Ridho, Elyaza (2025) KOMUNIKASI ORGANISASI PENGURUS KARANG TARUNA JAYA MUDA DALAM PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI DESA NEGARA RATUKECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (7MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Permasalahan akhlak di kalangan remaja saat ini menjadi tantangan serius dalam kehidupan sosial Masyarakat, terutama akibat kurangnya perhatian dan pembinaan dari lingkungan sekitar. Komunikasi merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai sarana pertukaran informasi, tetapi juga sebagai alat pembentukkan karakter, termasuk akhlak. Oleh karena itu, komunikasi organisasi seperti Karang Taruna Jaya Muda berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi komunikasi organisasi dalam pembinaan akhlak remaja oleh karang taruna jaya muda di desa negararatu, kecamatan natar, kabupaten lampung Selatan. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan sifat penelitian yaitu deskriptif dan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu dengan menentukan informan menggunakan Teknik purposive sampling sehingga diperoleh 6 informan yakni, 1 orang ketua karang taruna, 2 pengurus aktif, dan 3 remaja, sedangkan data sekunder yang diambil dalam penelitian ini berasal dari buku, jurnal, karya ilmiah, dan sumber lainnya. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan Miles N Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan atau verifikasi. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori komunikasi organisasi dan pembinaan akhlak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dalam pembinaan akhlak remaja disampaikan dengan memberikan teladan atau pengajaran yang baik pada forum rapat ataupun kegiatankegiatan yang dilaksanakan. Adapun fungsi dari komunikasi organisasi berjalan melalui empat fungsi utama yaitu informatif, regulatif, persuasif, dan integratif. Fungsi informatif digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan informasi kegiatan melalui rapat dan media digital. Fungsi regulatif terlihat dalam penyampaian aturan ii dan arahan yang membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab remaja. Fungsi persuasif diterapkan melalui pendekatan yang halus dan personal untuk meningkatkan partisipasi. Sedangkan fungsi integratif menciptakan rasa kebersamaan dan gotong royong antara anggota dan Masyarakat. Komunikasi yang efektif ini berkontribusi positif dalam membentuk akhlak remaja yang lebih baik, seperti tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, dan keterbukaan. Kata Kunci : Komunikasi Organisasi, Karang Taruna, Pembinaan Akhlak, Akhlak Remaja, Remaja, Desa Negararatu.ABSTRACT The problem of morality among teenagers today is a serious challenge in the social life of society, especially due to the lack of attention and guidance from the surrounding environment. Communication is an important aspect in human life, not only as a means of exchanging information, but also as a tool for character formation, including morals. Therefore, organizational communication such as Karang Taruna Jaya Muda plays an important role in shaping the character and morals of the younger generation. This study aims to determine the function of organizational communication in fostering adolescent morals by Karang Taruna Jaya Muda in Negararatu Village, Natar District, South Lampung Regency. The type of research used by the author in this study is field research with the nature of the research being descriptive and a qualitative research approach. The data source in this study is by determining informants using the purposive sampling technique so that 6 informants are obtained, namely, 1 head of the youth organization, 2 active administrators, and 3 teenagers, while secondary data taken in this study comes from books, journals, scientific works, and other sources. Data collection techniques through interview, observation and documentation methods. Then the data analysis technique from this study uses Miles N Hubberman, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The theory in this study uses the theory of organizational communication and moral development. The results of this study indicate that organizational communication in fostering adolescent morals is conveyed by providing good examples or teachings in meeting forums or activities carried out. The function of organizational communication runs through four main functions, namely informative, regulatory, persuasive, and integrative. The informative function is used to convey moral values and activity information through meetings and digital media. The regulatory function is seen in the delivery of rules and directions that shape adolescent discipline and responsibility. The persuasive function is iv applied through a subtle and personal approach to increase participation. While the integrative function creates a sense of togetherness and mutual cooperation between members and the community. This effective communication contributes positively to shaping better adolescent morals, such as responsibility, cooperation, social concern, and openness. Keywords: Organizational Communication, Karang Taruna, Youth Moral Development, Youth Morals, Negararatu Village.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 07:41 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 07:41 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40280 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


