PRAKTIK BAGI HASIL PENGELOLAAN KEBUN PISANG PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Pada Desa Mulya Jaya Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan)

ROMI, SATRIA (2025) PRAKTIK BAGI HASIL PENGELOLAAN KEBUN PISANG PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Pada Desa Mulya Jaya Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of new PUSAT 1 2 ROMI.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of new SKRIPSI CETAK ROMI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Praktik bagi hasil yang dilakukan masyarakat Desa Mulya Jaya dengan sistem pengelolaan kebun pisang dengan bagi hasil setelah penjualan buah pisang. Dalam kesepakatan antara pemilik lahan dan pengelola, hasil penjualan dibagi secara merata, yaitu 50% untuk pemilik kebun dan 50% untuk pengelola. Tetapi dalam praktiknya, beberapa kali terjadi kecurangan dalam penjualan hasil panen, seperti menjual hasil panen buah pisang secara diam-diam dan menyebabkan kerugian yang sepenuhnya ditanggung oleh pemilik kebun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Praktik Bagi Hasil Pengelolaan Kebun Pisang di Desa Mulya Jaya Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan, bagaima Praktik Bagi Hasil Pengelolaan Kebun Pisang di Desa Mulya Jaya Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis sistem bagi hasil dalam pengelolaan kebun pisang di Desa Mulya Jaya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik dan pengelola kebun, serta dokumen seperti perjanjian kerja sama dan laporan panen. Analisis data dilakukan dengan menyusun, mengolah, dan menarik kesimpulan dari informasi yang diperoleh. Untuk memastikan keakuratan data dari berbagai sumber dibandingkan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sistem bagi hasil serta dampaknya bagi pemilik lahan dan pengelola. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan sistem bagi hasil kebun pisang yang di lakukan di Desa Mulya Jaya adalah sistem bagi hasil dengan dasar keadilan dimana akad yang di gunakan adalah akad musaqah dengan prinsip keadilan. Hasil panen dibagi secara merata, yaitu 50% untuk pemilik 50% untuk pengelola. Pengelola bertanggung jawab atas perawatan, sementara pemilik hanya menyediakan kebun pisang Kesepakatan ini dilakukan secara lisan tanpa paksaan. Perjanjian tersebut disanggupi oleh kedua belah pihak tanpa adanya paksaan. Menurut perspektif Hukum Ekonomi Syariah perjanjian yang dilakukan sudah memenuhi syarat dan rukun akan tetapi, hasil penelitian yang terjadi menunjukkan bahwa pengelolaan kebun pisang yang di Desa Mulya Jaya tidak berjalan dengan baik karena kurang nya kejujuran dan ketidaktransparanan dalam bagi hasil dan bertentangan dalam Hukum Ekonomi Syariah. Praktik tersebut merugikan pihak yang berhak dan melanggar prinsip akad yang sah menurut syariah. ABSTRACT The community of Mulya Jaya Village practices a profit-sharing system for managing banana plantations, which involves sharing the proceeds after the sale of the bananas. The agreement between the landowner and the manager stipulates that the proceeds are divided equally, with 50% going to the owner and 50% going to the manager. However, in practice, fraudulent harvest sales have occurred on several occasions, such as selling bananas secretly, resulting in losses borne entirely by the owner. The research questions are: What is the profitsharing system for managing banana plantations in Mulya Jaya Village, Rebang Tangkas District, Way Kanan Regency, and what is the profitsharing system for managing banana plantations in Mulya Jaya Village, Rebang Tangkas District, Way Kanan Regency, from a Sharia Economic Law perspective? This study used a field research method with a descriptive approach to analyze the profit-sharing system for managing banana plantations in Mulya Jaya Village. Data were collected through interviews with plantation owners and managers, as well as documents such as cooperation agreements and harvest reports. Data analysis was conducted by compiling, processing, and drawing conclusions from the information obtained. To ensure accuracy, data from various sources was compared. This study aims to understand the profit-sharing system and its impact on landowners and managers. The results of this study conclude that the banana plantation profit-sharing system in Mulya Jaya Village is based on fairness. The musaqah contract, based on the principle of fairness, is used. The harvest is divided equally, 50% for the owner and 50% for the manager. The manager is responsible for maintenance, while the owner only provides the banana plantation. This agreement was made verbally without coercion. Both parties agreed to it without any coercion. From the perspective of Sharia Economic Law, the agreement met the requirements and was considered harmonious. However, the research findings indicate that the management of the banana plantation in Mulya Jaya Village is not running well due to a lack of honesty and transparency in profitsharing, which contradicts Sharia Economic Law. This practice is detrimental to the entitled parties and violates the principles of a valid contract according to Sharia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 06 Oct 2025 07:55
Last Modified: 06 Oct 2025 07:55
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40935

Actions (login required)

View Item View Item