UMMU ATHIYAH, AL-ANSYARIYYAH (2025) KESENJANGAN TINGKAT UPAH TENAGA KERJA ANTAR GENDER DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM TAHUN 2018-2023. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Ketimpangan upah antara tenaga kerja laki-laki dan perempuan merupakan masalah penting yang terjadi di Indonesia. Kesenjangan upah tersebut bukan hanya disebabkan oleh perbedaan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga oleh perlakuan diskriminatif yang diterima oleh tenaga kerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tingkat pendidikan, jam kerja, dan daerah tempat kerja terhadap upah tenaga kerja laki-laki dan perempuan, kontribusi faktor karakteristik dan diskriminasi, dan perspektif ekonomi Islam mengenai kesenjangan upah tersebut. Penelitian ini menggunakan data runtut waktu (time series) dari tahun 2018 hingga 2023 yang diperoleh dari Publikasi SAKERNAS melalui pusdatik kemanker dan Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang dianalisis meliputi tingkat pendidikan, jam kerja, dan lokasi tempat kerja sebagai faktor yang memengaruhi upah berdasarkan jenis kelamin. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda dan metode dekomposisi Oaxaca-Blinder menggunakan software STATA 17 untuk mengidentifikasi pengaruh faktor endowment dan diskriminasi terhadap kesenjangan upah. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat pendidikan, jam kerja, dan daerah tempat kerja terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap upah tenaga kerja laki-laki dan perempuan di Indonesia. Analisis dekomposisi juga menunjukkan bahwa kesenjangan upah lebih disumbang oleh perlakuan diskriminatif, bukan perbedaan karakteristik. Dalam perspektif ekonomi Islam, kesenjangan upah merupakan sebuah ketidakadilan (zhulm) yang melawan prinsip syariah mengenai keadilan (al-„adl) dan pemerataan (at-tawazun). Islam juga mendorong penerapan prinsip ihsan (kebaikan) dan kerja sama (ta‟awun) antara pemberi kerja dan penerima upah, sehingga proses pengupahan lebih manusiawi dan diberkahi. Dalam Al-Qur‟an dan hadis juga diberlakukan instrumen zakat, sedekah, dan wakaf untuk menjaga pemerataan distribusi kekayaan, sehingga kesenjangan upah dapat diberantas dan kemiskinan dapat diberangi sesuai ajaran syariah. Kata kunci: Upah, Pendidikan, Jam Kerja, Daerah Kerja, Blinder-oaxaca. ABSTRACT Wage inequality between male and female workers is a significant issue in Indonesia. This wage gap is not only caused by differences in human capital quality but also by the discriminatory treatment experienced by female workers. This study aims to analyze the influence of education level, working hours, and workplace location on the wages of male and female workers, the contribution of characteristics and discrimination factors, and the Islamic economic perspective on wage disparities. This study uses time series data from 2018 to 2023 obtained from the SAKERNAS publications through the Ministry of Manpower‟s data center and the Central Bureau of Statistics (BPS). The variables analyzed include education level, working hours, and workplace location as factors affecting wages based on gender. The analysis was conducted using multiple linear regression and the Oaxaca-Blinder decomposition method with STATA 17 software to identify the influence of endowment and discrimination factors on wage disparities. The results show that education level, working hours, and workplace location significantly affect the wages of male and female workers in Indonesia. The decomposition analysis also indicates that wage disparities are more attributable to discriminatory treatment rather than differences in characteristics. From an Islamic economics perspective, wage disparities represent an injustice (zhulm) that contradicts the Sharia principles of justice (al-„adl) and balance (attawazun). Islam also encourages the implementation of the principles of ihsan (benevolence) and ta‟awun (cooperation) between employers and employees, making the wage process more humane and blessed. The Qur‟an and Hadith also provide instruments such as zakat, charity (sedekah), and endowment (wakaf) to maintain equitable wealth distribution, thereby eradicating wage disparities and reducing poverty in accordance with Sharia teachings. Keywords: Wage, Education, Working Hours, Workplace Location, Oaxaca-Blinder.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 15 Sep 2025 07:54 |
| Last Modified: | 15 Sep 2025 07:54 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/40205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


