MANAJEMEN MASJID DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN MAJELIS TAKLIM DI MASJID NURUL BAYAN BANGUN JAYA LAMPUNG TENGAH

SITI NURUL, KHOTIMAH (2025) MANAJEMEN MASJID DALAM MENINGKATKAN KEGIATAN MAJELIS TAKLIM DI MASJID NURUL BAYAN BANGUN JAYA LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 SITI.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK SITI NURUL KHOTIMAH.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Masjid merupakan lembaga keagamaan yang memiliki peran strategis dalam membina kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat ibadah ritual, masjid juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah. Salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang memiliki peran penting dalam pengembangan masyarakat muslim adalah majelis taklim. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran agama Islam secara nonformal yang bersifat terbuka dan partisipatif. Namun, dalam pelaksanaannya, banyak masjid menghadapi kendala dalam mengelola majelis taklim secara efektif, seperti lemahnya perencanaan, tidak adanya pembagian tugas yang jelas, hingga minimnya evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen masjid dalam meningkatkan kegiatan majelis taklim di Masjid Nurul Bayan, Desa Bangun Jaya, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian difokuskan pada penerapan empat fungsi utama manajemen, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) dalam mengelola kegiatan majelis taklim. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi dampak dari penerapan fungsi manajemen tersebut terhadap peningkatan partisipasi jamaah serta kualitas pembelajaran keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pengurus masjid dan majelis taklim, observasi langsung terhadap kegiatan yang berlangsung, serta dokumentasi program dan struktur organisasi. Validitas data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik, guna memastikan keabsahan dan konsistensi informasi yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Nurul Bayan telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara cukup baik. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan program tahunan dan mingguan yang melibatkan peran aktif pengurus dan jamaah. Pengorganisasian diterapkan melalui pembentukan struktur kepengurusan yang jelas serta pembagian tugas yang proporsional. Pelaksanaan kegiatan majelis taklim berlangsung secara rutin setiap Jumat dengan materi yang beragam dan narasumber yang kompeten.iii Fungsi pengawasan dilakukan melalui rapat evaluasi rutin untuk menilai dan menyempurnakan kegiatan. Penerapan fungsi manajemen ini berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi jamaah, terutama dari kalangan ibu-ibu dan remaja. Jumlah peserta aktif mengalami peningkatan dari rata-rata 10 orang menjadi 15–20 orang. Materi yang disampaikan menjadi lebih sistematis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan sosial, penguatan ukhuwah, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar masjid. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen masjid yang terstruktur dan terencana dengan baik berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas kegiatan keagamaan. Penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi pengurus masjid lain dalam mengelola kegiatan keagamaan secara sistematis, serta sebagai bahan kajian bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan konsep manajemen dakwah berbasis komunitas. ABSTRACT Mosques are religious institutions that hold a central role in shaping the spiritual, social, and educational life of Muslim communities. Besides serving as a place of worship, mosques also function as centers for social interaction, Islamic education, and da’wah (Islamic preaching). One of the most vital non-formal religious activities is the taklim assembly (majelis taklim), which provides an open and participatory space for religious learning. However, many mosques struggle to manage such assemblies effectively due to poor planning, lack of structured roles, and minimal program evaluation. This study aims to analyze the implementation of mosque management functions in improving taklim activities at the Nurul Bayan Mosque, located in Bangun Jaya Village, Anak Tuha District, Central Lampung Regency. The research focuses on four key management functions: planning, organizing, actuating, and controlling (POAC), and how these functions are applied to the taklim program. Additionally, this study seeks to identify the impact of applying management functions on increasing worshipper participation and enhancing the quality of religious education. A qualitative research approach was employed using descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with mosque and taklim council administrators, direct observation of the activities, and documentation of programs and organizational structures. Data validity was ensured using source and technique triangulation to maintain the accuracy and consistency of findings. The results show that the Nurul Bayan Mosque has implemented management functions effectively. Planning is conducted through the development of annual and weekly programs, involving the active participation of the mosque board and community. Organizing is achieved through a clear administrative structure and equitable task distribution. The implementation of taklim activities occurs regularly every Friday, featuring diverse religious topics delivered byv competent preachers. The control function is carried out through regular evaluation meetings to assess the outcomes and improve future programs. This well-structured management approach has had a positive impact on community participation. The number of active participants increased from an average of 10 to 15–20 attendees, mainly involving women and youth. The materials delivered became more systematic and better suited to the needs of the participants. The taklim program not only serves as a platform for religious learning but also acts as a medium for community empowerment, strengthening social bonds (ukhuwah), and enhancing the spiritual and social well-being of the surrounding population. In conclusion, this research highlights that the effective application of structured mosque management significantly contributes to the improvement of religious activities. The study is expected to serve as a practical reference for mosque administrators in managing religious programs more systematically, as well as a conceptual basis for future researchers exploring community-based da’wah management

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Manajemen Dakwah
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Manajemen Dakwah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 26 Sep 2025 04:08
Last Modified: 26 Sep 2025 04:08
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40767

Actions (login required)

View Item View Item