Yulis, Juncy Apriada (2025) PENGARUH OPERATING CAPACITY DAN SALES GROWTH TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN DEBT DEFAULT SEBAGAI VARIABEL INTERVERNING DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Pada Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar di Indexs Saham Syariah Indonesia 2020-2023). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK 1 Era persaingan dalam dunia bisnis berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk mengelola keuangan. Alokasi keuangan yang tepat akan membuat perusahaan memiliki kondisi keuangan yang baik, namun sebaliknya perusahaan yang tidak dapat mengelola keuangan dengan baik akan mengalami keadaan kesulitan keuangan atau financial distress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh operating dan sales growth terhadap financial distress dengan debt default sebagai variabel interverning persperktif ekonomi Islam. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif, data yang digunakan merupakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2020-2023 berjumlah 622 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan merupakan 11 perusahaan farmasi Di Indeks Saham Syariah Indonesia Tahun 2020-2023. Uji regresi yang digunakan yaitu uji analysis jalur path. Hasil penelitian menunjukkan Operating capacity pada perusahaan farmasi tidak berpengaruh terhadap financial distress. Sales growth berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sales growth yang tinggi dapat menciptakan minat pelanggan dan meningkatkan pendapatan, hal ini akan mempengaruhi pengurangan risiko terjadinya financial distress pada perusahaan. Operating capacity tidak berpengaruh terhadap debt default pada perusahaan farmasi. Sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap debt default, Adanya debt default dapat memediasi hubungan operating capacity terhadap financial distress pada perusahaan farmasi. Adanya debt default dapat memediasi hubungan salaes growth terhadap financial distress pada perusahaan farmasi. Aspek realigiusitas sangat dibutuhkan dalam kondisi ini. Financial distress merupakan salah satu bentuk ujian dari Sang Khalik. Ketika aspek religiusitas dimasukkan ke dalam solusi pemecahan masalah, maka keseimbangan antara manusia yang bersimphony dengan alam semesta akan mampu menghasilkan keputusan yang tepat. Kata Kunci: Financial distress, Sales growth, Operating capacity, dan Debt defaul. ABSTRACTT 2 The era of competition in the business world is closely related to a company’s ability to manage its finances. Proper financial allocation enables companies to maintain sound financial conditions. Conversely, companies that fail to manage their finances effectively may experience financial distress. This study aims to examine the influence of operating capacity and sales growth on financial distress, with debt default as an intervening variable, from an Islamic economic perspective. This research employs a quantitative approach, utilizing secondary data. The population consists of 622 companies listed on the Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) during the 2020–2023 period. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 11 pharmaceutical companies from the ISSI during the same period. Path analysis was used to test the research model. The findings reveal that operating capacity does not have a significant effect on financial distress in pharmaceutical companies. However, sales growth has a significant effect on financial distress. High sales growth can stimulate customer interest and increase revenue, thereby reducing the risk of financial distress. Additionally, operating capacity does not significantly affect debt default, and sales growth also shows no significant effect on debt default. Nevertheless, debt default is found to mediate the relationship between operating capacity and financial distress, as well as between sales growth and financial distress, in pharmaceutical companies. In such conditions, the element of religiosity becomes essential. Financial distress is seen as a form of divine trial. When religiosity is incorporated into problem-solving strategies, a balance between human decisions and the harmony of the universe can lead to more appropriate and sustainable solutions. Keywords:Financial distress, Sales growth, Operating capacity, Debt default, Islamic economics.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Konsentrasi Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 22 Sep 2025 02:50 |
| Last Modified: | 22 Sep 2025 02:50 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


