: Yudha, Tri Laksana (2025) REPRESENTASI TA’ARUF DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH (Studi di Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Perkawinan adalah perjanjian suci yang bertujuan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah sesuai ajaran Islam. Salah satu jalan menuju pernikahan yang ideal menurut Islam adalah ta’aruf, yakni proses perkenalan yang dilandasi oleh nilai-nilai syariat dan norma agama. Meskipun demikian, dalam era modern, media massa seperti drama dan web series turut mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap proses ta’aruf. Dalam penelitian ini difokuskan untuk mengkaji bagaimana ta’aruf dipraktikkan serta bagaimana media turut membentuk persepsi jamaah terhadap proses tersebut. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pengaruh media drama pada praktik ta’aruf di majelis taklim hikmatul muntadiin dan Bagaimana representasi ta’aruf dalam mewujudkan keluarga sakinah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan praktisi ta’aruf dan pengurus Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin, sedangkan data sekunder diperoleh dari al-Qur'an, hadist, buku, jurnal, serta dokumen lain yang relevan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses ta’aruf yang dilaksanakan oleh para jamaah Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin merupakan bentuk ikhtiar yang sesuai syariat Islam dalam membangun fondasi keluarga sakinah. Ta’aruf dilakukan secara sederhana namun bermakna, melibatkan peran pihak ketiga sebagai pengawas agar tetap menjaga adab dan batasan sesuai dengan syariat. Hasil dari proses ta’aruf ini menunjukkan bahwa pasangan yang menikah melalui jalur ini cenderung lebih siap secara mental dan spiritual dalam menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga. Mereka memiliki kemampuan untuk mengelola konflik dengan cara yang lebih bijaksana berkat pondasi agama yang kuat. Selain itu, media drama seperti web series seperti "Santri Pilihan Bunda", menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi persepsi jamaah tentang ta’aruf. Tayangan ini memberikan pemahaman bahwa ta’aruf adalah alternatif Islami yang dapat membantu menghindari budaya pacaran yang rentan terhadap pelanggaran syariat. Walaupun begitu, para jamaah tetap menyadari bahwa tantangan dalam rumah tangga tetap ada, dan ta’aruf hanyalah langkah awal yang memerlukan komitmen lanjutan untuk menciptakan keluarga yang sakinah. Kata Kunci: Ta’aruf, Keluarga Sakinah, Majelis Taklim, Media Drama, Representasi. iv ABSTRACT Marriage is a sacred covenant aimed at establishing a family that embodies sakinah, mawaddah, and rahmah in accordance with Islamic teachings. One of the ideal paths to marriage in Islam is ta’aruf, a process of introduction grounded in sharia values and religious norms. However, in the modern era, mass media such as dramas and web series have influenced public perceptions of the ta’aruf process. This study focuses on examining how ta’aruf is practiced and how media shapes the perceptions of the congregation regarding this process. The issues explored in this research are: How does media drama influence the practice of ta’aruf at Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin And how is ta’aruf represented in the effort to achieve a sakinah family. This study employs field research with a descriptive qualitative approach. Primary data were collected through in-depth interviews with ta’aruf practitioners and administrators of Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin, while secondary data were obtained from the Qur’an, hadith, books, journals, and other relevant documents. Based on the findings, it can be concluded that the ta’aruf process implemented by members of Majelis Taklim Hikmatul Mubtadiin represents an effort aligned with Islamic sharia in laying the foundation for a sakinah family. The ta’aruf process is carried out simply but meaningfully, involving a third party to ensure that etiquette and religious boundaries are respected. The results indicate that couples who marry through this method tend to be more mentally and spiritually prepared to face the challenges of married life. They demonstrate stronger conflict management skills due to their solid religious foundation. Furthermore, media dramas such as the web series “Santri Pilihan Bunda” have also influenced the congregation’s perception of ta’aruf. These shows offer the view that ta’aruf is an Islamic alternative that helps avoid pre-marital relationships that often violate religious principles. Nevertheless, the congregation remains aware that marital challenges still exist, and that ta’aruf is merely the first step—requiring continuous commitment to truly achieve a sakinah family. Keywords: Ta’aruf, Sakinah Family, Majelis Taklim, Media Drama, Representation.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 06 Nov 2025 04:37 |
| Last Modified: | 06 Nov 2025 04:37 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41424 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


