DWI, KUNCAHYATI (2025) ANALISIS PROFIT SHARING DALAM PENGELOLAAN MODAL USAHA NELAYAN DALAM PERSPEKTIF AKAD MUDHARABAH (Studi pada Nelayan Desa Sumber Agung Kec. Ngambur Kab. Pesisir Barat). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji sistem bagi hasil dalam pengelolaan modal usaha nelayan di Desa Sumber Agung, Kecamatan Ngambur, dengan menggunakan perspektif akad mudharabah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pola kerja sama antara pemilik modal (juragan) dan nelayan (anak buah) dalam aktivitas penangkapan ikan, yang selama ini dilakukan berdasarkan kesepakatan lisan dan adat setempat. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan hasil, menilai kesesuaiannya dengan prinsip mudharabah, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan pengangguran yang sama tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan informan dari kalangan pemilik perahu, nelayan, serta masyarakat sekitar. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penar. Adapun populasi penelitian ini berjumlah 135 orang , terdiri dari 120 nelayan dan 15 pemilik bagan , dengan pengambilan sampel sebesar 10% . Sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 12 orang buruh nelayan dan 5 orang pemilik bagan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem bagi hasil di Desa Sumber Agung umumnya menggunakan pola 50:50 atau 60:40 yang disepakati secara lisan. Praktik tersebut secara substantif telah memenuhi rukun dan syarat sah akad mudharabah, namun masih terdapat kelemahan, khususnya pada aspek transparansi laporan keuangan, ketiadaan akad tertulis, serta potensi ketidakadilan dalam pembagian hasil. Selain itu, faktor risiko usaha seperti cuaca, fluktuasi harga ikan, dan keterbatasan modal juga menjadi kendala dalam keinginan kerja yang sama. Kesimpulannya, sistem bagi hasil yang diterapkan nelayan Desa Sumber agung sudah mendekati prinsip mudharabah, namun perlu adanya perbaikan melalui penerapan akad tertulis, peningkatan transparansi keuangan, serta penguatan manajemen usaha agar kerja sama lebih adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.ABSTRACT This research discusses the profit-sharing system in managing fishermen‟s business capital in Sumber Agung Village, Ngambur District, from the perspective of the mudharabah contract. The foundation of this research is rooted in the importance of cooperation patterns between capital owners (juragan) and fishermen (crew) in fishing activities, which have so far been carried out based on verbal agreements and local customs. The purpose of this research is to analyze the mechanism of profit-sharing implementation, assess its conformity with mudharabah principles, and identify the supporting and inhibiting factors within the practice. The study employed a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation, involving boat owners, fishermen, and community members as informants. The process of data analysis included data reduction, data display, and drawing conclusions. The research population consisted of 135 individuals, comprising 120 fishermen and 15 boat owners. From this population, 10% was selected as the sample, resulting in 12 fishermen and 5 boat owners being included in the study. The results show that the profit-sharing system in Sumber Agung Village generally applies a 50:50 or 60:40 pattern agreed upon verbally. In substance, this practice has fulfilled the pillars and legal requirements of mudharabah, yet weaknesses remain, particularly in terms of financial transparency, the absence of written contracts, and potential injustice in distribution. Moreover, business risks such as weather conditions, fluctuations in fish prices, and limited capital also hinder effective cooperation. In conclusion, the profit-sharing system applied by fishermen in Sumber Agung Village is relatively aligned with mudharabah principles; however, improvements are needed through the implementation of written agreements, enhanced financial transparency, and stronger business management to ensure more equitable, sustainable cooperation in accordance with Islamic economic principles.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbankan Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 27 Oct 2025 04:11 |
| Last Modified: | 27 Oct 2025 04:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41218 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


