IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN FIQIH KELAS VIII Di MTs NEGERI 1 LAMPUNG TENGAH

Muhammad, Akbar Zulkamal (2025) IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN FIQIH KELAS VIII Di MTs NEGERI 1 LAMPUNG TENGAH. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of bab 1,2 dapus & lampiran.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of Akbar Ready Cetak(1) (1).pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Pendidikan merupakan suatu proses budaya yang bertujuan untuk membentuk peserta didik agar memiliki jiwa merdeka dan mandiri. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah terus melakukan pembaharuan, salah satunya melalui program Merdeka Belajar yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Program ini menjadi langkah strategis dalam merekonstruksi pendidikan Indonesia agar mampu bersaing di era modern.Perubahan kurikulum yang terjadi melalui program Merdeka Belajar memunculkan berbagai pertanyaan mengenai arah pendidikan di Indonesia, khususnya terkait bagaimana implementasinya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum Merdeka Belajar dalam mata pelajaran Fiqih kelas VIII di MTsN 1 Lampung Tengah. Fokus penelitian ini adalah menilai sejauh mana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip yang diusung dalam kurikulum Merdeka, termasuk kemandirian belajar, diferensiasi pembelajaran, dan relevansi terhadap kebutuhan peserta didik.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam mengenai efektivitas penerapan kurikulum Merdeka di madrasah serta tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan nilai-nilai kurikulum tersebut ke dalam mata pelajaran Fiqih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang berfokus pada kejadian yang terjadi selama penelitian berlangsung, teknik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan triangulasi teknik yaitu teknik pengumpulan data dengan sumber yang sama namun dengan teknik yang berbeda. Triangulasi teknik yang peneliti gunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran kurikulum merdeka pada mata pelajaran Fiqih Di MTsN 1 Lampung Tengah telah Sesuai dengan prinsip pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat pencapaian dan tahap i perkembangan peserta didik yang beragam. Hal ini dilakukan dengan 3 langkah yaitu dengan adanya pelatihan dan Diklat untuk guru, asesmen diagnostik,dan membuat perangkat ajar kurikulum merdeka. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan Menyusun perangkat pembelajaran, pengembangan materi ajar, dan perancangan strategi pembelajaran. 2) Pelaksanaan pembelajaran kurikulum merdeka pada mata pelajaran Fiqih Di MTsN 1 Lampung Tengah telah Sesuai dengan prinsip pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. Hal ini dilakukan dengan tiga langkah yaitu menerapkan nilai-nilai yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila, pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan pembelajaran yang membangun kecakapan hidup peserta didik dan melibatkan orang tua sebagai Mitra. Pelaksanaan pembelajaran juga didukung dengan penggunaan metode dan media pembelajaran yang efektif, pengelolaan kelas yang optimal dan interaksi guru dan peserta didik secara baik. 3) Evaluasi pembelajaran kurikulum merdeka pada mata pelajaran Fiqih Di MTsN 1 Lampung Tengah adalah sesuai dengan prinsip pembelajaran yang relevan yaitu dilakukan dengan dua jenis penelitian yakni asas informatif dan asesmen formatif. Selain itu, proses evaluasi tidak hanya penilaian selama proses pembelajaran dan adanya tindak lanjut dari hasil evaluasi yang dilakukan. Kata Kunci : Kurikulum Merdeka, Tingkat Pencapaian, Holistik, Relevan ii ABSTRACT Education is a cultural process that aims to shape students to have a free and independent spirit. In an effort to improve the quality of education in Indonesia, the government continues to make innovations, one of which is through the Merdeka Belajar program initiated by the Minister of Education, Culture, Research, and Technology, Nadiem Makarim. This program is a strategic step in reconstructing Indonesian education so that it can compete in the modern era. The curriculum changes that occurred through the Merdeka Belajar program raised various questions about the direction of education in Indonesia, especially regarding how it is implemented in the field. This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Belajar curriculum in the Fiqh subject for class VIII at MTsN 1 Lampung Tengah. The focus of this study is to assess the extent to which the implementation of learning is in accordance with the principles carried out in the Merdeka curriculum, including learning independence, learning differentiation, and relevance to student needs. This study is expected to provide an in-depth picture of the effectiveness of implementing the Merdeka curriculum in madrasas and the challenges faced in integrating the values of the curriculum into the Fiqh subject. The research method used in this study is descriptive qualitative which focuses on events that occurred during the study, the data collection technique was carried out by researchers with technical triangulation, namely data collection techniques with the same source but with different techniques. The triangulation techniques used by researchers were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study used data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The results of the study indicate that: 1) The planning of independent curriculum learning in the Fiqh subject at MTsN 1 Lampung Tengah has been in accordance with the principles of learning that are designed by considering the level of achievement and development stages of diverse students. This is done in 3 steps, namely iii by providing training and education and training for teachers, diagnostic assessments, and creating independent curriculum teaching tools. Learning planning is carried out by compiling learning tools, developing teaching materials, and designing learning strategies. 2) The implementation of independent curriculum learning in the Fiqh subject at MTsN 1 Lampung Tengah has been in accordance with the principles of learning that support the development of student competencies and characters holistically. This is done in three steps, namely applying values that are in accordance with the profile of Pancasila students, student-centered learning, and learning that builds students' life skills and involves parents as partners. The implementation of learning is also supported by the use of effective learning methods and media, optimal classroom management and good interaction between teachers and students. 3) Evaluation of independent curriculum learning in Fiqh subjects at MTsN 1 Lampung Tengah is in accordance with the principles of relevant learning, which is carried out with two types of research, namely informative principles and formative assessments. In addition, the evaluation process is not only an assessment during the learning process and there is a follow up to the results of the evaluation carried out. Keywords: Independent Curriculum, Achievement Level, Holistic, Relevant

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Agama islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 25 Sep 2025 07:23
Last Modified: 25 Sep 2025 07:23
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40727

Actions (login required)

View Item View Item