RANTI, SRI RAMADHANI KARTIKA SARI (2025) SINERGITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH SISWA MELALUI IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DI SMP N 3 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
ABSTRAK Pe$ndidikan karakte$r ku$su$snya pe$mbinaan akhlaku$l karimah, me$rupakan salah satu $ $ tuju$ $an u$tama pe$ndidikan nasional. Di e$ra globalisasi ini, tantangan dalam pe$mbe$ntu$kan karakte$r siswa se$makin komple$ks. Pe$rubahan sosial yang ce $ pat, pe $ $ngaru$h me$dia sosial, dan pe$rge$se$ran nilai-nilai bu$daya se$ringkali be$rdampak ne$gatif$ te$rhadap pe$rilaku$ siswa. Ole$h kare$na itu$ dipe$rlu$kan upaya yang kompre $ $he$nsif u$ntu$k me$mbina akhlaku$l karimah siswa. Di lingku$ngan se$kolah, gu$ru$ me$miliki pe$ran yang sangat pe$nting dalam pe$me$ntu$kan karakte$r siswa. Gu$ru$ Pe$ndidikan Agama Islam me$miliki tanggu$ng jawab u$tama dalam me$ngajarkan nilai-nilai agama dan moral. Se$me$ntara itu$, gu$ru$ Bimbingan Konse$ling be$rpe$ran dalam me$mbantu$ siswa me$ngatasi masalah pribadi dan sosial, se$rta me$nge$mbangkan pote$nsi diri. Di era modern ini, degradasi moral remaja seperti bullying, kurangnya sopan santun, dan pelanggaran tata tertib sekolah menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh lembaga pendidikan. Oleh karena itu, sinergi antar pendidik khususnya guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan Konseling, sangat dibutuhkan untuk membina akhlak siswa secara komprehensif. Salahsatu pendekatan strategis yang digunakan untuk membina karakter adalah melalui implementasi budaya religius di sekolah. Di SMP Negeri 3 Bandar Lampung, menunjukan adanya kolaborasi aktif antara guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan Konseling, seperti dalam program penanaman akhlak, sholat dhuha berjamaah, dan kegiatan budaya religius yang lainnya. Namun, tantangan masih dihadapi, seperti kurangnya kesadaran siswa dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta menggunakan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam dan guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 3 Bandar Lampung dalam membina akhlakul karimah peserta didik berjalan dengan baik. Hal ini tercermin dalam kerjasama aktif dalam program keagamaan dan pembinaan karakter siswa. Meskipun iii masih ditemukan hambatan seperti keterbatasan waktu, kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya akhlak, dan keterlibatan orang tua yang belum maksimal. Secara keseluruhan kolaborasi ini memberikan kontribusi positif terhadap terhadap perkembangan karakter siswa. Kata Kunci: Sinergitas, Guru Pendidikan Agama Islam, Guru Bimbingan Konseling, Akhlakul karimah, Budaya Religius iv ABSTRACT Character education, which focuses on the cultivation of good morals, is one of the main objectives of national education. In this era of globalization, the challenges in shaping students' character have become increasingly complex. Rapid social changes, the influence of social media, and shifts in cultural values often have a negative impact on students' behavior. Therefore, comprehensive efforts are needed to nurture students' good character. In the school environment, teachers play a very important role in shaping students' character. Islamic Education teachers have the primary responsibility of teaching religious and moral values. Meanwhile, Guidance Counseling teachers play a role in helping students overcome personal and social problems, as well as developing their potential. In this modern era, moral degradation among teenagers, such as bullying, lack of manners, and violations of school rules, has become a real challenge that educational institutions must face. Therefore, synergy among educators, especially Islamic Education teachers and Guidance Counseling teachers, is urgently needed to comprehensively nurture students' moral character. One strategic approach used to build character is through the implementation of religious culture in schools. At SMP Negeri 3 Bandar Lampung, there is active collaboration between Islamic Education teachers and Guidance Counseling teachers, such as in the character-building program, congregational Dhuha prayer, and other religious cultural activities. However, challenges still exist, such as a lack of student awareness and parental involvement. This study uses qualitative research methods with a descriptive qualitative approach and field research. The data sources used are primary and secondary data. The data collection process uses interviews, observation, and documentation techniques. The results of the study indicate that the synergy between Islamic Education teachers and Guidance Counseling teachers at SMP Negeri 3 Bandar Lampung in fostering good character among students is effective. This is reflected in active collaboration in religious programs and character development initiatives for students. However, challenges such as time constraints, students' limited awareness of the importance of good character, and insufficient parental involvement v still exist. Overall, this collaboration has made a positive contribution to the development of students' character. Keywords: Synergy, Islamic Education Teacher, Counseling Guidance Teacher, Moral Character, Religious Culture.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Manajemen Pendidikan Islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 01 Dec 2025 04:37 |
| Last Modified: | 01 Dec 2025 04:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41772 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


