INDAH, BUDI SAFITRI (2025) KONSEP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN MENURUT FATIMA MERNISSI. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Kepemimpinan perempuan masih menjadi perdebatan dalam wacana keagamaan dan budaya, terutama di masyarakat yang cenderung patriarkal. Banyak tokoh agama yang menolak gagasan perempuan sebagai pemimpin, dengan merujuk pada teks-teks keagamaan secara tekstual. Namun, Fatima Mernissi, seorang intelektual Muslimah asal Maroko, menawarkan pandangan alternatif yang kritis dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan perempuan dalam pemikiran Fatima Mernissi, serta bagaimana gagasannya berkaitan dengan isu kesetaraan pendidikan dan kebebasan berpolitik bagi perempuan muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis karya-karya Fatima Mernissi seperti Ratu-Ratu yang Terlupakan dan Islam dan Demokrasi, serta jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatima Mernissi menolak penafsiran keagamaan yang bias gender, terutama yang bersumber dari hadis Abu Bakrah yang selama ini dijadikan dalil untuk menolak kepemimpinan perempuan. Ia menawarkan reinterpretasi sejarah Islam dan menunjukkan bahwa dalam sejarah Islam klasik terdapat tokoh-tokoh perempuan yang pernah memegang kekuasaan politik dan intelektual. Selain itu, Mernissi menekankan bahwa pembatasan akses perempuan terhadap pendidikan dan politik bukan berasal dari ajaran Islam, melainkan dari interpretasi yang patriarkal. Gagasan Mernissi mendorong pemikiran Islam yang lebih inklusif dan egaliter, yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif di ruang publik sebagai pemimpin. Kata Kunci: Kepemimpinan Perempuan, Fatima Mernissi, kesetaraan, pendidikan, politik.ABSTRACT Women's leadership is still a matter of debate in religious and cultural discourse, especially in societies that tend to be patriarchal. Many religious figures reject the idea of women as leaders, by referring to religious texts textually. However, Fatima Mernissi, a Muslim intellectual from Morocco, offers an alternative view that is critical and contextual. This research aims to examine the concept of female leadership in Fatima Mernissi's thinking, as well as how her ideas relate to issues of educational equality and political freedom for Muslim women. This research uses a qualitative approach through literature study, by analyzing Fatima Mernissi's works such as Forgotten Queens and Islam and Democracy, as well as relevant journals. The results of the research show that Fatima Mernissi rejects gender-biased religious interpretations, especially those originating from the Abu Bakrah hadith which has long been used as an argument for rejecting women's leadership. He offers a reinterpretation of Islamic history and shows that in classical Islamic history there were female figures who once held political and intellectual power. Apart from that, Mernissi emphasized that restrictions on women's access to education and politics do not come from Islamic teachings, but from patriarchal interpretations. Mernissi's ideas encourage more inclusive and egalitarian Islamic thinking, which provides space for women to play an active role in the public sphere as leaders. Keywords: Women's Leadership, Fatima Mernissi, equality, education, politics.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Aqidah Filsafat Aqidah Filsafat |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Aqidah Filsafat |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 02:11 |
| Last Modified: | 23 Sep 2025 02:11 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40558 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


