Mela, Arisa (2025) KOMUNIKASI ISLAM DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK IBADAH SHOLAT KEPADA ANAK TUNARUNGU DI KOMUNITAS SAHABAT DIFABEL LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (6MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keterbatasan anak tunarungu dalam menerima pendidikan agama, khususnya praktik ibadah sholat yang membutuhkan pemahaman gerakan, bacaan, dan ketepatan waktu. Keterbatasan dalam pendengaran menyebabkan anak tunarungu kesulitan mengikuti pembelajaran ibadah sebagaimana anak pada umumnya, sehingga dibutuhkan strategi komunikasi yang inklusif dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi Islam yang diterapkan oleh pengajar dalam pelaksanaan praktik ibadah sholat kepada anak tunarungu di Komunitas Sahabat Difabel Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan sifat penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan di Komunitas Sahabat Difabel Lampung untuk memahami proses komunikasi Islam dalam pelaksanaan praktik ibadah sholat kepada anak tunarungu. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder, data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 10 orang, meliputi 1 pembina, 1 ketua umum, 4 pengajar, dan 4 orang tua dari anak tunarungu, sedangkan data sekunder diperoleh dari arsip kegiatan, dokumen organisasi, serta literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan praktik ibadah sholat, wawancara mendalam, dan dokumentasi berupa arsip maupun foto, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi, dengan teori komunikasi Islam dan praktik ibadah sholat sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi Islam dalam pelaksanaan praktik ibadah sholat kepada anak tunarungu berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu pengiriman pesan, penyampaian pesan, media yang digunakan, penerima pesan, dan umpan balik. Pada tahap pengiriman pesan, pengajar menyusun materi yang menyesuaikan dengan kondisi anak. Penyampaian pesan dilakukan melalui keteladanan, demonstrasi gerakan sholat, dan pembimbingan langsung dengan sikap lembut dan sabar. Penggunaan media visual, bahasa isyarat, teks, dan gambar berperan penting dalam membantu anak memahami pesan. Anak tunarungu sebagai penerima pesan mampu menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan ibadah secara bertahap. Sementara itu, tahap umpan balik terlihat dari pembiasaan sholat berjamaah dan pendampingan yang melibatkan orang tua di rumah. Kata Kunci: Komunikasi Islam, Anak Tunarungu, Praktik Sholat ii ABSTRACT This research is motivated by the limitations of deaf children in receiving religious education, particularly in the practice of prayer (sholat), which requires understanding of movements, recitations, and punctuality. Hearing impairments cause deaf children to face difficulties in learning religious practices compared to other children, thereby requiring an inclusive communication strategy that is consistent with Islamic values. The purpose of this study is to explore how Islamic communication is applied by instructors in the implementation of prayer practices for deaf children at Komunitas Sahabat Difabel Lampung. This study is field research with a descriptive nature and a qualitative approach, conducted at the Komunitas Sahabat Difabel Lampung to understand the process of Islamic communication in the implementation of prayer practices for deaf children. The data sources consist of primary and secondary data. Primary data were obtained through observation, interviews, and documentation with informants determined using purposive sampling, consisting of 10 people, including 1 mentor, 1 general chairman, 4 teachers, and 4 parents of deaf children. Secondary data were collected from activity archives, organizational documents, and relevant literature. Data collection techniques included observation of prayer practice activities, in-depth interviews, and documentation in the form of archives and photos, while data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing or verification, with Islamic communication theory and prayer practice as the analytical foundation. The results of the study show that the process of Islamic communication in the implementation of prayer practices for deaf children takes place through five main stages: message delivery, message conveying, media utilization, message reception, and feedback. In the message delivery stage, teachers prepare learning materials that are adjusted to the condition of the children. The message conveying stage is carried out through role modeling, demonstration of prayer movements, and direct guidance with gentle and patient attitudes. The use of visual media, sign language, texts, and images plays an important role in helping the children understand the messages. Deaf children as message recipients are able to show gradual improvement in understanding and performing religious practices. Meanwhile, the feedback stage is reflected in the habituation of congregational prayers and mentoring that involves the participation of parents at home. Keywords: Islamic Communication, Deaf Children, Prayer Practice
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 11 Nov 2025 03:52 |
| Last Modified: | 11 Nov 2025 03:52 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41493 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


