LELI, TRI WAHYUNI (2025) KONSEP PERHITUNGAN WETON DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT JAWA (Studi Di Desa Ambarawa Kabupaten Pringsewu). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (1MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini membahas Konsep Perhitungan Weton dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Jawa dengan studi di Desa Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Perhitungan weton merupakan tradisi budaya Jawa yang digunakan untuk menentukan hari baik pernikahan dan masih dijalankan hingga saat ini meskipun masyarakat telah memasuki era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik perhitungan weton dalam pernikahan adat Jawa serta bagaimana makna perhitungan weton dipahami masyarakat di era sekarang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori postmodernisme Jean Francois Lyotard, menekankan pada pluralitas makna dan narasi kecil dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perhitungan weton tetap dijalankan sebagai penghormatan terhadap tradisi dan orang tua, namun generasi muda tidak lagi memaknainya sebagai penentu mutlak, melainkan hanya sebagai prosesi simbolis sebelum pernikahan. Tradisi ini tetap dijaga keberadaannya, namun masyarakat menempatkannya dalam posisi yang lebih fleksibel dan kontekstual, sejalan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, perhitungan weton dalam pernikahan masyarakat Jawa kini menjadi bagian dari narasi kecil budaya yang tetap relevan sebagai jembatan nilai leluhur tanpa mengorbankan kebebasan individu dalam mengambil keputusan pernikahan. Kata Kunci: Weton, Tradisi Pernikahan, Masyarakat Jawa, Postmodernisme iv ABSTRACT This research discusses the Concept of Weton Calculation in Javanese Marriage Tradition with a study in Ambarawa Village, Pringsewu Regency. Weton calculation is a Javanese cultural tradition used to determine auspicious days for marriage and is still practiced today despite the modern era. This study aims to examine the practice of weton calculation in Javanese traditional marriages and how the meaning of weton is understood by society in the present time. The research uses a qualitative approach with Jean Francois Lyotard’s postmodernism theory, emphasizing the plurality of meanings and “petite narratives” within society. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results show that weton calculation is still conducted as a form of respect for tradition and parental wishes; however, the younger generation no longer perceives it as an absolute determinant but rather as a symbolic ritual before marriage. This tradition is maintained, yet society places it in a more flexible and contextual position in line with current developments. Thus, weton calculation in Javanese marriage tradition now serves as a cultural petite narrative that remains relevant as a bridge to ancestral values without sacrificing individual freedom in marriage decision-making. Keywords: Weton, Marriage Tradition, Javanese Society, Postmodernism
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 05:01 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 05:01 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


