PENGARUH BUDAYA POP KOREA SELATAN (K-POP) TERHADAP PRAKTIK KEAGAMAAN GENERASI MUDA DI PONDOK PESANTREN DARUL HUFFAZ LAMPUNG

UMY, AISYAH RAMADINA (2025) PENGARUH BUDAYA POP KOREA SELATAN (K-POP) TERHADAP PRAKTIK KEAGAMAAN GENERASI MUDA DI PONDOK PESANTREN DARUL HUFFAZ LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI 135.pdf] PDF
Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSII FULLL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Budaya populer Korea Selatan (K-Pop) kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. Santri yang hidup dalam kultur religius tidak terlepas dari paparan budaya global tersebut melalui berbagai media digital. Fenomena ini menghadirkan dinamika baru yang menarik untuk dikaji, terutama terkait bagaimana budaya K-Pop direspons dan dipraktikkan oleh para santri, serta bagaimana keberadaannya berpengaruh terhadap kehidupan keagamaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bentuk-bentuk keterlibatan santri dengan budaya K￾Pop dan dampaknya terhadap sikap serta praktik keagamaan mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kerangka teori utama yang digunakan mencakup teori perubahan budaya dari C.A. Van Peursen untuk menjelaskan proses pergeseran nilai budaya di lingkungan pesantren, serta teori lima dimensi religiusitas dari Charles Glock dan Rodney Stark sebagai alat analisis untuk melihat aspek-aspek keyakinan, ibadah, pengetahuan agama, pengalaman spiritual, dan perilaku moral. Penelitian ini juga didukung oleh teori identitas sosial dari Henri Tajfel, teori media dari Marshall McLuhan, dan teori belajar sosial dari Albert Bandura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya K-Pop dipraktikkan oleh santri dalam berbagai bentuk yang tidak seragam, mulai dari konsumsi konten digital, penggunaan simbol-simbol budaya Korea, hingga keterlibatan emosional terhadap idol. Praktik ini sangat bergantung pada latar belakang pribadi, kedewasaan, serta relasi sosial di lingkungan pondok. Di sisi lain, budaya K-Pop memberikan pengaruh terhadap praktik keagamaan santri dalam lima dimensi religiusitas. Terjadi negosiasi nilai, fleksibilitas makna dalam ajaran agama, iii serta pembentukan identitas religius yang tidak lepas dari interaksi dengan budaya populer. Santri tidak sepenuhnya menerima atau menolak budaya K-Pop, melainkan menunjukkan sikap selektif, reflektif, dan adaptif dalam mengelola budaya tersebut di tengah kehidupan pesantren. Kata kunci: K-Pop, Santri, Religiusitas, Budaya Populer, Pesantren ABSTRACT South Korean popular culture (K-Pop) has increasingly become part of the daily lives of young people across various social backgrounds, including students in Islamic boarding schools (pesantren). Despite living in a religious environment, many santri are exposed to this global cultural trend through digital media. This phenomenon presents a new dynamic worthy of academic study, particularly in examining how K-Pop is received and practiced by santri, and how its presence influences their religious attitudes and behaviors. This study aims to explore the forms of K-Pop practices among santri and to analyze their impact on the students’ religious life. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The research draws on C.A. Van Peursen’s theory of cultural change to explain shifts in values within the pesantren context, and Glock and Stark’s five dimensions of religiosity to analyze belief systems, ritual practice, religious knowledge, spiritual experience, and moral behavior. Additional theoretical support includes Social Identity Theory (Tajfel), Media Theory (McLuhan), and Social Learning Theory (Bandura). The findings indicate that K-Pop is practiced in various non-uniform forms by santri, including digital content consumption, symbolic expression, and emotional attachment to idols. These practices are shaped by personal background, maturity, and social relationships within the pesantren. K-Pop has a measurable impact on the religious dimensions of santri, triggering value negotiations, more flexible religious interpretations, and the formation of hybrid religious identities. Rather than fully accepting or rejecting K-Pop, santri demonstrate selective, reflective, and adaptive attitudes in navigating popular culture within a religious educational environment. Keywords: K-Pop, Santri, Religiosity, Popular Culture, Pesantren

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Perbandingan Agama
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 13 Nov 2025 03:00
Last Modified: 13 Nov 2025 03:00
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41545

Actions (login required)

View Item View Item