PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP UTANG LUAR NEGERI DI INDONESIA DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2005-2024

Sahla, Putri Vanessa (2025) PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP UTANG LUAR NEGERI DI INDONESIA DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2005-2024. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of SKRIPSI SAHLA COVER-BAB 2, DAPUS, LAMPIRAN.pdf] PDF
Download (2MB)
[thumbnail of FULL SKRIPSI SAHLA .pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki komitmen untuk mengejar keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya dibidang ekonomi. Adanya kebutuhan belanja yang tidak bisa ditunda, misalnya penyediaan fasilitas kesehatan dan ketahahan pangan. Penundaan pembiayaan akan mengakibatkan biaya yang lebih besar di masa mendatang. Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, utang luar negeri digunakan sebagai pembiayaan untuk pembangunan di Indonesia, seperti untuk belanja negara dan investasi di sektor publik. Indonesia pada mulanya melakukan utang luar negeri untuk pembangunan, namun di kemudian hari utang luar negeri digunakan sebagai pembiayaan untuk defisit anggaran. Utang luar negeri berperan dalam pembiayaan defisit anggaran yang disebabkan oleh selisih pendapatan dalam negeri dan belanja pemerintah dapat mempengaruhi perekonomian suatu negara. Selain itu ketergantungan yang tinggi pada utang luar negeri juga menjadi tantangan bagi kebijakan fiskal di negara berkembang. Mempercepat pembangunan dapat mempercepatan laju pertumbuhan ekonomi tetapi memerlukan investasi dan dana yang cukup besar. Jika dana dalam negeri tidak mencukupi maka cara lainnya dengan meminjam ke luar negeri. Jika negara terus menerus bergantung pada dana dari luar negeri maka pinjaman negara terus meningkat. Terdapat banyak faktor makroekonomi yang dapat mempengaruhi posisi utang luar negeri pemerintah suatu negara, diantaranya adalah Inflasi,nilai tukar, dan tingkat suku bunga suatu negara. Ketiga hal ini memiliki keterkaitan dalam pengaruhnya terhadap posisi utang luar negeri suatu negara. Berdasarkan penjelasan dari rumusan masalah di atas, serta adanya gap antara hasil penelitian terdahulu, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, dan Tingkat Suku Bunga terhadap Utang Luar Negeri di tinjau dalam Perspektif Ekonomi Islam tahun 2005-2024”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Inflasi, Nilai Tukar, dan Tingkat Suku Bunga terhadap Utang Luar Negeri di Indonesia itinjau dalam perspektif Ekonomi Islam tahun 2005-2023. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan dapat memberikan wawasan dan digunakan sebagai acuan atau landasan dalam memahami pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Tingkat Suku Bunga terhadap utang luar negeri Indonesia, sebagai informasi dan pengembangan untuk penelitian selanjutnya dan juga untuk menambah wawasan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi para pembuat kebijakan dan pengambil keputusan dalam merumuskan atau merencanakan pembangunan ekonomi serta kebijakan utang luar negeri Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Sumber data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang dioperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada. Data yang diperoleh melainkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia serta Buku Statistik Utang Luar Negeri . Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi dan internet searching. Penelitian ini menggunakan data time series dengan metode VECM (Vector Error Correction Model) untuk melihat pengaruh jangka panjang dan jangka pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang inflasi berpengaruh Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang variabel inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap utang luar negeri, nilai tukar berpengaruh positif tidak signifikan terhadap utang luar negeri dan tingkat suku bunga berpengaruh positif signifikan terhadap utang luar negeri. Sedangkan dalam jangka pendek variabel inflasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap utang luar negeri, nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap utang luar negeri dan tingkat suku bunga berpengaruh positif tidak signifikan terhadap utang luar negeri. Sedangkan secara simultan variabel inflasi, nilai tukar, dan tingkat suku bunga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap utang luar negeri. Dalam perspektif ekonomi islam, utang luar negeri tidak diperbolehkan karena tidak sesuai dengan syariat islam, dimana utang luar negeri mengandung riba dari pembayaran ke negara peminjam. ABSTRACT Indonesia is a developing country committed to addressing the challenges of underdevelopment in various aspects of life, including the economy. There are unforeseen spending needs, such as healthcare and food security. Delaying financing will incur higher costs in the future. To achieve this, foreign debt is used to finance development in Indonesia, including government spending and public sector investment. Indonesia initially borrowed foreign debt for development, but later used it to finance the budget deficit. Foreign debt contributes to the budget deficit, which is caused by the difference between domestic revenue and government spending, which can negatively impact a country's economy. Furthermore, high dependence on foreign debt poses a challenge to fiscal policy in developing countries. Accelerating development can accelerate economic growth but requires substantial investment and funding. If domestic funds are insufficient, another option is to borrow abroad. If a country continues to rely on foreign funds, the country's debt will continue to increase. Many macroeconomic factors can influence a country's foreign debt position, including inflation, exchange rates, and interest rates. This third thing is related in its influence on a country's foreign debt position. Based on the explanation of the problem formulation above, and the gap between previous research results, the researcher is interested in conducting research on "The Effect of Inflation, Exchange Rates, and Interest Rates on Foreign Debt from an Islamic Economic Perspective for 2005-2024." The purpose of this study is to determine the influence of inflation, exchange rates, and interest rates on foreign debt in Indonesia from an Islamic economic perspective for 2005 2023. The benefits of this research are expected to provide insight and serve as a reference or foundation for understanding the influence of inflation, exchange rates, and interest rates on Indonesia's foreign debt, as information and development for further research, and also to provide additional insight and input for policymakers and decision makers in formulating or planning Indonesia's economic development and foreign debt policy. This research is descriptive with a quantitative research approach. The data sources used in this study are secondary data, namely data obtained or collected by the researcher from various existing sources. The data was obtained from the Central Statistics Agency (BPS), Bank Indonesia, and the Foreign Debt Statistics Book. The data collection techniques used in this study were documentation studies and internet searches. This study used time series data with the VECM (Vector Error Correction Model) method. The results of this study indicate that in the long term, inflation has a significant negative effect on foreign debt, while the exchange rate has a positive but insignificant effect on foreign debt, and the interest rate has a significant positive effect on foreign debt. Meanwhile, in the short term, inflation has a negative but insignificant effect on foreign debt, while the exchange rate has a negative but insignificant effect on foreign debt, and the interest rate has a positive but insignificant effect on foreign debt. Simultaneously, inflation, the exchange rate, and the interest rate do not affect foreign debt. From an Islamic economic perspective, foreign debt is prohibited because it is inconsistent with Islamic law, as foreign debt contains usury (riba) in payments to the borrowing country. Keywords: Inflation, Exchange Rate, Interest Rate, Foreign Debt.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 29 Sep 2025 05:51
Last Modified: 29 Sep 2025 05:51
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40804

Actions (login required)

View Item View Item