MUHAMAD, ABDUL ROZAK (2025) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HIBAH SEBAGAI PENGGANTI WARIS (Studi di Pekon Karang Sari Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Hibah menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya sengketa warisan dikemudian hari. Pembagian hibah tersebut perlu memastikan beberapa hal, termasuk keadilan porsi dan cara pembagian yang sesuai dengan hukum Islam. Pelaksanaan hibah sebagai pengganti waris di Pekon Karang Sari Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus diberikan secara beragam. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan hibah sebagai pengganti waris di Pekon Karang Sari Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap pelaksanaan hibah sebagai pengganti waris di Pekon Karang Sari Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sifat penelitian ini deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dengan pemeriksaan data, rekontruksi, sistematika data. Teknik analisis data dilakukan sejak proses pengumpulan data dan terus dilakukan sampai proses penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama menunjukkan bahwa proses pembagian hibah sebagai pengganti waris di Pekon Karang Sari Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus dilakukan ketika anak sudah menikah. Metodenya dengan mengumpulkan sebagian anak untuk bermusyawarah dan menyampaikan bagian hibah yang diberikan. Porsi hibah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Anak yang berkontribusi dalam perolehan harta orang tua diberikan hibah yang lebih dibanding anak lain sebagai bentuk apresiasi. Anak yang menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi mendapat hibah yang lebih sedikit. Alasan orang tua membagikan hibah sebagai pengganti waris sebagai upaya kehati-hatian orang tua dalam menjaga kerukunan dan tali persaudaraan anak serta menghindari perselisihan antara anak setelah orang tua meninggal dunia kelak. Bagian yang kedua yaitu pelaksanaan hibah sebagai pengganti waris yang dilakukan hukumnya mubah, karena sesuai dengan KHI pasal 211 yaitu hibah dapat diperhitungkan sebagai warisan. Terkait besarnya pembagian porsi harta antara anak laki-laki dan anak perempuan harus mengacu pada asas keadilan berimbang pada hukum waris islam, agar pelaksanaan hibah sebagai pengganti waris ini dapat memberikan rasa keadilan untuk semua anggota keluarga dan tidak berpotensi menimbulkan perselisihan dikemudian hari. ABSTRACT Granting gifts (hibah) is one way to prevent inheritance disputes in the future. The distribution of these gifts needs to ensure several aspects, including fairness in portions and methods of distribution that comply with Islamic law. The implementation of gifts as a substitute for inheritance in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency is carried out in various ways. The problems addressed in this study are how the implementation of gifts as a substitute for inheritance is carried out in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency, and how Islamic law analyzes the implementation of gifts as a substitute for inheritance in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency.The problem in this research is how the implementation of grants as a substitute for inheritance in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency and how the Islamic law analysis of the implementation of grants as a substitute for inheritance in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency. The method used in this study is a qualitative method. The type of this research is field research. The nature of this research is descriptive. Data collection techniques are through interviews and documentation. Data processing techniques include data verification, reconstruction, and data systematization. Data analysis techniques are carried out from the process of data collection and continue until the process of drawing conclusions. The results of this study are divided into two parts. The first part shows that the process of distributing grants as a substitute for inheritance in Pekon Karang Sari, Air Naningan District, Tanggamus Regency is carried out when the children are already married. The method involves gathering some of the children to deliberate and communicate the portion of grants given. The grant portions are adjusted according to each child's needs. Children who contribute to acquiring their parents' assets are given larger grants compared to other children as a form of appreciation. Children who pursue higher education receive smaller grants. The reason parents distribute grants as a substitute for inheritance is as an effort of caution in maintaining children's harmony and familial bonds, as well as to avoid disputes among children after the parents pass away. The second part is the implementation of gifts as a substitute for inheritance, which is legally permissible, according to KHI Article 211, as gifts can be considered as inheritance. Regarding the division of assets between sons and daughters, it must refer to the principle of balanced justice in Islamic inheritance law, so that the implementation of gifts as a substitute for inheritance can provide a sense of fairness for all family members and does not have the potential to cause disputes in the future.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 02 Dec 2025 03:41 |
| Last Modified: | 02 Dec 2025 03:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41794 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


