KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA PADA YAYASAN ODGJ MUTIARA TANJUNG ENIM

Niken, Widya Febrianti (2025) KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA PADA YAYASAN ODGJ MUTIARA TANJUNG ENIM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI 2.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI NIKEN WIDYA FEBRIANTI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji fenomena rendahnya kepercayaan diri pada anak-anak dan perempuan yang menjadi korban perceraian orang tua, khususnya yang berada di bawah binaan Yayasan ODGJ Mutiara Tanjung Enim. Perceraian orang tua, sebagai peristiwa traumatis, seringkali meninggalkan dampak psikologis yang mendalam, meliputi perasaan tidak aman, penurunan harga diri, dan kesulitan dalam interaksi sosial yang sehat. Observasi awal dan wawancara dengan Ketua Yayasan ODGJ Mutiara Tanjung Enim mengindikasikan adanya dua individu dalam kategori ini yang mengalami krisis identitas dan defisit kepercayaan diri, utamanya disebabkan oleh kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua. Kondisi ini diperparah oleh ketidakmampuan mereka untuk mengekspresikan potensi diri dan bakat yang dimiliki, serta kesulitan dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Permasalahan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan intervensi profesional yang terstruktur guna memulihkan kondisi psikologis dan meningkatkan kepercayaan diri mereka agar dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik, yaitu observasi partisipatif dan non-partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua orang konseli (satu anak perempuan dan satu perempuan dewasa) yang mengalami dampak perceraian orang tua, serta satu orang konselor yang bertugas di Yayasan ODGJ Mutiara Tanjung Enim. Pemilihan subjek dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, memastikan relevansi data dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai efektivitas konseling individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan client-centered, yang diberikan secara intensif selama delapan kali pertemuan, terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri konseli. Konseling ini membantu korban perceraian mengidentifikasi dan mengatasi trauma psikologis, membangun kembali citra diri yang positif, serta meningkatkan keberanian dalam bersosialisasi dan menghadapi masa depan. Perubahan signifikan terlihat pada kedua konseli, di mana mereka menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengendalikan perasaan, berinteraksi dengan lingkungan, dan memiliki harapan hidup yang lebih baik. Konseli AS, yang sebelumnya mengalami kesulitan bersosialisasi, kini telah mampu menempuh pendidikan dasar, sementara konseli ADN menunjukkan kemampuan mengontrol ketakutan dan berinteraksi dalam lingkup sosial yang lebih luas. Temuan ini menegaskan bahwa konseling individu merupakan strategi yang efektif dalam membantu individu membangun kembali kepercayaan diri pasca-perceraian orang tua, sekaligus menjadi rujukan penting bagi lembaga, konselor, dan peneliti selanjutnya dalam menangani isu serupa. Kata kunci: Kepercayaan Diri, Konseling Individu, Perceraian Orang Tua. ABSTRACT This study examines the phenomenon of low self-confidence in children and women who are victims of parental divorce, particularly those under the care of the ODGJ Mutiara Tanjung Enim Foundation. Parental divorce, as a traumatic event, often leaves profound psychological impacts, including feelings of insecurity, diminished self esteem, and difficulties in healthy social interaction. Initial observations and interviews with the Head of the ODGJ Mutiara Tanjung Enim Foundation indicated the presence of two individuals in this category experiencing identity crises and self-confidence deficits, primarily due to a lack of parental affection and attention. This condition is exacerbated by their inability to express their potential and talents, as well as difficulties in socializing with their surroundings. This issue highlights the urgent need for structured professional intervention to restore their psychological well-being and enhance their self-confidence, enabling them to lead more meaningful and independent lives. To achieve this objective, the research adopted a qualitative approach with a case study method. Data were collected through triangulation techniques, namely participatory and non-participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects consisted of two counselees (one female child and one adult woman) affected by parental divorce, and one counselor working at the ODGJ Mutiara Tanjung Enim Foundation. Subject selection was carried out using purposive sampling based on predetermined criteria, ensuring the relevance of the data to the research focus. Data analysis was conducted systematically through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, aiming to obtain a comprehensive and accountable overview of the effectiveness of individual counseling. The findings indicate that individual counseling services utilizing a client centered approach, provided intensively over eight sessions, proved effective in enhancing the counselees' self-confidence. This counseling helped divorce victims identify and overcome psychological trauma, rebuild a positive self-image, and increase their courage in socializing and facing the future. Significant changes were observed in both counselees, as they demonstrated improved ability to manage emotions, interact with their environment, and possess a better outlook on life. Counselee AS, who previously struggled with socialization, is now able to attend primary school, while counselee ADN shows an improved ability to control fear and interact within a broader social circle. These findings affirm that individual counseling is an effective strategy in helping individuals rebuild self-confidence post-parental divorce, serving as a crucial reference for institutions, counselors, and future researchers in addressing similar issues. Keywords: Individual Counseling, Parental Divorce, Self-Confidence.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Psikologi Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 02 Dec 2025 03:19
Last Modified: 02 Dec 2025 03:19
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41793

Actions (login required)

View Item View Item