M Naufal, Ar-Ridho (2025) PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PETERNAKAN IKAN AIR TAWAR DI LENGKUNGAN LEBAKKARDIN KELURAHAN PURWAWINANGUN KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produktivitas ikan air tawar di Kabupaten Kuningan dibandingkan daerah lain di Provinsi Jawa Barat, yang menyebabkan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan berbasis potensi lokal. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah pengembangan peternakan ikan air tawar, khususnya budidaya ikan lele, yang dipadukan dengan inovasi berupa penggunaan pakan alternatif maggot (larva lalat BSF) untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan hasil panen. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan peternakan ikan air tawar. Sifat penelitian ini adalah deskriptif analitis, dengan fokus pada proses, pengalaman, dan dinamika sosial yang terjadi dalam masyarakat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan total sembilan informan yang terdiri dari tokoh pemberdaya (Pak Dasimin), aparat kelurahan, pengurus dan anggota kelompok Mina Nawwar. Data diperoleh melalui tiga teknik utama: observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga validitas data. Sebagai hasilnya dengan ini penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan dilakukan melalui empat tahap belajar sosial menurut teori Albert Bandura: perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi. Pak Dasimin berperan penting sebagai figur model dalam pembentukan kesadaran masyarakat, membagikan keterampilan budidaya maggot sebagai pakan alternatif, hingga memotivasi warga agar mampu secara mandiri mengembangkan usaha perikanan mereka. Dampak dari program ini terlihat dalam peningkatan produktivitas panen, efisiensi biaya pakan, dan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Dengan demikian, pengembangan peternakan ikan air tawar berbasis maggot terbukti sebagai strategi pemberdayaan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Budidaya Maggot, Pemberdayaan ekonomi Masyarakat, Peternakan ikan Air Tawar. ABSTRACT This study is motivated by the low productivity of freshwater fish in Kuningan Regency compared to other regions in West Java Province, which has led to disparities in community welfare. This condition highlights the need for community economic empowerment efforts through creative approaches based on local potential. One such effort is the development of freshwater fish farming, particularly catfish cultivation, combined with the innovation of using maggot (BSF larvae) as an alternative feed to reduce operational costs and increase harvest yields. This research is qualitative with a descriptive approach. It aims to describe the process of community economic empowerment through the development of freshwater fish farming. The nature of this study is descriptive-analytical, focusing on the processes, experiences, and social dynamics occurring within the community. The sampling technique used is purposive sampling, involving a total of 9 informants, including a community empowerment figure (Mr. Dasimin), local government officials, and the management and members of the Mina Nawwar group. Data were collected through three main techniques: participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted in three main stages: data reduction, data presentation, and verification, and was strengthened with source triangulation to ensure data validity. The results show that empowerment was carried out through the four stages of social learning theory by Albert Bandura: attention, retention, reproduction, and motivation. Mr. Dasimin played a vital role as a model figure in shaping community awareness, sharing maggot cultivation skills as an alternative feed, and motivating residents to independently develop their aquaculture businesses. The impact of the program is evident in increased harvest productivity, feed cost efficiency, and the growth of collective community awareness in utilizing local resources. Thus, maggot-based freshwater fish farming proves to be an effective and sustainable economic empowerment strategy. Keywords: Maggot Cultivation, Community economic Empowerment, Freshwater Fish Farming.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pengembangan Masyarakat Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 18 Sep 2025 01:46 |
| Last Modified: | 18 Sep 2025 01:46 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40307 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


