PRAKTIK BAGI HASIL ANTARA PEMODAL DAN PEKERJA TERNAK BURUNG MURAI DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi Kasus Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa)

RANU, PERMANA (2025) PRAKTIK BAGI HASIL ANTARA PEMODAL DAN PEKERJA TERNAK BURUNG MURAI DALAM TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH (Studi Kasus Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 RANU PERMANA.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK RANU PERMANA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

ABSTRAK Pemilik dan pengelola yang berada dalam Peternakan Burung Murai HS melakukan kerja sama yang di mana modal sepenuhnya berasal dari pemilik modal yang mempercayakan modal yang diberikan kepada pengelola untuk menjalankan usahanya yang apabila dari usaha tersebut menghasilkan keuntungan akan dibagi 50:50 ataupun 60:40 mengikuti hasil dari penjualan setiap bulannya dan apabila terjadi kerugian akan ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut tidak disebabkan oleh kelalaian dari pengelola. Namun pada perjalanannya, terdapat permasalahan mengenai pembagian hasil keuntungan. Sebab, tidak ada patokan atau angka yang pasti mengenai pembagian setiap bulannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik bagi hasil dalam Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa dan bagaimana tinjauan hukum ekonomi syari’ah terhadap praktik bagi hasil antara pemodal dan peternak burung murai di Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan (Field Research), yaitu riset yang langsung bersumber dari Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa yang menggunakan metode observasi, metode wawancara (Interview), dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa praktek bagi hasil antara pemodal dan pekerja ternak burung murai khususnya di Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa yaitu pembagiannya dengan persentase 50:50 atau 60:40 tergantung dengan hasil penjualan disetiap bulannya. Tinjauan Hukum Ekonomi Syari’ah mengenai bagi hasil yang terjadi di Peternakan Burung Murai HS di Kecamatan Rajabasa dalam pelaksanaannya belum memenuhi rukun yang terdapat dalam mudharabah, dalam hal ini akad atau perjanjian dari kedua belah pihak mengenai hak dan kewajiban serta tanggung jawab. Permasalahan yang kerap terjadi di Peternakan Burung Murai HS adalah tidak ada angka yang pasti dalam proses pembagian keuntungan sebab mengikuti hasil dari penjualan di setiap bulannya dan tidak ada patokan khusus mengenai angka pembagian keuntungan tersebut. Permasalahan lain yang sering terjadi juga di Peternakan Burung Murai HS adalah tindakan kurang disiplin dari pengelola dan terkadang terjadi kelalaian dari pengelola yang membuat kerugian dalam peternakan. Hal tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati oleh keduanya mengenai hak dan kewajiban pemilik modal dan pengelola sehingga sering terjadi perselisihan di antara keduanya mengenai hal tersebut. Kata Kunci : Bagi Hasil, Ternak Burung Murai, Hukum Ekonomi Syari’ah ABSTRACT The owner and manager of the HS Murai Bird Farm cooperate in which the capital comes entirely from the capital owner who entrusts the capital given to the manager to run his business which if the business generates a profit will be divided 50:50 or 60:40 according to the results of sales each month and if a loss occurs will be borne by the capital owner as long as the loss is not caused by the negligence of the manager. However, along the way, there are problems regarding the distribution of profits. This is because there is no benchmark or definite figure regarding the distribution each month. The formulation of the problem in this study is how the profit sharing practice is in the HS Murai Bird Farm in Rajabasa District and how the review of sharia economic law is regarding the profit sharing practice between investors and murai bird breeders at the HS Murai Bird Farm in Rajabasa District. This research is included in field research (Field Research), namely research that comes directly from the HS Murai Bird Farm in Rajabasa District which uses observation methods, interview methods, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the practice of profit sharing between investors and magpie bird livestock workers, especially at the HS Murai Bird Farm in Rajabasa District, namely the division with a percentage of 50:50 or 60:40 depending on the sales results each month. The review of Sharia Economic Law regarding profit sharing that occurs at the HS Murai Bird Farm in Rajabasa District in its implementation has not fulfilled the pillars contained in mudharabah, in this case the contract or agreement of both parties regarding rights and obligations and responsibilities. The problem that often occurs at the HS Murai Bird Farm is that there is no definite figure in the profit sharing process because it follows the results of sales each month and there is no specific benchmark regarding the profit sharing figure. Another problem that often occurs at the HS Murai Bird Farm is the lack of discipline from the manager and sometimes there is negligence from the manager which causes losses in the farm. This is not in accordance with the agreement that has been agreed upon by both parties regarding the rights and obligations of the capital owner and the manager so that disputes often occur between the two regarding this matter. Keywords: Profit Sharing, Murai Bird Farming, Sharia Economic Law

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 23 Sep 2025 03:39
Last Modified: 23 Sep 2025 03:39
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40589

Actions (login required)

View Item View Item