Nurdin, Andy Saputra (2025) KEPAHLAWANAN MINAK SENGAJI DARI TULANG BAWANG SAMPAI KE BANTEN ABAD XVI. Diploma thesis, UIN RADEN INTAN LAMPUNG.
|
PDF
Download (2MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh kedatangan Minak Sengaji dan masyarakat Lampung – Cikoneng bersama dengan dikirimnya 40 orang utusan dari Lampung. Sultan Hasanuddin melakukan kesepakatan dengan Ratu Darah Putih, penguasa Kerajaan Tulang Bawang. Dalam kesepakatan yang ditulis dalam Prasasti Dalung. Salah satunya adalah jika orang-orang Banten mempunyai masalah maka orang Lampung akan membantu orang Banten, dan begitu juga sebaliknya orang Banten ke orang Lampung. Komunitas Lampung Cikoneng merupakan komunitas masyarakat yang berdomisili di daerah Anyer di pesisir pantai Banten. Sebuah kisah turun temurun di pemukiman ini, ketika Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) mendirikan Cikoneng. Diyakini bahwa permintaan Maulana Hasanuddin kepada kerajaan Tulang Bawang di Lampung untuk membantu menyebarkan Agama Islam menjadi pendorong kedatangan orang Lampung di Banten, khususnya di Desa Cikoneng. Untuk memenuhi permintaan tersebut, pihak Kerajaan Tulang Bawang mengirim 40 utusan. 40 utusan tersebut juga memantapkan diri untuk menetap di Desa Cikoneng. Minak Sengaji, Tulak Saka, Buyut Kuning, dan Seorang Hulubalang memimpin komunitas Cikoneng. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode penelitian Sejarah atau Historis yang terdiri dari tahapan Heuristik, Verifikasi, Interpretasi dan Historiografi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Kepahlawanan Minak Sengaji Dari Tulang Bawang Sampai Ke Banten Abad XVI Kata Kunci : Islamisasi, Peran, Cikoneng ii ABSTRACT This study aims to analyze the role and influence of the arrival of Minak Sengaji and the Lampung - Cikoneng community along with the sending of 40 envoys from Lampung. Sultan Hasanuddin made an agreement with Ratu Darah Putih, the ruler of the Tulang Bawang Kingdom. In the agreement written in the Dalung Inscription. One of them is if the Banten people have problems then the Lampung people will help the Banten people, and vice versa the Banten people to the Lampung people. The Lampung Cikoneng Community is a community that lives in the Anyer area on the coast of Banten. A story passed down from generation to generation in this settlement, when Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) founded Cikoneng. It is believed that Maulana Hasanuddin's request to the Tulang Bawang kingdom in Lampung to help spread Islam was the driving force behind the arrival of the Lampung people in Banten, especially in the village of Cikoneng. To fulfill this request, the Tulang Bawang Kingdom sent 40 envoys. The forty envoys also established themselves to settle in Cikoneng Village. Minak Sengaji, Tulak Saka, Buyut Kuning, and a Hulubalang lead the Cikoneng community. The research method applied is the Historical research method consisting of the stages of Heuristics, Verification, Interpretation and Historiography. The results of this study are expected to provide a deeper understanding of the Heroism of Minak Sengaji From Tulang Bawang to Banten in the 16th Century. Keywords: Islamization, Role, Cikoneng
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 26 Aug 2025 07:19 |
| Last Modified: | 26 Aug 2025 07:19 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


