SOFA, DISTIA (2025) PEMAKAIAN OBAT PENUNDA HAID DALAM MELAKSANAKAN IBADAH HAJI DAN UMRAH TINJAUAN MAQASHID SYARIAH. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Ibadah haji dan umrah, ibadah haji merupakan serangkaian ibadah wajib bagi umat Muslim, pelaksanaannya sekali seumur hidup bagi orang yang mampu. Sedangkan untuk umrah hukumnya mutahabah yaitu baik untuk dikerjakan dan tidak diwajibkan, untuk pelaksanaan ibadah haji dan umrah memiliki syarat dan rukun yang sudah ditentukan. Dalam pelaksanaan ibadah haji ada rukun yang harus dipenuhi yaitu pelaksanaan thawaf ifadah, syarat melaksanakan ibadah thawaf ini adalah harus suci dari hadast besar dan hadast kecil. Oleh karena itu dengan perkembangan zaman yang sudah modern ini dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam bidang farmasi telah ditemukan obat untuk memperlambat atau menunda menstruasi sehingga wanita yang hendak melaksanakan ibadah thawaf mereka tidak perlu khawatir lagi dan bisa melaksankan rangkaian ibadah dengan tenang dan sempurna. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana mekanisme pemakaian obat penunda haid dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah jamaah Indonesia bidang kesehatan dan Perspektif hukum Islam? 2) Bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap pemakaian obat penunda haid bagi jamaah haji dan umrah Indonesia?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme pemakaian obat penunda haid dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah bidang kesehatan, serta untuk mengetahui tinjauan Maqashid Syariah terhadap pemakaian obat penunda haid bagi jamaah haji dan umrah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif analisis, yakni metode penelitian dengan mengumpulkan data pustaka, menganalisis, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme pemakaian obat penunda haid bagi jamaah haji dan umrah dan Perspektif hukum Islam, penggunaaan obat ini harus dilakukan dengan hati-hati dan berdasarkan anjuran tenaga kesehatan atau medis, karena dalam pemakaian pil penunda haid terdapat resiko efek samping dan kondisi kesehatan tertentu yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu dalam perspektif hukum Islam menurut para ulama fiqih kontemporer memperbolehkan mengkonsumsi obat tersebut dengan catatan tidak membahayakan diri dengan dan obat yang digunakan tidak mengandung bahan yang berbahaya. Kemudian dalam tinjauan Maqashid Syariah mempunyai lima prinsip yang mendasari aturan aturan syariat dalam mewujudkan kemaslahatan bagi umat manusia. Dalam penggunaan obat penunda haid dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah yang harus diperhatikan adalah kemaslahatannya, maka dari itu sesuai dengan prinsip maqashid syariah yaitu kemaslahatan maka yang terkait dengan kebolehan dalam mengkonsumsi obat tersebut pada prinsip maqashid syariah yaitu (hifdz al-nafs) menjaga jiwa dan (hifdz al-mal) menjaga harta. Kata Kunci : Ibadah Haji, Maqashid Syariah, Obat Penunda Haid dan Umrah. ABSTRACT The Hajj and Umrah pilgrimages: the Hajj is a series of obligatory rituals for Muslims, which must be performed once in a lifetime by those who are able. As for the Umrah, it is mutahabah, meaning that it is good to perform but not obligatory. There are certain requirements and pillars that must be fulfilled in order to perform the Hajj and Umrah. In performing the Hajj, there is an essential requirement that must be fulfilled, namely the performance of the Tawaf Ifadah. The condition for performing this Tawaf is that one must be ritually pure from both major and minor ritual impurities. Therefore, with the modern development of science and technology (IPTEK) in the field of pharmacy, a drug has been discovered to slow down or delay menstruation so that women who want to perform the thawaf ritual no longer need to worry and can perform the series of rituals calmly and perfectly. The issues examined in this study are 1) How does the mechanism of using menstruation delaying drugs in the implementation of Hajj and Umrah pilgrimage by Indonesian pilgrims work in the field of health and from the perspective of Islamic law? 2) How does Maqashid Syariah view the use of menstruation delaying drugs by Indonesian Hajj and Umrah pilgrims? The objectives of this study are to determine the mechanism of using menstruation delaying drugs in performing Hajj and Umrah in the field of health, and to determine the Maqashid Syariah review of the use of menstruation delaying drugs for Hajj and Umrah pilgrims. The method used in this study is qualitative, with a literature review (library research) approach. The research approach used by the researcher is descriptive analysis, which involves collecting literature data, analyzing, reading, and recording, as well as processing research materials. Based on the results of this study, it can be concluded that the mechanism of using menstruation delaying drugs for Hajj and Umrah pilgrims and the perspective of Islamic law, the use of these drugs must be done carefully and based on the advice of health or medical personnel, because the use of menstruation delaying pills carries the risk of side effects and certain health conditions that need to be considered. Therefore, from an Islamic legal perspective, according to contemporary fiqh scholars, it is permissible to consume these drugs as long as they do not harm oneself and do not contain harmful ingredients. Furthermore, in the Maqashid Syariah review, there are five principles that underlie the rules of Sharia in realizing the benefit of mankind. In the use of menstruation delaying drugs in performing the Hajj or Umrah pilgrimage, what must be considered is the public interest. Therefore, in accordance with the principle of Maqashid Syariah, namely public interest, the permissibility of consuming these drugs is based on the principles of Maqashid Syariah, namely (hifdz al-nafs) protecting life and (hifdz al-mal) protecting property. Keywords : Hajj, Maqashid Syariah, Menstruation Delaying Medication and Umrah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 29 Sep 2025 06:11 |
| Last Modified: | 29 Sep 2025 06:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40810 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


