ANNISA, DWI UTAMA (2025) NILAI-NILAI ISLAM TERHADAP TRADISI NGANTAK PENJALANG DALAM MEMPERERAT SILATURAHMI ADAT MASYARAKAT DUSUN PADANG CERMIN KABUPATEN PESISIR BARAT. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (5MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Tradisi Ngantak Penjalang merupakan kebiasaan turun-temurun masyarakat dalam melakukan kunjungan ke rumah sanak keluarga dan tetangga menjelang bulan Ramadan atau Idul Fitri.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan macam-macam nilai-nilai islam yang terkandung dalam tradisi ngantak penjalang pada masyarakat Dusun Padang Cermin Kecamatan Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research dengan sifat penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Adapun sumber data penelitian yaitu sumber data primer menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, berdasarkan ciri sumber data primer adalah 3 orang tokoh adat tradisi dan 3 orang masyarakat tradisi dan Metode Pengumpulan Data dalam penelitian yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu Miles&Huberman melalui,reduksi data penyajian data serta penrikan kesimpulan. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori macam-macam nilai Islam dan menjaga hubungan silaturahmi dengan baik Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngantak Penjalang yang dijalankan oleh masyarakat Dusun Padang Cermin memiliki keterkaitan yang erat dengan nilai-nilai Islam. Tradisi ini secara nyata mengandung dan mengamalkan lima macam nilai Islam, yaitu: nilai sosial, nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai moral, dan nilai agama. Nilai sosial tercermin dalam kegiatan saling mengunjungi antar keluarga dan tetangga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial. Nilai kebenaran tampak dari keikhlasan dan keterbukaan hati masyarakat saat menyampaikan permintaan maaf dan memperbaiki hubungan yang renggang. Nilai keindahan muncul dari adab berkunjung yang rapi, sambutan yang ramah, dan suasana silaturahmi yang hangat. Nilai moral terlihat dari sikap saling menghormati, rendah hati, dan menjaga sopan santun selama kegiatan berlangsung. Adapun nilai agama menjadi dasar utama tradisi ini, karena masyarakat meyakini bahwa menjalin silaturahmi merupakan perintah Allah SWT dan anjuran Rasulullah SAW yang membawa keberkahan hidup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tradisi Ngantak Penjalang bukan sekadar kegiatan adat, tetapi merupakan praktik nyata dari nilai-nilai ajaran Islam yang menyatu dengan budaya lokal masyarakat Dusun Padang Cermin. Tradisi ini menjadi sarana penting dalam membina hubungan sosial yang harmonis, memperkuat nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, serta membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia. Pelestarian tradisi ini tidak hanya mempertahankan identitas budaya, tetapi juga memperkuat fondasi kehidupan sosial yang Islami dan penuh makna. ABSTRACT The Ngantak Penjalang tradition is a hereditary custom of the community in visiting relatives and neighbors’ houses before the month of Ramadan or Eid al-Fitr. The purpose of this research is to describe the various Islamic values contained in the Ngantak Penjalang tradition among the people of Padang Cermin Hamlet, Karya Penggawa District, Pesisir Barat Regency. This research is a type of field research with a descriptive nature and a qualitative approach. The data sources consist of primary data obtained using purposive sampling with specific criteria, namely 3 traditional leaders and 3 community members involved in the tradition. The data collection methods used in this study are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique employed is Miles & Huberman’s model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The theory applied in this research is the concept of Islamic values and the importance of maintaining good relationships through silaturahmi. The research findings show that the Ngantak Penjalang tradition practiced by the people of Padang Cermin Hamlet is closely related to Islamic values. This tradition evidently contains and practices five types of Islamic values: social values, truth values, aesthetic values, moral values, and religious values. Social values are reflected in the activity of visiting family and neighbors as a form of care and social solidarity. Truth values are shown through sincerity and openness when asking for forgiveness and reconciling strained relationships. Aesthetic values appear in neat visiting manners, warm hospitality, and a friendly atmosphere of silaturahmi. Moral values are visible in mutual respect, humility, and politeness throughout the tradition. Religious values serve as the foundation of this practice, as the community believes that maintaining silaturahmi is a command from Allah SWT and an encouragement from the Prophet Muhammad SAW, bringing blessings in life. Thus, it can be concluded that the Ngantak Penjalang tradition is not merely a cultural practice, but also a real implementation of Islamic values that integrate with the local culture of the Padang Cermin community. This tradition serves as an important means of fostering harmonious social relations, strengthening religious values in daily life, and shaping a community with noble character. Preserving this tradition not only maintains cultural identity but also reinforces the foundation of an Islamic and meaningful social life.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 02:45 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 02:45 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41295 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


