PRAKTIK SEWA MENYEWA SAUNG DI OBJEK WISATA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Pada Objek Wisata Pantai Semungkuk di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan)

SHERLA, AMANDA PUTRI FAHLEVI (2025) PRAKTIK SEWA MENYEWA SAUNG DI OBJEK WISATA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Pada Objek Wisata Pantai Semungkuk di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of BAB I DAN II.pdf] PDF
Download (8MB)
[thumbnail of CETAK SHERLA AMANDA PUTRI FAHLEVI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)

Abstract

ABSTRAK Ijārah merupakan salah satu kegiatan muammalah yang dilakukan oleh manusia setiap hari sebagai bentuk saling tolong menolong. Menurut syariat Islam sewa-menyewa harus memenuhi syarat dan ketentuan. Jika syarat dan rukun dari sewa-menyewa tidak terpenuhi maka dapat mengakibatkan tidak sahnya praktik sewa-menyewa tersebut dalam praktik ini terdapat fakta yang ditemukan terkait dengan praktik sewa-menyewa saung di objek wisata Pantai semungkuk, yakni pihak pengelolah menentukan harga yang tidak sesuai dengan harga sewa di hari biasa sebesar 30.000 dan di hari libur 50.000 tetapi mereka memasang harga yang tinggi kepada pengunjung khususnya bagi pengunjung luar daerah, dan ketika hari tertentu yakni sebesar 80.000, tidak ada perjanjian sewa-menyewa baik berupa syarat ketentuan sewa dan berapa lama waktu sewa saung tersebut, sehingga dapat menimbulkan ketidak jelasan, bahkan beberapa kondisi fisik saung yang tidak layak untuk disewakan karenakan mengalami kerusakan seperti atap saung yang bocor, dinding saung yang rusak serta kondisi kebersihan saung yang kurang terjaga, pihak pengelolah pun tidak memberikan bukti transaksi pembayaran sewa. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana praktik penyewaan saung di Objek Wisata Pantai Semungkuk di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Bagaimana perspektif hukum ekonomi syari’ah terhadap akad dari praktik sewa-menyewa saung di Objek Wisata Pantai Semungkuk di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui praktik sewa menyewa saung di Objek Wisata Pantai Semungkuk Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian lapangan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Berdasarkan hasil penelitian telah ditemukan sewa-menyewa saung di objek wisata Pantai semungkuk ini belum sesuai dengan ketentuan hukum ekonomi syariah karena belum memenuhi rukun ketentuan dan syarat yang telah ditetapkan besar ketentuan harga sewa saung yang bukan hasil dari kesepakatan bersama, melainkan sudah di tetapkan ketentuan harga sewa saung oleh pihak yang menyewakan. Praktik sewa menyewa ini terdapat unsur ketidak relaan yang di temukans pada 1 orang pengunjung yang mendapatkan ketentuan harga sewa yang tinggi, kemudian para pengunjung juga tidak di berikan bukti pembayaran transaksi sewa saung . Dalam praktik ini juga di temukan tidak adanya kontrak tertulis (baku), praktik dilakukan hanya dengan pengetahuan sewa menyewa secara sepontan. Kata kunci: Ijārah, Akad Sewa-menyewa, Objek Wisata, Hukum Ekonomi Syariah ABSTRACT Ijarah (leasing) is a daily transaction carried out by humans as a form of mutual assistance. According to Islamic law, rentals must meet terms and conditions. Failure to meet these terms and conditions can invalidate the rental agreement. This practice was discovered in relation to the rental of huts at the Semungkuk Beach tourist attraction. The management set prices that were inconsistent with the rental price of 30,000 rupiah on weekdays and 50,000 rupiah on holidays. However, they charged high prices to visitors, especially those from outside the area. On certain days, the rental price was 80,000 rupiah. There was no rental agreement specifying the rental terms and conditions or the rental period, leading to uncertainty. Some huts were even found to be unsuitable for rent due to damage, such as leaking roofs, damaged walls, and poor hygiene. The management also failed to provide proof of rental payments. The research problem in this study is how the practice of renting huts at the Semungkuk Beach tourist attraction in Kalianda District, South Lampung Regency, and the perspective of Sharia economic law on the rental contract for huts at the Semungkuk Beach tourist attraction in Kalianda District, South Lampung Regency, is formulated. The purpose of this study is to examine the practice of renting huts at the Semungkuk Beach tourist attraction from the perspective of Sharia economic law. The type of research used is field research, which uses a qualitative approach. Based on the results of the study, it was found that the rental of huts at the Semungkuk Beach tourist attraction does not comply with Sharia economic law because it does not meet the established provisions and conditions. The rental price for the huts is not the result of a mutual agreement, but rather a predetermined price set by the renter. This rental practice contains an element of unwillingness, as found in one visitor who received a high rental price, and the visitors were also not provided with proof of payment for the hut rental transaction. In this practice, there is also a lack of written (standard) contracts; the practice is carried out solely on the basis of spontaneous rental knowledge. Keywords: Ijarah, Rental Contract, Tourist Attraction, Sharia Economic Law

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Sep 2025 08:44
Last Modified: 23 Sep 2025 08:44
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40682

Actions (login required)

View Item View Item