RINI, PADILLA WATI (2025) TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP NAIK TURUNNYA HARGA CABAI YANG DIPENGARUHI OLEH PENGEPUL (Studi Di Desa Talang Jawa Pekon Sukamulya Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu, terdapat kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, tetapi harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung. Rumusan yang dapat di ambil dari latar belakang tersebut adalah Bagaimana Naik Turunnya Harga Cabai Yang Dipengaruhi Oleh Pengepul dan Bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Naik Turunnya Harga Cabai Yang Dipengaruhi Oleh Pengepul. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research), yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan secara intensif dan terperinci terhadap suatu objek yang diinginkan dengan mempelajari berbagai data penguat atau pendukung suatu kasus. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa naik turunnya harga cabai di pasaran tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca dan hasil panen, tetapi juga dipengaruhi oleh peran pengepul. Pengepul berperan dalam naik turunnya harga cabai karena posisinya yang strategis sebagai penghubung antara petani dan pasar. Dalam kondisi pasokan melimpah, pengepul cenderung menekan harga beli dari petani, sedangkan saat pasokan terbatas, mereka bisa menaikkan harga tinggi. Praktik seperti menahan barang untuk menciptakan kelangkaan juga kerap terjadi, sehingga harga cabai menjadi tidak stabil. Dengan demikian, peran pengepul sangat dominan dalam membentuk naiknya harga cabai di pasaran. Kondisi ini menimbulkan ketidakadilan dalam distribusi keuntungan serta melemahkan kesejahteraan petani, dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah, mekanisme pasar yang menyebabkan naik turunnya harga karena faktor alamiah seperti panen raya, cuaca, dan permintaan konsumen adalah sesuatu yang wajar dan tidak dilarang. Namun, ketika naiknya harga terjadi karena adanya rekayasa harga oleh pengepul, misalnya dengan menekan harga beli dari petani atau menimbun hasil panen untuk menaikkan harga di pasar dan mempermainkan harga cabai sesuka hati ketika pasokan menurun atau permintaan meningkat, Praktik ini dalam hukum Islam tergolong sebagai ihtikar (penimbunan) dan bentuk ketidakadilan dalam transaksi (gharar), karena menimbulkan dharar (kerugian) bagi petani dan konsumen. Padahal, Islam menekankan bahwa setiap kegiatan ekonomi harus dijalankan berdasarkan prinsip keadilan (al- ‘adl) dan kemaslahatan (maslahah), bukan hanya untuk kepentingan segelintir pelaku pasar. ABSTRACT Chili is one of the vegetable commodities that is widely cultivated by farmers in Indonesia because it has a high selling price and has several health benefits, one of which is the substance capsaicin which functions in controlling cancer. Apart from that, the vitamin C content in chilies is high enough to meet everyone's daily needs, but it must be consumed in moderation to avoid sto The formulation that can be drawn from this background mach pain. is how the rise and fall of chili prices are influenced by collectors and how the rise and fall of chili prices in the review of Sharia economic law is influenced by collectors. The research method used is field research, namely research carried out intensively and in detail on a desired object by studying various data that strengthen or support a case. The results of the study show that fluctuations in chili prices in the market are not only caused by weather and harvest factors, but are also influenced by the role of collectors. Collectors play a role in the fluctuation of chili prices because of their strategic position as a link between farmers and the market. When supply is abundant, middlemen tend to suppress the purchase price from farmers, while when supply is limited, they can raise prices significantly. Practices such as withholding goods to create scarcity are also common, causing chili prices to become unstable. Thus, middlemen play a very dominant role in driving up chili prices in the market. This situation creates unfairness in the distribution of profits and undermines the welfare of farmers. In the Review of Sharia Economic Law, market mechanisms that cause prices to fluctuate due to natural factors such as bumper harvests, weather, and consumer demand are considered normal and not prohibited. However, when price increases occur due to price manipulation by collectors, for example by suppressing purchase prices from farmers or hoarding crops to raise market prices and manipulating chili prices at will when supply decreases or demand increases, this practice is classified in Islamic law as ihtikar (hoarding) and a form of injustice in transactions (gharar), because it causes dharar (harm) to farmers and consumers. In fact, Islam emphasizes that every economic activity must be carried out based on the principles of justice (al-'adl) and benefit (maslahah), not just for the interests of a handful of market players.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Nov 2025 07:31 |
| Last Modified: | 11 Nov 2025 07:31 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41511 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


