RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAKWAH SALAFUS SHALIH DI DUSUN 2 DESA WAY HUWI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

NUR, HIDAYAH SHOLEHAH (2025) RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAKWAH SALAFUS SHALIH DI DUSUN 2 DESA WAY HUWI KECAMATAN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of SKRIPSI (BAB I-II, DAPUS & LAMPIRAN).pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Resepsi Masyarakat terhadap Dakwah Salafus Shalih di Dusun 2 Desa Way Huwi Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana masyarakat Dusun 2 merespons dakwah Salafus Shalih, baik melalui penerimaan maupun penolakan. Dakwah Salafus Shalih dipahami sebagai upaya pemurnian Islam yang berlandaskan Al-Qur‘an dan Sunnah sesuai pemahaman generasi awal umat Islam (salafus shalih). Kehadirannya kerap menimbulkan dinamika sosial, khususnya ketika bersentuhan dengan tradisi keagamaan lokal yang sudah lama dipraktikkan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Angket melibatkan 25 responden sebagai gambaran umum resepsi masyarakat. Data primer diperoleh dari wawancara dengan tokoh agama, jamaah Salafus Shalih, dan masyarakat setempat, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan dokumen yang relevan. Analisis dilakukan dengan pendekatan sosiologis, fenomenologis, dan psikologis untuk memahami resepsi masyarakat dalam konteks sosial, budaya, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi masyarakat Dusun 2 Desa Way Huwi terhadap dakwah Salafus Shalih dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Tingkat pendidikan memberikan perbedaan dalam cara menerima dakwah: masyarakat dengan pendidikan menengah ke atas cenderung menafsirkan dengan lebih kritis, sementara masyarakat dengan pendidikan dasar lebih menerima secara praktis. Faktor sosial dan budaya juga berperan, terutama tradisi keagamaan seperti tahlilan dan yasinan yang masih dijaga sebagian masyarakat sehingga memunculkan sikap negosiasi bahkan penolakan terhadap dakwah Salafus Shalih. Di sisi lain, pengaruh media dakwah baik melalui kajian langsung maupun media sosial mendorong sebagian masyarakat untuk lebih mudah menerima ajaran yang disampaikan. Dengan demikian, resepsi masyarakat terbagi dalam tiga bentuk, yaitu penerimaan penuh terhadap dakwah Salafus Shalih, penerimaan dengan penyesuaian terhadap tradisi lokal, dan penolakan karena dianggap tidak sejalan dengan budaya keagamaan yang sudah ada. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor pendidikan, sosial, dan budaya menjadi penentu utama dalam membentuk sikap masyarakat terhadap dakwah Salafus Shalih di Dusun 2 Desa Way Huwi. ABSTRACT This research, entitled “Community Reception toward the Da„wah of Salafus Shalih in Dusun 2, Way Huwi Village, Jati Agung District, South Lampung Regency”, aims to describe how the community of Dusun 2 responds to the da„wah of Salafus Shalih, either through acceptance or rejection. The da„wah of Salafus Shalih is understood as an effort to purify Islam based on the Qur‟an and Sunnah in accordance with the understanding of the earliest generations of Muslims (salafus shalih). Its presence often creates social dynamics, especially when it encounters local religious traditions that have long been practiced by the community. This study employed a qualitative descriptive method with a field research approach. Data were collected through questionnaires, interviews, observation, and documentation. The questionnaire involved 25 respondents to provide an overview of community reception. Primary data were obtained from interviews with religious leaders, Salafus Shalih congregation members, and local residents, while secondary data came from relevant literature and documents. The analysis applied sociological, phenomenological, and psychological approaches to understand community reception within its social, cultural, and educational contexts. This study found that the reception of the community in Dusun 2, Way Huwi Village, towards the da‟wah of Salafus Shalih is influenced by several key factors. The level of education creates differences in response: those with higher education tend to interpret the teachings more critically, while those with lower education accept them more practically. Social and cultural traditions, especially rituals such as tahlilan and yasinan, also shape the reception, leading to negotiation or even rejection of the da‟wah. On the other hand, the role of da‟wah media, both through direct sermons and social media, encourages wider acceptance among some community members. Therefore, the community‟s reception can be categorized into three forms: full acceptance of the da‟wah of Salafus Shalih, selective acceptance with adjustments to local traditions, and rejection due to incompatibility with established religious practices. These findings indicate that education, social, and cultural factors are the main determinants of how the community perceives the da‟wah of Salafus Shalih in Dusun 2, Way Huwi Village.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 Nov 2025 05:02
Last Modified: 05 Nov 2025 05:02
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41400

Actions (login required)

View Item View Item