CAHYA, ALIFYA NAZWA (2025) PENERAPAN KONSEP AL-MAṢLAḤAH AL-MURSALAH DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGGA ATAS SALAH SATU PASANGAN MENJADI PASIEN GANGGUAN JIWA (Studi kasus di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK Gila merupakan salah satu faktor dapat menyebabkan disfungsi peran dalam rumah tangga. Keditakcakapan dalam menjalankan kewajiban serta sulitnya berkomunikasi dapat memicu syiqāq yang dapat menyebabkan ketidakharmonisan bahkan lebih jauh dapat menyebabkan perceraian. Realitasnya, banyak pasangan gangguan jiwa yang dapat mengatasi fenomena ini dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Seperti halnya di RSJD Provinsi Lampung, beberapa pasangan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya meskipun adanya tantangan dan dinamika yang lebih kompleks seperti terjadi disfungsi peran dan sulitnya berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya istri dalam mempertahankan keutuhan rumah tangganya dengan melihat penerapan konsep maṣlaḥah mursalah dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana penerapan konsep Al-maṣlaḥah al-mursalah sebagai upaya mempertahankan keutuhan rumah tangga atas salah satu pasangan menjadi pasien gangguan jiwa (skizofrenia)? Bagaimana tinjauan hukum keluarga islam terhadap keutuhan rumah tangga dengan suami pengidap gangguan jiwa (skizofrenia)?. Teori yang digunakan adalah teori ushul fiqh berupa al-Maṣlaḥah al-Mursalah dan Rukhṣah yang dikaitkan dengan konsep Skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berjenis penelitian lapangan dengan sifat deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, didapat lima orang informan yang merupakan istri dari pasien yang mengalami gangguan jiwa tipe skizofrenia paranoid yang dirawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data primer yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mengkaji dan menganalisis berbagai literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya istri dalam memertahankan keutuhan rumah tangga sudah sesuai dengan konsep konsep Al-maṣlaḥah al mursalah dengan kualifikasi maṣlaḥah ḍāruriyyah dengan tujuan menjaga maqāṣid al-khams. Menurut Hukum keluarga islam, mempertahankan keutuhan rumah tangga dengan orang gangguan jiwa hukumnya adalah mubah karena adanya rukhṣah akibat salah seorang yang mengalami gangguan jiwa. keputusan hukum yang diambil oleh istri pasien skizofrenia untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga sudah sesuai dengan Hukum Keluarga Islam karena mengutamakan kemaslahatan umum (keluarga) dibanding kemaslahatan individu. Kata Kunci : maṣlaḥah mursalah, Skizofrenia, Upaya. ABSTRACT Psychosis is one of the factors that can lead to role dysfunction in the marriage. Inadequacy in carrying out obligations and difficulty in communicating can trigger syiqāq, which can lead to disharmony and even divorce. In fact, many mentally ill couples can handle this phenomenon and sustain with their marriage. As is the case in Lampung Province Mental Hospital, some couples sustain with their marriage despite more complex challenges and dynamics such as role dysfunction and problems in communication. This study aims to analyze the wife's ability to maintain the family unity by applying the concept of maṣlaḥah mursalah. The formulation of the problem in this study is How is the application of the concept of al-maṣlaḥah al-mursalah as an effort to maintain the unity of the marriage when one of the spouses becomes a psychosis patient (schizophrenia)? How is the overview of Islamic family law on the integrity of marriage with a husband who has a psychosis (schizophrenia)? The theory used is the theory of ushul fikih in the form of al-maṣlaḥah al-mursalah and rukhṣah which is associated with the concept of the unity of the marriage and schizophrenia. This research uses a qualitative method of field research type with descriptive analysis. This research uses purposive sampling, obtained five informants who are the wife of a patient who has a schizophrenia paranoid type who is hospitalized at the Lampung Province Regional Mental Hospital. Primary data was collected through interviews and documentations. Secondary data was collected by reviewing and analyzing various relevant legal literature. The results of this research show that the wife's actions in protecting the unity of the marriage are in accordance with the concept of al-maṣlaḥah al-mursalah with the qualification of maṣlaḥah ḍāruriyyah with the aim of maintaining maqāṣid al-khams. According to Islamic Family Law, the family unit with a mentally ill person is allowed because there is a concession due to one of the mentally ill. The legal decision taken by the wife of a schizophrenic patient to protect the unity of the marriage is in accordance with Islamic Family Law because it prioritizes the public benefit (family) over the individual benefit. Keyword: maṣlaḥah mursalah, Schizophrenia, Efforts.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 06:29 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 06:29 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


