PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUDALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 BUAY BAHUGA KABUPATEN WAY KANAN

GILANG, PANGESTU (2025) PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUDALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 BUAY BAHUGA KABUPATEN WAY KANAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of Skripsi 2.pdf] PDF
Download (4MB)
[thumbnail of Skripsi GILANG PANGESTU.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK Tingkat kedisiplinan belajar setiap peserta didik akan berbeda-beda. Peserta didik yang terbiasa dalam disiplin belajar akan mempergunakan waktunya dengan sebaik-baiknya di rumah maupun di sekolah, sehingga akan menunjukkan kesiapannya dalam proses pembelajaran di sekolah, akan tetapi jika kita perhatikan banyak peserta didik yang disiplin belajarnya rendah, hal tersebut akan menunjukkan perilaku yang menyimpang dalam proses pembelajaran, seperti keterlambatan pada mata pelajaran, mengerjakan tugas di sekolah, tidak memperhatikan pelajaran, dan bolos pada saat pelajaran berlangsung. Dalam hal ini, Di kelas X SMAN 1 Buay Bahuga terdapat tiga peserta didik yang melakukan perilaku tidak disiplin tinggi dalam berpakaian, kehadiran, dan pengaturan waktu belajar dan Perilaku tidak disiplin ketiga peserta didik tersebut dikarenakan kurangnya perhatian dari orang tua mengenai kedisiplinan sekolah anaknya, terpengaruh oleh teman yang suka tidak berangkat sekolah (membolos), suka berpenampilan aneh yang menarik perhatian, dan kurangnya waktu untuk belajar serta tidak mengerjakan tugas-tugas dari guru-guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru bimbingan dan konseling serta peserta didik kelas X yang teridentifikasi memiliki minat belajar rendah. Data yang diperoleh dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku rendah disiplin dalam belajar khususnya dalam belajar peserta didik tersebut itu ditandai dengan sering terlambat, bosan dalam belajar, rasa malas dalam mengerjakan tugas di sekolahnya dan lebih senang berada diluar kelas ketika pelajaran berlangsung. Perilaku peserta didik yang rendah disiplin dalam belajar disebebkan oleh faktor (a) faktor pola asuh, (b) faktor lingkungan. (c) faktor sekolah. Dampak rendahya disiplin belajar menurunnya prestasi akademik peserta didik dan menyebabkan motivasi belajarnya rendah sehingga tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Timbulnya perilaku prokrastinasi (kebiasaan menunda-nunda pekerjaan atau tugas yang harus diselesaikan) ketika diberikan tugas oleh guru selalu dikerjakan di sekolah. peserta didik yang rendah disiplin dalam belajar menjadi tidak lebih tertib dan teratur dalam proses belajarnya. Kata Kunci: Konseling Individu, Displin Belajar Peserta Didik iii ABSTACT The level of learning discipline of each student will be different. Students who are accustomed to learning discipline will use their time as well as possible at home and at school, so that they will show their readiness in the learning process at school, but if we pay attention to many students who have low learning discipline, this will show deviant behavior in the learning process, such as being late for subjects, doing assignments at school, not paying attention to lessons, and skipping during lessons. In this case, in class X of SMAN 1 Buay Bahuga there are three students who behave in a highly undisciplined manner in dressing, attendance, and managing study time and the undisciplined behavior of the three students is due to the lack of attention from parents regarding their children's school discipline, being influenced by friends who like not to go to school (skipping), like to look strange and attract attention, and lack of time to study and not doing assignments from subject teachers. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation. The subjects of the study were guidance and counseling teachers and grade X students who were identified as having low learning interests. The data obtained were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that low discipline behavior in learning, especially in learning, was characterized by frequent lateness, boredom in learning, laziness in doing schoolwork and preferring to be outside the classroom when lessons were taking place. Low discipline behavior in learning was caused by factors (a) parenting factors, (b) environmental factors. (c) school factors. The impact of low discipline in learning was a decrease in students' academic achievement and caused their learning motivation to be low so that they were not serious in doing the tasks given by the teacher. The emergence of procrastination behavior (the habit of procrastinating on work or tasks that need to be completed)when given assignments by teachers, they are always done at school. Students who are low in discipline in learning become less orderly and regular in their learning process. Keywords: Individual Counseling, Student Learning Disciplin

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Bimbingan Konseling
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Bimbingan Konseling
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Sep 2025 07:47
Last Modified: 22 Sep 2025 07:47
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40524

Actions (login required)

View Item View Item