Arassy, Aulia Dini (2025) FUNGSI AGAMA DAN PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) (STUDI DILOKALISASI ROOM KING DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN DENTE TELADAS KABUPATEN TULANG BAWANG LAMPUNG). Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Prostitusi merupakan fenomena sosial yang telah ada sejak lama dan terus menjadi permasalahan yang kompleks di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pekerja Seks Komersial (PSK) sering kali dipandang negatif oleh masyarakat karena pekerjaan mereka bertentangan dengan nilai-nilai sosial dan agama. Namun, di balik stigma tersebut, banyak PSK yang tetap mempertahankan keyakinan dan menjalankan praktik keagamaan dalam kehidupan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi agama dalam kehidupan PSK di Lokalisasi Room King, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana praktek keagamaan pekerja seks komersial dilokalisasi Room King Desa Sungai Nibung Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang Lampung dan Bagaimana fungsi agama dalam kehidupan pekerja seks komersial di Lokalisasi Room King Desa Sungai Nibung Kecamatan Dente Teladas Kabupaten Tulang Bawang Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitiannya yakni field reseach, pendekatan sosiologis serta sifat penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara, observasi yang mana peneliti melihat dan mengamati langsung kondisi dilapangan lokasi penelitian, dokumentasi dan analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini peneliti menggunakan Snowball Samping yaitu adalah teknik pengambilan sampel sumber data yang awalnya jumlahnya sedikit namun lama-lama menjadi besar. Teori yang digunakan oleh penulis untuk menaganalisis penelitian ini adalah teori Kontrol Sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Praktek keagamaan yang dilakukan para pekerja seks komersial bervariasi seperti, sebagian tetap ada yang melaksanakan ibadah, seperti sholat, berdoa, sedekah, dan mendengarkan ceramah, meskipun tidak dilakukan secara konsisten. Namun ada juga yang tidak pernah melakukan kegiatan keagamaan. Karna, pada dasarnya Fungsi agama dalam kehidupan PSKii di Lokalisasi Room King lebih berperan sebagai sumber ketenangan batin dan harapan dibandingkan sebagai pedoman moral. Dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial, agama menjadi mekanisme coping yang membantu mereka mengatasi tantangan hidup secara psikologis dan emosional. Praktik keagamaan mereka bersifat fleksibel dan lebih bersifat personal akibat stigma sosial yang membatasi akses mereka ke komunitas keagamaan. Bagi sebagian PSK, agama menjadi harapan untuk perubahan hidup yang lebih baik, meskipun dalam praktiknya tidak selalu menjadi pedoman utama dalam keputusan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa peran agama telah bergeser dari batasan moral menjadi sarana penghiburan dan harapan dalam menghadapi keterbatasan hidup. Kata kunci: Pekerja Seks Komersial (PSK), Fungsi Agama, Stigma Sosial, Kontrol Sosial ABSTRACT Prostitution is a social phenomenon that has existed for a long time and continues to be a complex issue in many countries, including Indonesia. Commercial Sex Workers (CSWs) are often viewed negatively by society as their work contradicts social and religious values. However, despite the stigma, many CSWs maintain their faith and practice religious activities in their daily lives. This study aims to examine the function of religion in the lives of CSWs at the Room King Localization, Sungai Nibung Village, Dente Teladas District, Tulang Bawang Regency, Lampung. The research questions are: How are the religious practices carried out by CSWs at the Room King localization and How does religion function in the lives of CSWs at the Room King Localization?. This study employs qualitative research methods with a field research approach, sociological analysis, and a descriptive nature. Data collection techniques include interviews, observations—where the researcher directly observed the research site—documentation, and data analysis through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The sampling method used is purposive sampling, where subjects are selected based on the researcher's subjective considerations. This study is analyzed using Travis Hirschi's Social Control Theory. The results of this study indicate that the religious practices of commercial sex workers vary. Some still engage in religious activities, such as prayer, offering alms, and listening to sermons, although not consistently. However, others never engage in religious activities. This is because, fundamentally, religion functions more as a source of inner peace and hope in the lives of sex workers in the Room King red-light district than as a moral guide. Facing economic and social pressures, religion serves as a coping mechanism that helps them overcome life's psychological and emotional challenges. Their religious practices are flexible and more personal due to social stigma that limits their access to religious communities. For some sex workers, religion provides hope for a better life, although in practice, it is not always the primary guideline in their decisions. This suggests that the role of religion hasiv shifted from a moral constraint to a means of comfort and hope in the face of life's limitations. Keywords: Commercial Sex Workers (CSWs), Religious Function, Social Stigma, Social Control.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 16 Sep 2025 03:20 |
| Last Modified: | 16 Sep 2025 03:20 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


