TINJAUAN QIRO’AH MUBADALAH TENTANG KEWAJIBAN SUAMI MENAFKAHI ISTRI YANG BEKERJA (Studi di Desa Adirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur)

SITI, NURWIDYA NINGSIH (2025) TINJAUAN QIRO’AH MUBADALAH TENTANG KEWAJIBAN SUAMI MENAFKAHI ISTRI YANG BEKERJA (Studi di Desa Adirejo Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.

[thumbnail of Skripsi Widia Cover-BAB II-Dapus.pdf] PDF
Download (3MB)
[thumbnail of Skripsi Widia Unesco fix.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Pada praktiknya di Desa Adirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, banyak wanita yang berjuang untuk membantu perekonomian keluarga dengan bekerja, baik sebagai pegawai, pedagang, atau bahkan petani. Namun, di tengah-tengah perjuangan mereka, muncul sebuah kasus yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Beberapa suami mulai mempertanyakan kewajiban mereka dalam menafkahi istri yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Ada sebuah anggapan di Desa tersebut yang menyatakan bahwa jika istri sudah bekerja dan memiliki penghasilan, maka suami sudah tidak memiliki kewajiban untuk menafkahi istrinya lagi, meskipun si suami memiliki kemampuan untuk manafkahi. Pada kasus yang lain, ada istri yang ingin meminta nafkah kepada suaminya, tapi suaminya marah dan tidak ingin memberi karena istri sudah bekerja dan mampu menafkahi dirinya. Konsep bahwa istri yang bekerja tidak lagi membutuhkan nafkah dari mereka menjadi alasan untuk melepaskan tanggung jawab tersebut, terlebih lagi suami yang tidak membantu pekerjaan domestik. Masalah ini bukan hanya sekadar urusan keluarga, tetapi juga mencerminkan benturan antara nilai-nilai tradisional dan dinamika sosial yang berubah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik suami menafkahi istri yang bekerja di Desa Adirejo dan bagaimana pandangan Qiro’ah Mubadalah terhadap suami menafkahi istri yang bekerja di Desa Adirejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan sistem studi lapangan (field research) untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas. Sumber data primer penelitian ini yaitu data langsung yang dikumpulkan dari sumber pertanyaan, dan menggunakan data sekunder yaitu karya ilmiah, buku dan isinya yang bisa dijadikan sebagai landasan berfikir sehingga memperoleh kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah banyak suami di desa ini yang mengabaikan tanggung jawab ketika istri memiliki penghasilan sendiri. Dalam banyak kasus, suami cenderung menyerahkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga kepada istri yang bekerja, dengan dalih istri sudah mandiri secara finansial. Dampaknya, muncul ketegangan dalam hubungan rumah tangga, Hal ini dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga dan tantangan dalam memahami konsep kesalingan dalam rumah tangga. Qiro’ah Mubadalah mendorong terciptanya relasi yang adil dan harmonis, Suami perlu menyadari bahwa memberikan nafkah kepada istri yang bekerja adalah bagian dari tanggung jawabnya yang tidak dapat diabaikan. Sebaliknya, istri juga perlu mengkomunikasikan harapan dan kebutuhannya secara terbuka agar terjalin saling pengertian. Kata Kunci : Mubadalah, Nafkah, Bekerja. ABSTRACT In practice in Adirejo Village, Jabung District, East Lampung Regency, many women struggle to help the family economy by working, either as employees, traders, or even farmers. However, in the midst of their struggle, a case emerged that could not be ignored. Several husbands began to question their obligations to support their wives who already had their own income. There is an assumption in the village that states that if the wife is already working and has an income, then the husband no longer has an obligation to support his wife, even though the husband has the ability to support her. In another case, there was a wife who wanted to ask her husband for support, but her husband was angry and did not want to give it because the wife was already working and was able to support herself. The concept that a working wife no longer needs support from them is a reason to relinquish this responsibility, especially a husband who does not help with domestic work. This problem is not just a family matter, but also reflects the clash between traditional values and changing social dynamics. The formulation of the problem in this study is How is the Practice of Husbands Supporting Wives Who Work in Adirejo Village and What is the View of Qiro'ah Mubadalah Towards Husbands Supporting Wives Who Work in Adirejo Village. This study uses a qualitative method that is descriptive analysis using a field research system to obtain clearer information. The primary data source of this study is direct data collected from the source of the question, and uses secondary data, namely scientific works, books and their contents that can be used as a basis for thinking so as to obtain conclusions. The conclusion of this study is that many husbands in this village neglect their responsibilities when their wives have their own income. In many cases, husbands tend to hand over the fulfillment of household needs to their working wives, under the pretext that their wives are financially independent. The impact is that tensions arise in household relationships. This can disrupt household harmony and challenges in understanding the concept of mutuality in the household. Qiro'ah Mubadalah encourages the creation of fair and harmonious relationships. Husbands need to realize that providing for their working wives is part of their responsibility that cannot be ignored. Conversely, wives also need to communicate their hopes and needs openly in order to establish mutual understanding. Keywords: Mubjadi, livelihood, work.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Divisions: Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga)
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 28 Aug 2025 05:20
Last Modified: 28 Aug 2025 05:20
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39870

Actions (login required)

View Item View Item