DAVID, SAPUTRA (2025) PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), INFLASI, DAN LAJU PERTUMBUHAN PDB TERHADAP NON PERFORMING FINANCING (NPF) PADA BANK UMUM SYARIAH TAHUN 2021-2023. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (10MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (13MB) |
Abstract
ABSTRAK “Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tiga faktor ekonomi, yaitu CAR, tingkat inflasi, dan pertumbuhan angka PDB, mempengaruhi jumlah NPF di bank syariah di Indonesia. NPF adalah indikator yang penting karena menunjukkan seberapa baik kualitas pinjaman yang diberikan bank, serta mencerminkan kesehatan dan kestabilan bank syariah. NPF yang tinggi mencerminkan menurunnya kualitas pembiayaan dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan bank. Oleh karena itu, pengendalian NPF menjadi aspek penting dalam menjaga kesehatan dan keberlangsungan operasional Bank Umum Syariah, khususnya di tengah dinamika perekonomian nasional pasca pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi data panel, untuk menguji hubungan antara variabel independen (CAR, inflasi, dan pertumbuhan PDB) terhadap variabel dependen (NPF). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Laporan tahunan masing-masing Bank Umum Syariah, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sampel dalam penelitian ini mencakup seluruh Bank Umum Syariah di Indonesia, dengan teknik purposive sampling untuk memilih bank yang memiliki kelengkapan data selama periode penelitian, yaitu tahun 2021 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Non Performing Financing (NPF).”tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap NPF. Ini berarti, meskipun modal bank cukup, belum tentu mengurangi kredit bermasalah jika aspek risiko dan analisis kreditnya tidak baik. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi (ditandai dengan pertumbuhan PDB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPF, jika pertumbuhan ekonomi positif dan stabil, kemampuan debitur untuk membayar pinjaman meningkat, sehingga membantunya menghindari gagal bayar.” Sementara itu, inflasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPF dalam periode penelitian. Kata Kunci: “Capital Adequacy Ratio, Inflasi, Laju Pertumbuhan PDB, Non-Performing Financing (NPF), Bank Umum Syariah. ABSTRACT This study aims to understand how three economic factors, namely Capital Adequacy Ratio (CAR), inflation rate, and GDP growth, affect the number of NPFs in Islamic banks in Indonesia. NPF is an important indicator because it shows how good the quality of loans provided by banks is, as well as reflecting the health and stability of Islamic banks. High NPFs reflect declining financing quality and have the potential to disrupt the bank's financial stability. Therefore, NPF control is an important aspect in maintaining the health and operational sustainability of Sharia Commercial Banks, especially in the midst of national economic dynamics after the COVID-19 pandemic. The research method used is a quantitative approach with panel data regression analysis techniques, to test the relationship between independent variables (CAR, inflation, and GDP growth) and dependent variables (NPF). The data used is secondary data obtained from the publication reports of the Financial Services Authority (OJK), the annual reports of each Sharia Commercial Bank, and the Central Statistics Agency (BPS). The sample in this study covers all Sharia Commercial Banks in Indonesia, with purposive sampling techniques to select banks that have complete data during the study period, namely 2021 to 2023. The results show that the Capital Adequacy Ratio (CAR) does not have a significant influence on Non-Performing Financing (NPF)."does not have a significant influence on NPF. This means that, even if the bank's capital is sufficient, it does not necessarily reduce non-performing loans if the risk aspects and credit analysis are not good. Conversely, economic growth (characterized by GDP growth) has a negative and significant effect on the NPF, if economic growth is positive and stable, the debtor's ability to repay the loan increases, thus helping him avoid default." Meanwhile, inflation did not have a significant influence on NPFs in the study period. Keywords: "Capital Adequacy Ratio, Inflation, GDP Growth Rate, Non-Performing Financing (NPF), Sharia Commercial Bank.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Perbankan Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 06:10 |
| Last Modified: | 23 Sep 2025 06:10 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40633 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


