OPTIMASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT IMPLEMENTASI MAKAN SEHAT GRATIS PESERTA DIDIK DI JENJANG SD/MI

NANA, CICEH JUNIASARI (2025) OPTIMASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT IMPLEMENTASI MAKAN SEHAT GRATIS PESERTA DIDIK DI JENJANG SD/MI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of bab 1,2 dapus.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of Skripsi Ciceh (pdf).pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK ii Latar belakang penelitian ini, “Optimasi Kebijakan Pemerintah Terkait Implementasi Makan Bergizi Gratis Peserta Didik di Jenjang SD/MI”, adalah bahwa kelimpahan gizi seimbang pada anak-anak usia sekolah dasar sangat penting untuk kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah gizi, meningkatkan konsentrasi belajar, dan meningkatkan prestasi akademik siswa adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pelaksanaan MBG. Penelitian juga akan menjelaskan bagaimana pemerintah, sekolah, guru, dan siswa berpartisipasi dalam pelaksanaan program, serta menemukan faktor faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Studi ini melakukan penelitian deskriptif kualitatif . Lokasi penelitian adalah SDN 6 Tulang Bawang Tengah. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Kemudian, model interaktif Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data, yang meliputi penarikan kesimpulan, penyajian data, dan reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan MBG pada MI/SD mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan, kedisiplinan, dan keinginan siswa untuk belajar. Anggaran, peraturan, dan sistem pengawasan dibuat oleh pemerintah. Sekolah bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan , mengoordinasikan distribusi makanan, dan menyatukan. Guru membantu dengan mengajarkan nutrisi, kebiasaan sehat, dan kebersihan. Sementara itu, peserta didik aktif mengikuti aturan, tetap bersih, dan tidak menyia-nyiakan makanan mereka. Selain itu, hasil penelitian menemukan beberapa hambatan. Ini termasuk keterbatasan anggaran yang terkadang tidak sebanding dengan kebutuhan, masalah dalam distribusi makanan di lokasi tertentu, dan kekurangan fasilitas sekolah. Program berhasil karena dukungan pemerintah, partisipasi sekolah, kerjasama guru, dan minat siswa. Untuk mengoptimalkan kebijakan, diperlukan pengawasan yang lebih iii ketat, peningkatan transparansi penganggaran, dan keterlibatan orang tua dan masyarakat, terutama dalam hal penyediaan makanan lokal, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga merupakan alat penting untuk membangun budaya hidup yang sehat dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Menurut penelitian ini, pemerintah harus memperkuat elemen perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program; sekolah harus meningkatkan penyelenggaraan manajemen ; guru harus memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum mereka; dan orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk mengikuti diet sehat di rumah. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dan menggunakan metrik seperti prestasi akademik, tingkat kehadiran, dan status gizi siswa untuk menilai efektivitas program secara menyeluruh. Kata kunci: Kebijakan Pemerintah, Makan Bergizi Gratis, Peserta Didik, MI/SD, Optimasi iv ABSTRACT The background to this study, ‘Optimisation Related to the Implementation of Free Nutritious Meals for Students at SDN 6 Tulang Bawang Tengah’, is that balanced nutrition for primary school children is very important for the quality of education and future human resource development. One way to address nutritional issues, improve learning concentration, and enhance student academic achievement is through the Free Nutritious Meals Programme (MBG) initiated by the government. The purpose of this study is to analyse government policies related to the implementation of MBG. The study will also explain how the government, schools, teachers, and students participate in the implementation of the programme, as well as identify factors that support and hinder its implementation. This study uses qualitative descriptive research. The location of the study is SDN 6 Tulang Bawang Tengah. This study involves the principal, teachers, and students selected at random. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Then, Miles and Huberman's interactive model was used to analyse the data, which included drawing conclusions, presenting data, and reducing data. The results of the study indicate that the MBG policy in primary schools has a significant impact on students' health, discipline, and desire to learn. The budget, regulations, and monitoring system are established by the government. Schools are responsible for maintaining cleanliness, coordinating food distribution, and unifying. Teachers assist by teaching nutrition, healthy habits, and hygiene. Meanwhile, students actively follow the rules, stay clean, and do not waste their food. In addition, the study found several obstacles. These include budget constraints that are sometimes not commensurate with needs, problems with food distribution in certain locations, and a lack of school facilities. The programme was successful due to government support, school participation, teacher cooperation, and student interest. To optimise the policy, stricter supervision, increased budget v transparency, and the involvement of parents and the community are needed, especially in terms of providing local food, which will encourage regional economic growth. The results of the study show that the implementation of MBG not only functions as a nutritional intervention, but is also an important tool for building a healthy lifestyle and improving the quality of basic education in Indonesia. According to this study, the government must strengthen the planning, budgeting, and evaluation elements of the programme; schools must improve management; teachers must incorporate nutrition education into their curriculum; and parents must encourage their children to follow a healthy diet at home. Further research is recommended to expand the scope of the study and use metrics such as academic achievement, attendance rates, and student nutritional status to assess the overall effectiveness of the programme. Keywords: Government Policy, Free Nutritious Meals, Students, MI/SD, Optimization

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 01 Dec 2025 08:11
Last Modified: 01 Dec 2025 08:11
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41786

Actions (login required)

View Item View Item