Akulturasi Al-Qur’an dan Budaya Jawa: Ragam Terjemahan Kata Khasar dalam Tafsir Al-Ibriz Karya Bisri Musthofa

Ahmad, Junaidi (2025) Akulturasi Al-Qur’an dan Budaya Jawa: Ragam Terjemahan Kata Khasar dalam Tafsir Al-Ibriz Karya Bisri Musthofa. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL AHMAD JUNAIDI.pdf] PDF
Download (4MB)

Abstract

.id Abstract Loss, whether material or non-material, is an inseparable part of the human experience that is constantly avoided. In a broader perspective, the concept of 'loss' extends beyond the loss of property, encompassing the loss of time, opportunity, and even faith. Despite being the most avoided thing, loss is often inevitable in life. Therefore, it is important to study this phenomenon in depth, especially from the perspective of the Quran as the primary source of guidance for Muslims. This study explores the acculturation of the Qur'an and Javanese culture through a linguistic analysis of the various translations of the term khasara (loss/ruin) in K.H. Bisri Musthofa's Tafsir Al-Ibriz. As a significant local Javanese commentary, Tafsir Al-Ibriz offers a unique lens to understand how Islamic sacred texts are contextualized within diverse cultural frameworks. Utilizing a qualitative methodology and library research, this study systematically inventories and analyzes 60 occurrences of khasara within the Qur'an, focusing on their interpretations in Tafsir Al-Ibriz. Findings reveal seven distinct translations for khasara in Tafsir Al-Ibriz: rugi, ngerugekake, tuno, ketunan, nunaake, kapitunan, and getun. Each2 translation is shown to carry specific semantic and pragmatic nuances rooted in Javanese cultural lexicon, transcending mere literal equivalents to convey deeper spiritual, ethical, and existential implications. This linguistic adaptation not only facilitates broader understanding among Javanese society but also demonstrates the dynamic interplay between divine revelation and local wisdom. The study concludes that K.H. Bisri Musthofa's Tafsir Al-Ibriz stands as a profound example of cultural adaptation in Qur'anic exegesis, highlighting how indigenous languages and cultural expressions can enrich the comprehension and internalization of religious teachings. This research contributes to the broader discourse on local tafsir traditions and the phenomenon of acculturation in Islamic intellectual history. Keywords: Qur'anic Acculturation, Javanese Culture, khasara, Tafsir AlIbriz, K.H. Bisri Musthofa Abstrak Kerugian, baik dalam bentuk materi maupun non-materi, adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman manusia yang senantiasa dihindari. Dalam perspektif yang lebih luas, konsep 'kerugian' melampaui kehilangan harta benda, mencakup hilangnya waktu, kesempatan, dan bahkan iman. Meskipun menjadi hal yang paling dihindari, kerugian sering kali tak terelakkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji fenomena ini secara mendalam, terutama dari perspektif Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk utama bagi umat Islam. Penelitian ini mengkaji akulturasi Al-Qur'an dan budaya Jawa melalui analisis linguistik terhadap ragam terjemahan kata khasara (kerugian) dalam Tafsir Al-Ibriz karya K.H. Bisri Musthofa. Sebagai salah satu kitab tafsir lokal Jawa yang signifikan, Tafsir Al-Ibriz menjadi cerminan unik bagaimana teks suci Islam dikontekstualisasikan dalam kerangka budaya yang beragam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini secara sistematis menginventarisasi dan menganalisis 60 kemunculan kata khasara dalam Al-Qur'an, dengan fokus pada penafsirannya dalam Tafsir Al-Ibriz. Hasil penelitian menunjukkan adanya tujuh ragam terjemahan yang berbeda untuk kata khasara dalam Tafsir AlIbriz, yaitu: rugi, ngerugekake, tuno, ketunan, nunaake, kapitunan, dan getun.Setiap terjemahan ditemukan membawa nuansa semantik dan pragmatik yang spesifik dan berakar kuat dalam leksikon budaya Jawa, melampaui padanan literal untuk menyampaikan implikasi spiritual, etis, dan eksistensial yang lebih mendalam. Adaptasi linguistik ini tidak hanya memfasilitasi pemahaman yang lebih luas di kalangan masyarakat Jawa, tetapi juga menunjukkan interaksi dinamis antara wahyu Ilahi dan kearifan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tafsir Al-Ibriz karya K.H. Bisri Musthofa merupakan contoh luar biasa dari adaptasi budaya dalam penafsiran Al-Qur'an, menyoroti bagaimana bahasa dan ekspresi budaya pribumi dapat memperkaya pemahaman dan internalisasi ajaran agama. Kontribusi penelitian ini memperkaya diskursus tentang tradisi tafsir lokal dan fenomena akulturasi dalam sejarah intelektual Islam. Kata Kunci: Akulturasi Al-Qur'an, Budaya Jawa, Khasara, Tafsir AlIbriz, K.H. Bisri Musthofa

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Sep 2025 08:21
Last Modified: 22 Sep 2025 08:21
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40543

Actions (login required)

View Item View Item