Ramadha, Desfi Andini (2025) ANALISIS MODERASI BERAGAMA PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Moderasi beragama merupakan konsep yang menekankan keseimbangan dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama, menghindari sikap ekstrem, baik dalam bentuk liberalisme yang berlebihan maupun fanatisme yang sempit. Yusuf Al-Qardhawi, sebagai salah satu ulama kontemporer, banyak membahas moderasi beragama (wasathiyah) dalam berbagai karyanya, menekankan pentingnya keseimbangan antara teks dan konteks, serta antara tradisi dan modernitas. Dalam konteks pendidikan agama Islam, konsep moderasi beragama menjadi sangat relevan, mengingat tantangan globalisasi dan berbagai pemahaman ekstrem yang dapat mempengaruhi peserta didik. Oleh karena itu, analisis terhadap moderasi beragama dalam perspektif Yusuf Al-Qardhawi dan relevansinya terhadap pendidikan agama Islam menjadi penting untuk dikaji guna membangun pemahaman agama yang inklusif, toleran, dan sesuai dengan prinsip Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kepustakaan (library research), karena pengumpulan datanya berdasarkan pada teks-teks pustaka. Penelitian kepustakaan (library research) adalah sebuah penelitian yang diarahkan atau difokuskan untuk membahas dan menelaah bahan-bahan pustaka, baik yang berupa buku, jurnal serta karya ilmiah lain yang memiliki relevansi dengan pembahasan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini memakai sumber data primer (pokok) dan sekunder (penunjang atau pendukung). Sifat penelitian berupa deskriptif kualitatif dimana metode yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek seusai apa adanya, data yang diperoleh kemudian di analasis dengan teknik analisis isi (content analysis). Dari analisis moderasi beragama dalam perspektif Yusuf Al Qardhawi, dapat disimpulkan bahwa konsep wasathiyah yang beliau tawarkan menekankan keseimbangan dalam memahami ajaran Islam, menghindari ekstremisme, serta mendorong sikap toleran dan inklusif. Prinsip-prinsip ini sangat relevan dalam konteks pendidikan agama Islam, di mana peserta didik perlu dibekali dengan pemahaman yang moderat agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman mereka. Dengan menerapkan nilai-nilai moderasi ii beragama dalam pendidikan, diharapkan tercipta generasi Muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sikap yang toleran, damai, dan mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Kata Kunci : Moderasi Beragama, Yusuf Al-Qardhawi, Pendidikan Agama Islam iii ABSTRACT Religious moderation is a concept that emphasizes balance in understanding and practicing religious teachings, avoiding extreme attitudes, both in the form of excessive liberalism and narrow fanaticism. Yusuf Al-Qardhawi, as one of the contemporary scholars, discusses religious moderation (wasathiyah) a lot in his various works, emphasizing the importance of balance between text and context, as well as between tradition and modernity. In the context of Islamic religious education, the concept of religious moderation becomes very relevant, considering the challenges of globalization and various extreme understandings that can influence students. Therefore, an analysis of religious moderation in the perspective of Yusuf Al-Qardhawi and its relevance to Islamic religious education is important to study in order to build an inclusive, tolerant understanding of religion, and in accordance with the principles of Islam which is rahmatan lil 'alamin. This research is categorized as library research, because the data collection is based on library texts. Library research is research that is directed or focused on discussing and examining library materials, whether in the form of books, journals and other scientific works that have relevance to the research discussion. The data sources in this research use primary (main) and secondary (supporting) data sources. The nature of the research is descriptive qualitative where the method seeks to describe and interpret objects as they are, the data obtained is then analyzed using content analysis techniques. From the analysis of religious moderation in the perspective of Yusuf Al-Qardhawi, it can be concluded that the concept of wasathiyah that he offers emphasizes balance in understanding Islamic teachings, avoiding extremism, and encouraging tolerant and inclusive attitudes. These principles are very relevant in the context of Islamic religious education, where students need to be equipped with a moderate understanding in order to be able to face the challenges of the times without losing their Islamic identity. By implementing the values of religious moderation in education, it is hoped that a generation of Muslims will be created who are not only intellectually iv intelligent, but also have a tolerant, peaceful attitude, and are able to contribute positively to community life in accordance with the values of Islam which is rahmatan lil 'alamin. Keywords: Religious Moderation, Yusuf Al-Qardhawi, Islamic Religious Education
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan Agama islam |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 07:16 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 07:16 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41285 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


