RISWANDA, RISWANDA (2025) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MONEY POLITIC PADA PEMILIHAN UMUM CALON LEGISLATIF TAHUN 2024 (Studi Di Desa Kuripan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (3MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MONEY POLITIC PADA PEMILIHAN UMUM CALON LEGISLATIF TAHUN 2024 (Studi Di Desa Kuripan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus) Oleh: RISWANDA Pemilihan umum merupakan ciri khas negara demokrasi yang bertujuan untuk menyatakan kedaulatan rakyat terhadap negara dan pemerintah. Partisipasi masyarakat dalam pemilu merupakan hal yang sangat penting karena tujuan demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dengan demikian, maka banyak dari setiap calon tersebut melakukan kegiatan kampanye dengan berbagai cara, ada yang melakukan kampanye ke jalan-jalan, memasang poster-poster, spanduk, flayer, pemplet, dll dengan tujuan agar masyarakat dapat mengenalnya. Namun hal yang paling parah dan juga disebutkan sebagai senjata paling ampuh adalah dengan memengaruhi masyarakat dengan kuasa uang. Dalam pemahaman publik, money politic atau yang biasa disebut politik uang adalah pemberian uang secara langsung oleh para peserta pemilihan umum maupun tim sukses baik itu uang milik pribadi maupun milik partai. Praktik kotor ini merupakan pelanggaran yang kerap terjadi dan sudah tidak asing lagi setiap menjelang pelaksanaan pemilihan secara langsung. Dengan demikian ini menyebabkan dasar demokrasi menjadi cacat. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan, maka terdapat rumusan masalah yang diajukan yaitu: Bagaimana persepsi masyarakat terhadap money politic pada pemilihan umum calon legislatif tahun 2024? Bagaimana upaya penanggulangan money politic pemilihan umum calon legislatif? Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis penelitian (penelitian lapangan / field research), Sifat Penelitian iii (deskriptif), sumber data (data primer, data sekunder), metode pengumpulan data (observasi, wawancara, dan dokumentasi), dan teknik analisis data (reduksi data, penyajian data, verifikasi data, triangulasi data). Dari wawancara beberapa masyarakat di desa Kuripan yang mereka tahu tentang money politic di desa-desa lain biasanya tokoh masyarakat atau kyai yang bisa jadi dijadikan rule model masyarakat dalam menentukan pandangan dan tindakan. Maka dari itu hampir kebanyakan calon menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat ataupun kyai di desa yang hendak ia tuju. Untuk dijadikan para calon legislatif sebagai sarana penyampaian tujuannya kepada masyarakat. Dalam penelitian ini, politik uang bukan menjadi sarana untuk mencapai tujuan dari para calon legislatif yakni untuk meraih kemenangan dalam pemilihan umum karena di desa Kuripan menjunjung tinggi pemilu yang bersih. penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap money politic masih didominasi oleh tindakan rasional instrumental dan tindakan tradisional. Rendahnya kesadaran terhadap nilai-nilai demokrasi serta kuatnya tekanan ekonomi menjadi faktor utama yang memperkuat keberlangsungan praktik ini. Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang bersifat struktural dan kultural melalui pendidikan politik, penguatan norma hukum, serta pemberdayaan masyarakat agar perilaku pemilih dapat bergeser ke arah tindakan yang lebih rasional berorientasi nilai. Kata Kunci: persepsi masyarakat, pemilihan umum, money politic, teori max weber.ABSTRACT PUBLIC PERCEPTION OF MONEY POLITICS IN THE 2024 GENERAL ELECTION OF LEGISLATIVE CANDIDATES (Study in Kuripan Village, Limau District, Tanggamus Regency) By: RISWANDA General elections are a hallmark of a democratic country, aiming to assert the people's sovereignty over the state and government. Public participation in elections is crucial because the goal of democracy is government of the people, by the people, and for the people. Therefore, many candidates conduct campaign activities in various ways, including street campaigns, posters, banners, flyers, and other forms of public awareness. However, the most serious and often cited as the most powerful weapon is influencing the public through the power of money. Publicly, money politics, or what is commonly referred to as "money politics," refers to the direct giving of money by election participants and campaign teams, whether personal or party-owned. This dirty practice is a frequent violation and is commonplace in the lead-up to direct elections. Thus, it undermines the foundations of democracy. Based on the background outlined, the following questions are formulated: What is the public's perception of money politics in the 2024 legislative elections? How can money politics be addressed in legislative elections? The research methods used by the researcher are the type of research (field research), the nature of the research (descriptive), data sources (primary data, secondary data), data collection methods (observation, interviews, and documentation), and data analysis techniques (data reduction, data presentation, data verification, data triangulation). Interviews with several residents of Kuripan village revealed that money politics in other villages typically involves community leaders or religious leaders (kyai), who serve as role models for the v community in determining their views and actions. Therefore, almost all candidates establish relationships with community leaders or religious leaders in the villages they wish to run for. These leaders serve as a means for legislative candidates to communicate their goals to the community. In this study, money politics was not a means for legislative candidates to achieve their goal of winning the general election, as Kuripan village upholds clean elections. This research shows that public perception of money politics is still dominated by instrumental rational and traditional actions. Low awareness of democratic values and strong economic pressures are the main factors that reinforce the persistence of this practice. Therefore, a structural and cultural approach is needed through political education, strengthening legal norms, and community empowerment to shift voter behavior toward more rational, value oriented actions. Keywords: public perception, general election, money politics, Max Weber's theory.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Pemikiran Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Pemikiran Politik Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 27 Aug 2025 08:23 |
| Last Modified: | 27 Aug 2025 08:23 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39834 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


