UPAYA MAJELIS HAKIM TIDAK MEMPERMUDAH TERJADINYA PERCERAIAN PADA PROSES PERSIDANGAN GUGATAN CERAI (Studi Putusan Pengadilan Agama Gunung Sugih Tahun 2021s.d. 2024)

KRISNA, ADITYA PRATAMA (2025) UPAYA MAJELIS HAKIM TIDAK MEMPERMUDAH TERJADINYA PERCERAIAN PADA PROSES PERSIDANGAN GUGATAN CERAI (Studi Putusan Pengadilan Agama Gunung Sugih Tahun 2021s.d. 2024). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 KRISNA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK KRISNA ADITYA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam terkhusus di bidang perceraian. Undang-undang perkawinan nasional menganut prinsip mempersukar terjadinya perceraian. Oleh karena itu asas mempersulit perceraian haruslah diterapkan secara maksimal agar angka perceraian yang terjadi dalam masyarakat dapat dikurangi, meskipun dalam kenyataannya perceraian masih sering terjadi dan asas mempersulit terjadinya perceraian seolah-olah tidak membantu sama sekali dalam menurunkan angka perceraian dalam masyarakat, hal ini dilihat dari banyaknya kasus perceraian yang sudah diputuskan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor terjadinya peningkatan perceraian pada Pengadilan Agama Gunung Sugih 2020-2023, (2) Untuk menganalisis upaya Majelis Hakim dalam mempersulit terjadinya perceraian pada Pengadilan Agama Gunung Sugih 2021-2024, (3) Untuk mengetahui efektifitas upaya Majelis Hakim dalam mempersulit terjadinya perceraian pada Pengadilan Agama Gunung Sugih 2021- 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang penelitiannya langsung terjun kelapangan, Sifat penelitian dalam skripsi ini adalah deskriptif analitik, yaitu suatu metode penelitian dengan mengumpulkan data-data kemudian disimpulkan. Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu data primer dan sekunder, data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian, baik melalui wawancara, observasi maupun laporan dalam bentuk dokumen tidak resmi yang kemudian diolah oleh peneliti. Data sekunder yaitu data yang di peroleh dari kumpulan buku-buku, Al-Quran, Hadist, jurnal ilmiah, dan hasil skripsi yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Faktor-faktor Peningkatan Perceraian di Pengadilan Agama Gunung Sugih diantaranya; Adanya perselisahan yang tidak berujung antara suami dan isteri, permasalahan ekonomi, pengabaian tanggung jawab baik dari suami ataupun isteri serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Gunung Sugih karena menyangkut kebutuhan akan legalisasi hukum akibat pengetatan administrasi negara. Adapun Upaya dalam Mempersulit Perceraian di Pengadilan Agama Gunung Sugih baik di dalam maupun diluar persidangan diantaranya; nasihat atau saran dari hakim kepada kedua belah pihak untuk dapat rukun kembali sebelum memulai persidangan, jalur mediasi antara kedua belah pihak. Adapun efektifitas dari upaya Majelis Hakim dalam mempersulit terjadinya perceraian dapat dilihat dari sedikitnya perkara yang diputus cerai dan banyaknya perkara perceraian yang dicabut dari daftar perkara atau berhasil didamaikan. Berdasarkan data kasus perceraian yang putus dari tahun 2021-2024 pada Pengadilan Agama Gunung Sugih apabila menimbang dari indikator yang ada maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam pelaksanaannya masih belum efektif. Hal ini diperlukan perhatian yang khusus oleh majelis hakim dalam pelaksanaan asas mempersulis terjadinya perceraian agar tidak terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. ABSTRACT The Religious Court has the authority to examine, decide, and resolve firstlevel cases among Muslims, particularly in matters of divorce. The national marriage law adheres to the principle of making divorce difficult to obtain. Therefore, this principle must be applied optimally in order to reduce the divorce rate in society. However, in practice, divorce still frequently occurs, and the principle of making divorce difficult seems to be ineffective, as evidenced by the large number of divorce cases that have been adjudicated. This study aims: (1) to identify and analyze the factors contributing to the increase of divorce cases at the Religious Court of Gunung Sugih from 2020 to 2023; (2) to analyze the efforts of the panel of judges in complicating the divorce process at the Religious Court of Gunung Sugih from 2020 to 2023; and (3) to assess the effectiveness of the panel of judges’ efforts in hindering divorce at the Religious Court of Gunung Sugih from 2021 to 2024. This research is a qualitative study, where the researcher directly engages in fieldwork. The nature of this thesis is descriptive-analytic, which is a research method involving the collection of data followed by analysis and conclusion. The study uses two types of data sources: primary and secondary data. Primary data is obtained directly from the research site through interviews, observations, or unofficial documents, which are then processed by the researcher. Secondary data is collected from books, the Qur’an, Hadith, scientific journals, and previous theses relevant to the research topic. The findings of this study indicate that the factors contributing to the increase of divorce cases in the Religious Court of Gunung Sugih include: unresolved conflicts between spouses, economic problems, neglect of responsibilities by either spouse, and the growing public awareness of the need for legal recognition due to stricter state administrative regulations. The efforts to hinder divorce, both inside and outside the courtroom, include: judges’ advice or suggestions to reconcile before the trial begins, mediation processes between both parties. The effectiveness of these efforts can be observed through the relatively low number of divorce verdicts and the high number of withdrawn or successfully reconciled cases. However, based on the divorce case data from 2021 to 2024, these efforts are still considered ineffective. This calls for greater attention from the panel of judges in implementing the principle of making divorce difficult, in order to prevent the trend from continuing in future years.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 05 Nov 2025 04:03
Last Modified: 05 Nov 2025 04:03
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41388

Actions (login required)

View Item View Item