PERAN DA’I KAMTIBMAS DALAM MENCEGAH PAHAM RADIKALISME DI MASYARAKAT WILAYAH HUKUM POLSEK TANJUNG KARANG TIMUR

MUHAMMAD, RAYNALDY NOVIYANTO (2025) PERAN DA’I KAMTIBMAS DALAM MENCEGAH PAHAM RADIKALISME DI MASYARAKAT WILAYAH HUKUM POLSEK TANJUNG KARANG TIMUR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I DAN II DAPUS-LAMPIRAN.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI MUHAMMAD RAYNALDY NOVIYANTO.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Radikalisme merupakan ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan keamanan nasional. Di tengah keterbatasan aparat keamanan, peran Da’i Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menjadi penting sebagai agen nonformal dalam pencegahan penyebaran paham ekstrem. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Da’i Kamtibmas dalam mencegah radikalisme dan bagaimana efektivitas program dakwah dalam mencegah radikalisme di wilayah hukum Polsek Tanjung Karang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara mendalam dan komprehensif sesuai dengan konteks aslinya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung untuk menangkap perilaku dan interaksi sosial di lapangan secara natural dan objektif. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan dengan narasumber kunci untuk memperoleh informasi yang kaya dan mendetail, serta dokumentasi digunakan sebagai sumber pelengkap untuk mendukung validitas data dan memperkuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Da’i Kamtibmas memainkan peran sebagai edukator Islam moderat, komunikator antara masyarakat dan aparat, konselor spiritual, mediator konflik, penggerak partisipasi masyarakat, dan pelaku deteksi dini ideologi ekstrem. Program dakwah yang dilaksanakan cukup efektif meskipun tidak memiliki anggaran formal, karena pendekatan sosial yang dekat dengan masyarakat berhasil membangun kesadaran kolektif dan ketahanan ideologis. Namun demikian, pelaksanaan dakwah menghadapi hambatan seperti keterbatasan jumlah dai aktif, kurangnya insentif, serta minimnya dukungan struktural. Simpulan dari penelitian ini adalah peran Da’i Kamtibmas sangat strategis namun perlu penguatan kelembagaan dan dukungan pemerintah. Rekomendasi yang diajukan mencakup penyediaan insentif, pelatihan berkelanjutan, dan pembentukan struktur organisasi yang formal untuk keberlanjutan program dakwah anti-radikalisme. ABSTRACT Radicalism poses a serious threat to social stability and national security. Amid the limitations of formal security forces, the role of Community Security and Order Preachers (Da’i Kamtibmas) becomes crucial as non-formal agents in preventing the spread of extremist ideologies. The research questions in this study are: how is the role of Da’i Kamtibmas in preventing radicalism, and how effective are the preaching programs in preventing radicalism within the jurisdiction of the Tanjung Karang Timur Police Sector. The method used in this study is descriptive qualitative, aiming to provide an in-depth and comprehensive depiction of the phenomenon according to its original context. Data collection techniques were carried out through direct observation to capture behavior and social interactions in the field naturally and objectively. In addition, in-depth interviews were conducted with key informants to obtain rich and detailed information, while documentation was used as supplementary data to support data validity and strengthen the analysis. The results indicate that Da’i Kamtibmas play roles as educators of moderate Islam, communicators between the community and authorities, spiritual counselors, conflict mediators, mobilizers of community participation, and early detectors of extremist ideologies. Although the preaching programs are implemented without formal funding, they are quite effective because of their close social approach that successfully builds collective awareness and ideological resilience. However, the implementation of preaching faces obstacles such as a limited number of active preachers, lack of incentives, and minimal structural support. The conclusion of this study is that the role of Da’i Kamtibmas is very strategic but requires institutional strengthening and government support. Recommendations include providing incentives, continuous training, and establishing formal organizational structures to ensure the sustainability of anti-radicalism preaching programs.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 17 Nov 2025 04:46
Last Modified: 17 Nov 2025 04:46
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41583

Actions (login required)

View Item View Item