ZIKRI, NANDA (2025) KONSELING INDIVIDU DALAM MENGEMBANGKAN SELF ESTEEM PASIEN PENYANDANG DISABILITAS MENTAL SKIZOFRENIA DI YAYASAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS SAHABAT JIWA NATAR. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Skizofrenia adalah salah satu gangguan kejiwaan yang cukup berat dan menunjukkan adanya disorganisasi atau kemunduran fungsi kepribadian, sehingga menyebabkan disability atau ketidakampuan. Skizofrenia suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal, serta memecahkan masalah. Yayasan lembaga kesejahteraan sosial penyandang disabilitas Sahabat Jiwa Natar, memberikan catatan tentang latar belakang yang menyebabkan pasiennya mengalami gangguan jiwa, diantaranya yaitu beban ekonomi, pemakaian Narkoba, perselingkuhan dalam rumah tangga, kurangnya kasih sayang dari orang tua brokenhome dan lain sebagainya. Dalam proses pelaksanaan bagi pasien skizofrenia di Yayasan lembaga kesejahteraan sosial penyandang disabilitas Sahabat Jiwa Natar, disamping pemberian obat atau terapi komunikasi terapeutik, dan berbagai kegiatan-kegiatan positif, bimbingan agama juga menjadi bagian terpenting yang bisa membantu proses penyembuhan pasien. Maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah Konseling Individu Dalam Mengembangkan Self Esteem Pasien Penyandang Disabilitas Mental Skizofrenia Di Yayasan Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disabilitas Sahabat Jiwa Natar. Metode Penelitian ini adalah kualitatif, bersifat deskriptif dengan menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria sumber data dalam penelitian ini, yang terdiri dari pasien skizofrenia yang ada diyayasan lembaga kesejahteraan sosial penyandang disabilitas sahabat jiwa natar, yang terdiri dari 61 pasien 42 laki-laki dan 19 perempuan. Yang menjadi sampel 5 pasien yang terdiri dari laki-laki dan 2 perempuan, karena mengidap penyakit skizofrenia yang dianggap relavan sebagai sumber data yang dibutuhkan, berusia diatas 18 tahun sampai dengan 70 tahun, kondisi pasien yang sudah mulai membaik, lama waktu pasien diagnosis dengan skizofrenia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individu pada pasien penyandang disabilitas mental skizofrenia dibagi menjadi tiga yakni: (1) Tahap awal, yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan meliputi penetapan materi layanan, sasaran kegiatan, tujuan yang akan dicapai, serta persiapan waktu dan tempat. (2) Tahap inti, mencakup pemberian materi, serta proses kegiatan bimbingan agama itu sendiri. (3) Tahap akhir, yaitu kegiatan Konsultasi psikiater untuk lebih mengetahui tingkat gangguan jiwa yang dialami oleh pasien skizofrenia serta kegiatan bimbingan keagamaan dinilai memberikan hasil yang baik dan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, hal ini dapat dilihat dari perubahan positif yang dialami oleh mereka, diantaranya yaitu pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab, rajin beribadah, kepercayaan diri yang lebih baik dan hal-hal positif lainnya. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan dalam berpikir secara rasional dan bertingkah laku yang baik. Dengan Upaya memberikan konsultasi kepsikiater dan bimbingan agama bagi pasien skizofrenia diharapkan bisa membantu dalam proses kesembuhan bagi pasien skizofrenia dapat memberikan efek tenang dan membantu proses penyembuhan bagi pasien.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Konseling Islam |
| Divisions: | Psikologi Islam > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 04:23 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 04:23 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


