agar dapat menciptakan perubahan perilaku menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Dinas Lingkungan Hidup, Pengelolaan Sampah iv ABSTRACT The city of Bandar Lampung faces serious problems in waste management, which is becoming increasingly complex as the population and urban activities increase.The volume of waste generated reaches around 800-1,000 tons per day withlow community participation in implementing the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principle. This condition has caused the Bakung Final Disposal Site (TPA) to exceed its capacity, causing environmental pollution and affecting the health of the surrounding community.This problem is not only technical in nature, but also concernsgovernment communication with the community in building awareness andactive participation in waste management. Therefore, this studywas conducted to analyze the communication strategies implemented by the Bandar Lampung City Environment Agency in educating the public and encouragingpublic involvement in sustainable waste management. This research method uses a descriptive qualitative approach. Data was collected through in-depth interviews. In addition, nonparticipatory observation and documentation methods were also used to strengthen the field data. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the Bandar Lampung City Environment Agency implements an integrated communication strategy involving various parties such as DLH employees, UPTs in sub-districts, environmental communities, and community leaders. The communication channels used include circular letters, direct counseling, and social media such as Instagram and Facebook. This strategy plays an important role in building internal coordination and improving the city's cleanliness in general. However, communication effectiveness is not yet optimal because socialization is not yet evenly distributed and is still one-way. Public awareness of waste sorting and management is still low, especially in suburban areas. Other obstacles include limited human resources, budget, and supporting facilities v such as separate waste bins. Nevertheless, the implementation of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) principle is beginning to show positive results through the development of the Waste Bank program and plans to build a Waste Power Plant (PLTSa). Overall, the DLH's communication strategy is moving towards a participatory approach, but it still needs to be strengthened in terms of continuity, media innovation, and community empowerment in order to create behavioral change towards more sustainable waste management. Keywords: Communication Strategy, Environmental Agency, Waste Management.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 03:10 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 03:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41898 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


