PRAKTIK LELANG BARANG SITAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan)

YOSI, AMANDA (2025) PRAKTIK LELANG BARANG SITAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 YOSI.pdf] PDF
Download (6MB)
[thumbnail of SKRIPSI YOSI AMANDA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

ABSTRAK Lelang merupakan salah satu macam transaksi jual beli yang memiliki perbedaan dan persamaan dengan jual beli pada umumnya. Menurut Hukum Islam lelang merupakan bagian dari pada jual beli yang disebut juga Muzayyadah yang mempunyai arti saling melebihkan atau saling menambahi, dalam jual beli sistem lelang, yang dimaksud tambahan yaitu pertambahan penawaran harga dalam akadnya. Pada era modern ini, lelang barang sitaan menjadi salah satu praktik yang umum dilakukan oleh pemerintah, lembaga hukum dan lembaga Negara seperti Kejaksaan. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang mempunyai tugas melaksanakan penetapan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap seperti melelang barang sitaan yang dirampas untuk negara. Jika dilihat dalam pandangan hukum Islam dan hukum positif, terdapat beberapa pertanyaan dan perdebatan terkait praktik lelang barang sitaan. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memperjelas perbedaan pandangan dan perspektif dari kedua hukum tersebut terhadap lelang barang sitaan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana praktik lelang barang sitaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif terhadap praktik lelang barang sitaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Kepemilikkan dalam Hukum Islam dan Hukum Positif, Lelang dalam Hukum Islam dan Hukum Positif dan Barang sitaan menurut Hukum Islam dan Hukum Positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik lelang barang sitaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan serta mengkajinya dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang melibatkan wawancara, dan analisis dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur lelang barang sitaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam hukum positif, yang mengacu pada Vendu Reglement dan peraturan perundang-undangan terkait. Dari perspektif hukum Islam, lelang (bai’ muzayadah) diperbolehkan selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti kejelasan objek lelang, transparansi proses, serta tidak adanya unsur gharar dan riba. Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait sah atau tidaknya transaksi atas barang yang asal-usul kepemilikannya berasal dari penyitaan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik lelang barang sitaan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan secara umum telah sesuai dengan prinsip hukum positif, tetapi masih terdapat perdebatan dalam perspektif hukum Islam. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara kedua sistem hukum agar keadilan dan kepastian hukum dapat tercapai secara optimal. Kata Kunci : Lelang, Akad, Barang Sitaan, Hukum Islam, Hukum Positif, Kejaksaan Negeri. ABSTRACT Auction is one type of buying and selling transaction that has differences and similarities with buying and selling in general. According to Islamic Law, auction is part of buying and selling which is also called Muzayyadah which means mutual exaggeration or mutual addition, in buying and selling the auction system, what is meant by addition is the increase in the price offer in the contract. In this modern era, the auction of confiscated goods is one of the common practices carried out by the government, legal institutions and state institutions such as the Attorney General's Office. The South Jakarta District Attorney's Office, which has the task of implementing the judge's determination that has obtained permanent legal force, such as auctioning confiscated goods seized for the state. When viewed in the view of Islamic law and positive law, there are several questions and debates regarding the practice of auctioning confiscated goods. This research can contribute to clarifying the differences in views and perspectives of the two laws on the auction of confiscated goods. The formulation of the problem in this study is how the practice of auctioning confiscated goods at the South Jakarta District Attorney's Office and the Perspective of Islamic Law and Positive Law on the practice of auctioning confiscated goods at the South Jakarta District Attorney's Office. The theories used in this study are Ownership in Islamic Law and Positive Law, Auction in Islamic Law and Positive Law and Confiscated Goods according to Islamic Law and Positive Law. This study aims to analyze the practice of auctioning confiscated goods at the South Jakarta District Attorney's Office and study it in the perspective of Islamic law and positive law. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach, which involves interviews, and document analysis as data collection techniques. The results showed that the confiscated goods auction procedure at the South Jakarta State Attorney's Office was carried out in accordance with applicable regulations in positive law, which refers to the Vendu Reglement and related laws and regulations. From the perspective of Islamic law, auctions (bai' muzayadah) are allowed as long as they fulfill sharia principles, such as clarity of the auction object, transparency of the process, and the absence of elements of gharar and usury. This study concludes that the practice of auctioning confiscated goods at the South Jakarta District Attorney's Office is generally in accordance with the principles of positive law, but there are still debates in the perspective of Islamic law. Therefore, harmonization between the two legal systems is needed so that justice and legal certainty can be achieved optimally. Keywords: Auction, Akad, Confiscated Goods, Islamic Law, Positive Law, State Attorney's Office.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Divisions: Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 22 Sep 2025 06:15
Last Modified: 22 Sep 2025 06:15
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40486

Actions (login required)

View Item View Item