Muhammad, Auzan Abdillah (2025) ANTI RASISME DALAM PERSPEKTIF TAFSIR FI ZILALIL QUR'AN DAN TAFSIR AL-AZHAR. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (1MB) |
Abstract
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Surah Al-Ḥujurat ayat 11-13, Ar-Rum ayat 22 dan Al-'Araf ayat 70 dalam dua kitab tafsir kontemporer, yakni Tafsir Fi Ẓilalil Qur'an karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dalam konteks ajaran anti-rasisme. Ayat ini mengandung larangan terhadap olok-olokan, ejekan, dan pemberian julukan buruk antar sesama manusia perilaku-perilaku yang menjadi akar diskriminasi dan rasisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode komparatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tafsir memiliki komitmen yang sama dalam menolak rasisme, namun dengan pendekatan yang berbeda. Sayyid Qutb menafsirkan ayat ini dalam kerangka pembebasan sosial dan etika keimanan universal, sementara Buya Hamka memberikan penafsiran yang aplikatif dengan contoh-contoh nyata dari kehidupan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir atas ayat tersebut relevan dalam membangun nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan etikabermasyarakat yang bebas dari prasangka rasial dan diskriminasi sosial. Kata kunci: Rasisme, Sayyid Qutb, Buya Hamka. Abstract This study aims to analyze the interpretation of Surah Al-Ḥujurat verses 11–13, Ar-Rum verse 22, and Al-A'raf verse 70 in two contemporary tafsir works Tafsir Fi Ẓilalil Qur'an by Sayyid Qutb and Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka within the context of anti racism teachings. These verses contain prohibitions against mockery, ridicule, and the use of offensive nicknames among people behaviors that form the root of discrimination and racism. This research employs a qualitative descriptive approach using comparative methods through literature study. The findings show that both exegetes share a strong commitment to rejecting racism, though through different approaches. Sayyid Qutb interprets these verses within the framework of social liberation and universal faith ethics, while Buya Hamka offers a more practical interpretation, using real life examples from Indonesian society. The study concludes that the interpretations of these verses are relevant in promoting values of social justice, equality, and a communal ethic free from racial prejudice and social discrimination. Keywords : Racism, Sayyid Qutb, Buya Hamka.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 08:30 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 08:30 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40550 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


