PENGUPAHAN PEKERJA BUDIDAYA AYAM DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi di Desa Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur)

RISKA, YULIANTI (2025) PENGUPAHAN PEKERJA BUDIDAYA AYAM DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi di Desa Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 RISKA.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of RISKA YULIANTI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Pengupahan pekerja di sektor budidaya ayam, baik pedaging maupun petelur umumnya didasarkan pada produktifitas, dengan pekerja dibayar berdasarkan jumlah produksi atau tugas yang diselesaikan. Namun, dalam praktiknya ada perbedaan yang mencolok antara apa yang seharusnya menjadi upah adil dan yang diterima oleh pekerja. Beberapa faktor seperti lamanya jam kerja, jenis pekerjaan, dan kondisi kerja seringkali diabaikan dalam penentuan upah. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana Sistem Pengupahan Pekerja Budidaya Ayam Pedaging dan Ayam Petelur di Desa Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur? dan 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pengupahan Budidaya Ayam Pedaging Dan Ayam Petelur di Desa Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur? Penelitian ini menggunakan teori akad ijarah. Dimana penelitian ini termasuk kedalam akad ijarah amal yaitu memberikan imbalan sebagai bayaran kepada seseorang yang telah diperintah untuk mengerjakan suatu pekerjaan dan bayaran itu diberikan menurut perjanjian yang telah disepakati. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, dengan melalui metode pengelolahan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengolahan data yaitu menggunakan editing, klasifikasi data. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Sistem Pengupahan pada usaha ayam pedaging dan petelur di Desa Sriminosari Labuhan Maringgai Lampung Timur disesuaikan dengan pekerjaannya dimana akad yang digunakan oleh pemilik adalah akad ijarah, dikarenakan pada usaha ini terdapat 2 jenis pekerja yaitu karyawan tetap dan harian lepas. Untuk karyawan tetap sesuai dengan akadnya yakni dibayarkan pada setiap bulan sedangkan untuk pekerja harian lepas akan diberikan setiap hari setelah karyawan menyelesaikan pekerjaan, baik karyawan tetap maupun harian lepas juga disesuaikan dengan harga pasar dan banyaknya pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Tinjauan Hukum Islam terhadap praktik pembayaran upah pekerja budidaya ayam sudah sesuai dengan ketentuan Hukum Islam. Dimana akad dilakukan berdasarkan kesepakatan perjanjian secara bersama-sama dan masing-masing pihak tidak merasa dirugikan dari perjanjian yang dibuatkan antara pemilik usaha dan karyawan. ASBTRACT Wages for workers in the poultry farming sector, both broiler and layer chickens, are generally based on productivity, with workers paid based on the amount of production or tasks completed. However, in practice, there is a significant difference between what should be a fair wage and what workers actually receive. Factors such as length of working hours, type of work, and working conditions are often overlooked in wage determination. This study addresses the following questions: 1) What is the wage system for broiler and layer chicken farming workers in Sriminosari Village, Labuhan Maringgai, East Lampung? and 2) What is the Islamic legal perspective on wages for broiler and layer chicken farming workers in Sriminosari Village, Labuhan Maringgai, East Lampung? This study utilizes the ijarah contract theory. This research falls under the ijarah amal contract, which involves providing compensation to someone who has been instructed to perform a task, and the payment is made according to a pre-agreed agreement. This research is a descriptive field research. The data sources used are primary and secondary data, with data processing methods including observation, interviews, and documentation. The data processing method used was editing and data classification. The results of this study concluded that the wage system in the broiler and egg chicken farming business in Sriminosari Village, Labuhan Maringgai, East Lampung, is tailored to the work. The owner uses the ijarah contract, as the business employs two types of workers: permanent employees and casual workers. Permanent employees are paid monthly, according to the contract, while casual workers are paid daily after the employee completes the work. Both permanent and casual workers are also adjusted based on market prices and the amount of work performed. A review of Islamic law on the practice of paying chicken farming workers' wages is in accordance with Islamic law. The contract is based on a mutual agreement, and neither party feels disadvantaged by the agreement between the business owner and the employee.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 26 Sep 2025 04:37
Last Modified: 26 Sep 2025 04:37
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40770

Actions (login required)

View Item View Item