EVALUASI PROGRAM MADRASAH SEHAT MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI BERBASIS HASIL DI MAN 1 BANDAR LAMPUNG

AHMAD, FAJRI. A (2025) EVALUASI PROGRAM MADRASAH SEHAT MENGGUNAKAN MODEL EVALUASI BERBASIS HASIL DI MAN 1 BANDAR LAMPUNG. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of PUSAT 1 2 AHMAD.pdf] PDF
Download (12MB)
[thumbnail of SKRIPSI AHMAD FAJRI.pdf] PDF
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

ABSTRAK Program Madrasah Sehat merupakan pendekatan integratif yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung kesejahteraan seluruh warga madrasah. Berbasis konsep Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), program ini mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat yang diintegrasikan dalam aktivitas rutin madrasah. MAN 1 Bandar Lampung menerapkan Program Madrasah Sehat sebagai respons terhadap berbagai tantangan kesehatan fisik dan mental, seperti pola makan tidak sehat dan kebiasaan hidup tidak higienis, yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas. Kondisi ini sering kali diperburuk oleh lingkungan rumah dan sekolah, serta rendahnya pemahaman warga madrasah tentang pentingnya kesehatan. Oleh karena itu, evaluasi ini menjadi penting untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan dan tantangan dalam pelaksanaan program madrasah sehat, sekaligus menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan dan perbaikan program ke depan. Oleh karena itu, dibutuhkan evaluasi yang menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana program ini telah dijalankan secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga sekolah. Penelitian ini menggunakan model evaluasi berbasis hasil dipilih karena pendekatan ini memberikan fokus yang jelas menekankan hasil nyata pada aspek program, efektivitas, dampak dan kebijakan yang telah ditetapkan. Penelitian dimulai dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pelaksanaan Program Madrasah Sehat di MAN 1 Bandar Lampung menunjukkan struktur dan integrasi program yang baik. Madrasah telah menerapkan prinsip Trias UKS secara efektif melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Peran aktif UKS dan KKR menjadi penggerak utama di tingkat operasional. Namun, kelemahan terdapat pada legalitas dan pendanaan karena belum masuknya program dalam dokumen resmi madrasah dan belum adanya alokasi anggaran khusus. Dari segi nilai organisasi, komitmen terhadap gaya hidup sehat tercermin dalam literasi kesehatan, senam rutin, dan kerja sama lintas sektor. Ketergantungan terhadap pihak eksternal dan belum meratanya sarana edukasi menjadi tantangan. Kinerja individu cukup tinggi, ditunjukkan oleh keterlibatan aktif guru ii dan siswa dalam kegiatan sehat, meskipun beban kerja guru dan keterlibatan siswa belum merata. Transformasi nilai individu terlihat dari peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat, bahkan meluas ke lingkungan keluarga, meski strategi khusus masih dibutuhkan untuk siswa dengan kesadaran rendah. Secara efektivitas, program mendorong keterlibatan aktif warga madrasah dan meningkatkan kesadaran hidup sehat. Namun, terdapat kendala dalam konsistensi pelaksanaan, penyuluhan yang belum merata, serta keterbatasan dana untuk fasilitas. Dukungan pimpinan dan guru sangat kuat, dan kondisi kesehatan siswa membaik, tercermin dari penurunan absensi karena sakit. Meski demikian, sistem pencatatan status kesehatan belum konsisten. Dari aspek dampak, program berhasil mengubah perilaku siswa dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Lingkungan madrasah menjadi lebih bersih dan tertata, namun belum semua kelas merasakan perubahan, dan peran orang tua masih rendah. Kesehatan siswa mendukung peningkatan fokus belajar, walaupun data kuantitatif masih minim dan belum semua siswa merasakan dampaknya secara merata. Kinerja organisasi menunjukkan peningkatan kondisi fisik lingkungan, namun pengelolaan limbah belum optimal. Dari sisi kebijakan, madrasah menunjukkan komitmen terhadap kesehatan melalui pembinaan lingkungan, fasilitas sanitasi, dan pengawasan kantin. Namun, ketergantungan pada individu tertentu dan belum adanya evaluasi kebijakan berbasis indikator menjadi kendala keberlanjutan. Fasilitas fisik seperti ruang UKS, toilet, dan taman mendukung program, meskipun pemeliharaan masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, program ini telah berhasil membentuk budaya hidup sehat yang terintegrasi dalam kehidupan madrasah. Kata Kunci: Evaluasi Program, Madrasah Sehat, Evaluasi Berbasis Hasil iii ABSTRACT The Healthy Madrasah Program is an integrative approach aimed at creating a healthy learning environment that supports the well-being of all members of the madrasah community. Based on the Trias Usaha Kesehatan Sekolah (Trias-UKS) concept, the program includes health education, health services, and the development of a healthy environment, all of which are integrated into the madrasah’s daily activities. MAN 1 Bandar Lampung implements The Healthy Madrasah Program in response to various physical and mental health challenges, such as unhealthy eating habits and poor hygiene practices, which increase the risk of diseases like hypertension, diabetes, and obesity. These conditions are often exacerbated by the home and school environment, as well as by the limited health awareness among madrasah members. Therefore, a comprehensive evaluation is necessary to assess the extent to which the program has been effectively implemented and aligned with the needs of the school community. This study adopts an outcome-based evaluation model, which provides a clear focus on tangible results in terms of program implementation, effectiveness, impact, and established policies. The research was conducted using a qualitative approach through in depth interviews and observations. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that the implementation of the Healthy School Program at MAN 1 Bandar Lampung demonstrates a well-structured and integrated approach. The school has effectively applied the principles of the Trias UKS health education, health services, and a healthy school environment. The active roles of the school health unit and youth health cadres serve as key drivers at the operational level. However, weaknesses remain in terms of legality and funding, as the program has yet to be formally included in official school documents and lacks a dedicated budget. From an organizational values perspective, the school’s commitment to a healthy lifestyle is evident through health literacy, regular exercise, and cross-sector collaboration. Challenges persist due to reliance on external parties and the uneven availability of educational facilities. Individual performance is relatively high, shown through the active participation of both teachers and students, although teacher workload and student involvement vary. Transformation in individual iv values is reflected in increased awareness and healthy behaviors, which even extend to students’ families, although specific strategies are still needed to reach less-aware students. In terms of effectiveness, the program promotes active engagement and raises awareness of healthy living among school members. Nevertheless, issues such as inconsistent implementation, uneven outreach efforts, and limited funding for facilities remain obstacles. Strong support from school leaders and teachers has contributed to improved student health, as seen in reduced illness-related absences. However, the health status recording system is not yet consistent. Regarding impact, the program has succeeded in changing students’ behaviors toward maintaining personal and environmental hygiene. The school environment has become cleaner and more organized, although not all classes have experienced these improvements, and parental involvement is still low. Improved student health contributes to better academic focus, though quantitative data is still limited, and not all students equally benefit. Organizational performance has improved, especially in the physical environment, but waste management remains suboptimal. In terms of policy, the school demonstrates strong health-related commitments through environmental management, sanitation facilities, and canteen supervision. Yet, the program’s sustainability is hampered by dependence on certain individuals and the absence of an indicator based policy evaluation system. Physical facilities such as the UKS room, toilets, and gardens support the program, though maintenance needs improvement. Overall, the program has successfully fostered a culture of healthy living that is integrated into the daily life of the madrasah. Keywords : Program Evaluation, Healthy Madrasah, Outcome Based Evaluation

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Manajemen Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 27 Aug 2025 07:45
Last Modified: 27 Aug 2025 07:45
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39818

Actions (login required)

View Item View Item