PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN METRO KIBANG LAMPUNG TIMUR

NANA, ARIYANTI (2025) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN METRO KIBANG LAMPUNG TIMUR. Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of PUSAT 1 2 NANA.pdf] PDF
Download (5MB)
[thumbnail of SKRIPSI CETAK NANA.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK Pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Margajaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan kader desa untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian keluarga tentang cara memenuhi kebutuhan gizi anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masyarakat kemampuan dalam mencegah dan menangani stunting secara mandiri, serta menurunkan angka penderita stunting maupun mencegah penambahan kasus stunting di desa tersebut. Rumusan penelitian ini didasarkan pada analisis pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting, yaitu: “Bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan stunting di Desa Margajaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur?” Latar belakang stunting ini disebabkan oleh pola asuh orang tua yang kurang tepat, rendahnya pengetahuan gizi dan edukasi kesehatan, serta kondisi gizi buruk sejak masa remaja dan kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan stunting di Desa Margajaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Peneliti menggunakan metode kualitatif, yang dikenal sebagai penelitian lapangan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 40 orang masyarakat di Desa Margajaya yang terdampak stunting. Sampel diambil menggunakan metode non-random sampling (purposive sampling), dengan 15 orang terpilih, terdiri atas 9 orang masyarakat yang mengalami stunting dan 6 orang dari pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program penanggulangan stunting. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, proses analisis data terdiri atas empat tahap, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Margajaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, dilakukan melalui tiga tahapan oleh pemerintah desa, kader kesehatan, dan kader desa. Pertama, tahap penyadaran, yang meliputi penyuluhan pencegahan stunting dan sosialisasi program cegah stunting bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN. Kedua, tahap peningkatan kapasitas, yang dilakukan melalui pelatihan pembuatan makanan pendamping ASI (MP-ASI), makanan bergizi, serta pelatihan pembuatan olahan daun kelor. Ketiga, tahap pendayaan, yang ditandai dengan dilakukannya pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader posyandu, pemantauan gizi oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM), kunjungan rumah oleh bidan desa dan ahli gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT) dan bantuan bahan pangan. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan stunting di Desa Margajaya menunjukkan bahwa, meskipun program pemberdayaan telah dilakukan secara rutin dan melibatkan banyak pihak, angka stunting justru mengalami peningkatan. Jumlah anak stunting bertambah dari 39 anak (15,2%) pada tahun 2023 menjadi 40 anak (16,8%) pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 42 anak (17,5%) pada pengukuran bulan Februari 2025. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun program pemberdayaan telah berjalan, hasilnya belum optimal. Selain itu, perubahan perilaku signifikan dalam pola asuh dan pola makan belum terbentuk, serta masih terdapat hambatan struktural seperti kondisi ekonomi keluarga yang lemah dan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam program yang diselenggarakan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penguatan strategi untuk meningkatkan efektivitas program dalam penanggulangan stunting di Desa Margajaya, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Margajaya, Stunting, Penanggulangan Stunting. ABSTRACT Community empowerment in efforts to overcome stunting in Margajaya Village, Metro Kibang Subdistrict, East Lampung, is an initiative carried out by the village government, health cadres, and local facilitators to enhance families‟ knowledge, skills, and independence in meeting children‟s nutritional needs. This initiative aims to enable the community to independently prevent and manage stunting, as well as to reduce the number of stunting cases and prevent new cases from emerging in the village. This study is based on an analysis of community empowerment in stunting prevention, guided by the research question: “How is community empowerment implemented in stunting prevention in Margajaya Village, Metro Kibang Subdistrict, East Lampung?” The causes of stunting include improper parenting practices, limited knowledge of nutrition and health education, and poor nutritional status beginning from adolescence and during pregnancy. The objective of this study is to explore the process of community empowerment in addressing stunting in Margajaya Village, Metro Kibang Subdistrict, East Lampung. A qualitative method, specifically descriptive field research, was employed. The study involved 40 community members affected by stunting. The sample was selected through purposive (non-random) sampling, consisting of 15 participants: 9 individuals from stunting affected families and 6 stakeholders directly involved in the implementation of stunting prevention programs. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data analysis process comprised four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that community empowerment in stunting prevention in Margajaya Village was implemented in three stages by the village government, health cadres, and local facilitators. First, the awareness stage, which included counseling on stunting prevention and awareness campaigns in collaboration with the Baitul Maal Foundation (YBM) BRILiaN. Second, the capacity-building stage, involving training on the preparation of complementary foods for breastfeeding infants (MP-ASI), nutritious meals, and moringa leaf-based products. Third, the empowerment stage, characterized by continuous assistance from the Family Assistance Team (TPK) and posyandu cadres, nutritional monitoring by Human Development Cadres (KPM), home visits by village midwives and nutritionists, and the distribution of supplementary feeding (PMT) and food supplies. Despite the consistent implementation of these empowerment programs and the involvement of various stakeholders, the prevalence of stunting has continued to increase. The number of stunted children rose from 39 (15.2%) in 2023 to 40 (16.8%) in 2024, and further increased to 42 (17.5%) according to measurements taken in February 2025. This trend indicates that although empowerment programs have been conducted, their outcomes remain suboptimal. Furthermore, significant behavioral changes in caregiving and dietary patterns have not yet materialized, and structural challenges persist, such as poor household economic conditions and low levels of community participation in the implemented programs. Therefore, an evaluation and strengthening of strategies are necessary to enhance the effectiveness of stunting prevention efforts in Margajaya Village, Metro Kibang District, East Lampung. Keywords: Community Empowerment, Margajaya Village, Stunting, Stunting Prevention.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 18 Sep 2025 01:38
Last Modified: 18 Sep 2025 01:38
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40304

Actions (login required)

View Item View Item