KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR: MODEL PEMBELAJARAN CORE

LIA, NURMA WIDI ASTUTI (2025) KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR: MODEL PEMBELAJARAN CORE. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

[thumbnail of ARTIKEL ILMIAH LIA NURMA WIDI ASTUTI.pdf] PDF
Download (4MB)

Abstract

ABSTRACK This study sought to evaluate the influence of the CORE learning model on the analytical thinking skills of fourth-grade elementary students. This study utilized Class IV A as both the experimental and control group. A cohort of 42 fourth-grade students from SDS Swadhipa Natar participated in this study. The control group employed a problem-based learning approachs whereas the experimental group utilized a learning CORE model. This study utilized a quantitative methodology using a quasi-experimental design. This study@mployed purposive sampling to choose individuals, designating class IV A (experimental group) and class IV B (control group). This study's findings demonstrate that the CORE learning technique enhances students' analytical thinking abilities in Chapter 8 of the IPAS Lesson, which emphases the cultivation of a civilized society. Class IV A, implementing the CORE learning nodel, achieved an average score of 87.82, whilst Class IV B, utilizing the problem-based learning model, attained an average score 78.77. The conclusion is corroborated by t-test results indicating a significance level of 0.000. Given that the significance level of 0.000 is below 0.05, we may conclude that the application of the CORE learning model significantly influences students' analytical thinking skills. Keywords: Analytical Thinking Skilss; CORE Model; Elementary School; IPAS Subjects. ABSTRAK 2 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap keterampilan berpikir analitis siswa kelas IV SDS Swadhipa Natar. Sampel penelitian ini berjumlah 42 siswa kelas IV SDS Swadhipa Natar, kelas IV A digunakan dalam penelitian ini sebagai kelas eksperimen dan kelas IV A sebagai kelas kontrol. Kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran dengan model Problem Based Learning, sedangkan kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experiment. Penelitian ini menggunakan sampel Purposive Sumpling untuk memilih partisipan, dan kelas IV A terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) terhadap keterampilan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran IPAS bab 8 membangun masyarakat yang beradab. Dengan hasil rata-rata kelas IV A 87,82 siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran CORE, sedangkan siswa kelas IV B memperoleh nilai rata-rata 78,77 dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan hal ini juga didukung oleh hasil uji-t dengan taraf signifikansi 0,000. Karena 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) memang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Anaalitis; Model CORE; Sekolah Dasar;Mata Pelajaran IPAS

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI
Date Deposited: 27 Aug 2025 05:23
Last Modified: 27 Aug 2025 05:23
URI: https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39794

Actions (login required)

View Item View Item