IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN REMAJA USIA SEKOLAH UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PERNIKAHAN DINI OLEH KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TERBANGGI BESAR DI MAN 1 LAMPUNG TENGAH.

NURUL, FATIMAH (2025) IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN REMAJA USIA SEKOLAH UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PERNIKAHAN DINI OLEH KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TERBANGGI BESAR DI MAN 1 LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 NURUL.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI NURUL FATIMAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Seperti yang diketahui bahwa permasalahan pernikahan dini bukanlah hal baru di Indonesia saat ini, melainkan menjadi isu social yang sering terjadi di kalangan remaja. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat sekitar untuk membantu para remaja menikah pada usia yang tepat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang. Dalam hal ini salah satu upaya pemerintah untuk menekan jumlah terjadinya pernikahan dini adalah mengadakan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan (filed research) yang dimana bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yaitu 1 Kepala KUA Kec. Terbanggi Besar, 1 Kepala Sekolah MAN 1 Lampung Tengah, 4 Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Terbanggi Besar, 3 Guru Bimbingan dan Konseling MAN 1 Lampung Tengah dan 4 Siswa kelas XII MAN 1 Lampung Tengah. Pengambilan seluruh sampel 13 orang menggunakan teknik purposive sampling adalah teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku, dokumen, internet dan media cetak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu dalam Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) merupakan program kegiatan yang dirancang untuk memberikan bimbingan dan dukungan kepada remaja yang sedang menempuh pendidikan di sekolah. Program ini bertujuan untuk membantu remaja dalam mengembangkan potensi diri, menghadapi berbagai tantangan serta mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai aspek kehidupan mereka, baik akademik, sosial, emosional, maupun karir.Pandangan sekolah dan siswa-siswi yang mengikuti program tersebut menganggap bahwa program BRUS tersebut sangat berpengaruh pada mereka. Sebelumnya mereka yang tidak mengetahui tentang aturan pernikahan, batas minimal usia menikah, bahayanya menikah di bawah umur dan kenakalan-kenakalan remaja serta cara menghadapinya kemudian setelah mereka mengikuti sosialisasi program BRUS oleh KUA mereka menjadi sadar dan paham mengenai aturan pernikahan dan cara menghadapinya di zaman sekarang. Kata Kunci: Implementasi, BRUS, Pernikahan Dini. ABSTRACT As it is known, the issue of early marriage is not a new problem in Indonesia today, but rather a social issue that frequently occurs among teenages. Therefore, it is important for parents and the surrounding communityto assist teenagers in marrying at the appropriate age according to legal provisions. In this regard, one of the government's efforts to reduce the incidence of early marriage is to establish the School Age Youth Guidance Program (BRUS). This type of research is field research that is descriptive qualitative in nature. The primary data sources in this study consist of 13 individuals, namely 1 Head of the Religious Affairs Officein Terbanggi Besar District,1 Head of MAN 1 Central Lampung, 4 Islamic Religious Counselors from the Religious Affairs Office in Terbanggi Besar District and 4 students of grade XII of MAN 1 Lampung Tengah. The total sample taken was 13 people due to the use of purposive sampling technique, which is a data collection technique with certain considerations. Meanwhile, the secondary data sources in this study were obtained from books, documents, the internet, and print media. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used was the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that the School-Aged Youth Guidance Program (BRUS) is a program designed to provideguidance and support to adolescents who are currently pursuing their education in school. This program aims to help teenagers develop their potential, face various challenges, and make the right decisions in various aspects of their lives, including academic, social, emotional, and career. The views of the school and students of MAN 1 Lampung Tengah who participated in the program consider that the BRUS program has had a significant impact on them. Previously, they were unaware of marriage regulations, the minimum age for marriage, the dangers of underage marriage, and juvenile delinquency and how to cope with it. However, after participating in the BRUS program socialization conducted by KUA, they became aware and understood marriage regulations and how to deal with them in today's era. Keywords: Implementation, BRUS, Early Marriage.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling Islam
Divisions: Psikologi > Psikologi Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 14 Oct 2025 03:32
Last Modified: 14 Oct 2025 03:32
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/41047

Actions (login required)

View Item View Item