KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS POSYANDU DALAM MENGEDUKASI MASYARAKAT TENTANG VAKSIN BAYI DAN LANSIA DI DESA DWIKORA KECAMATAN BUKIT KEMUNING KABUPATEN LAMPUNG UTARA

AGUSTINA, PRIHARTINI (2025) KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS POSYANDU DALAM MENGEDUKASI MASYARAKAT TENTANG VAKSIN BAYI DAN LANSIA DI DESA DWIKORA KECAMATAN BUKIT KEMUNING KABUPATEN LAMPUNG UTARA. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PERPUS PUSAT BAB 1 DAN 2.pdf] PDF
Download (7MB)
[thumbnail of SKRIPSI AGUSTINA PRIHARTINI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

ABSTRAK Komunikasi persuasif suatu hal yang penting dalam megedukasi masyarakat karna tujuan komunikasi persuasif adalah mempengaruhi atau mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya posyandu. Komunikator komunikasi persuasif membuat rencana dan menyampaikan kata-kata dengan tujuan khusus untuk mengubah sikap audiens komunikan. Komunikasi persuasif dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kader - kader posyandu dalaam memberikan edukasi kepada masyarakat di Desa Dwikora Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara dalam pemberian vaksin bayi dan lansia. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Yaitu meneliti fakta-fakta yang ada di lapangan sumber data primer dalam penelitian ini sebanyak 12 orang yaitu 2 bidan, 1 perawat, 3 ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan, 3 ibu yang memiliki balita 1-5 tahu, dan 3 lansia yang mengikuti posyandu. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara,observasi, dan analis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi data menurut Miles dan Hubermen secara sistematis untuk menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini komunikasi persuasif petugas kesehatan memberikan penyediaan informasi yang jelas dan edukatif mengenai manfaat posyandu bagi bayi dan lansia dapat meningkatkan kesadaran. Pendidikan mengenai dampak tidak mendapatkan vaksin bagi bayi, bayi yang tidak diimunisasi lebih mudah terjangkit penyakit berbahaya, bayi yang tidak di imunisasi lebih rentan terkena masalah kesehatan lain akibat malnutrisi, bayi yang gizi buruk beresiko lebih mudah terjangkit infeksi karena penurunan daya tahan tubuh. Hal ini dapat memotivasi masyarakat agar rajin membawa anak nya untuk posyandu. Sedangkan faktor penghambat dari penelitian ini adanya ketidakpedulain masyarakat atau kurangnya kesadaran tentang pentingnya posyandu, kendala waktu dikarenakan kesibukan masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan, stigma atau prasangka buruk jika bayi atau balita yang mendapatkan suntik vaksin setelah mengikuti posyandu akan demam, dan kekurangan infomasi. ABSTRACT Persuasive communication is crucial in educating the public because its goal is to influence or change people's mindsets about the importance of integrated health service posts (Posyandu). Persuasive communicators plan and deliver their messages with the specific goal of changing the attitudes of their audience. The purpose of persuasive communication in this study was to determine how Posyandu cadres educate the community in Dwikora Village, Bukit Kemuning District, North Lampung Regency regarding vaccinations for infants and the elderly. This research is a descriptive qualitative research with field research. This research examines facts in the field. The primary data sources for this study were 12 individuals: 2 midwives, 1 nurse, 3 mothers with infants aged 0-12 months, 3 mothers with toddlers aged 1-5 years, and 3 elderly people who attend Posyandu. Data collection techniques included documentation, interviews, observation, and data analysis. Data reduction, data display, and conclusion/verification techniques, according to Miles and Hubermen, were systematically used to draw conclusions. The findings of this study indicate that persuasive communication by health workers, providing clear and educational information about the benefits of integrated health posts (Posyandu) for infants and the elderly, can increase awareness. Education regarding the impact of not receiving vaccines for infants, including unimmunized infants are more susceptible to dangerous diseases, unimmunized infants are more susceptible to other health problems due to malnutrition, and malnourished infants are at greater risk of infection due to a weakened immune system. This can motivate the community to diligently bring their children to Posyandu. Meanwhile, inhibiting factors in this study include public indifference or lack of awareness about the importance of Posyandu, time constraints due to busy schedules, stigma or prejudice that infants or toddlers who receive vaccinations after attending Posyandu will have a fever, and lack of information.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 26 Sep 2025 03:33
Last Modified: 26 Sep 2025 03:33
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40762

Actions (login required)

View Item View Item