SITI, SOPIYAH (2025) PRAKTIK SEWA MENYEWA KOMPUTER UNTUK UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Pada Madrasah Aliyah Al-Falah Gunung Kasih Tanggamus). Diploma thesis, UIN Raden Intan Lampung.
|
PDF
Download (4MB) |
|
|
PDF
Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
ABSTRAK Muamalah adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satu bentuk muamalah yang biasa dilakukan dimasyarakat adalah sewa menyewa. Dalam ajaran Islam sewa menyewa harus sesuai dengan dengan syariat Islam baik dari segi syarat maupun rukunnya. Sewa menyewa mempunyai syarat-syarat tertentu yaitu: 1. Kedua belah pihak yang melakukan akad, 2. Adanya kerelaan kedua belah pihak, 3. Upah atau imbalan, 4. Objek sewa menyewa. Sewa menyewa yang tidak memenuhi syarat dan rukun sewa menyewa akan berakibat tidak sahnya sewa menyewa yang dilakukan. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik sewa menyewa komputer untuk ujian nasional berbasis komputer di Madrasah Aliyah Al-Falah Gunung Kasih Tanggamus, dan bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap praktik sewa menyewa komputer untuk ujian nasional berbasis komputer. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang diperoleh langsung dari lokasi atau pada responden. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data dianalisa maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif dengan analisis kualitatif kemudian akan diambil kesimpulan sebagai jawaban atas permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini dengan pendekatan berpikir induktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktik sewa menyewa komputer di Madrasah Aliyah Al-Falah Gunung Kasih Tanggamus dilakukan oleh pihak sekolah dan siswa dimana para siswa harus membayar sewa sebesar Rp 200.000,- kepada pihak sekolah untuk menyewa komputer yang akan digunakan untuk ujian, meskipun sebelumnya mereka sudah diminta iuran Rp 500.000,- untuk perbaikan komputer sekolah. Karena komputer sekolah belum berfungsi, siswa diharuskan menyewa komputer kepada pihak sekolah dan jika tidak mau membayar sewa maka para siswa tidak bisa ikut ujian. Hal inilah yang menyebabkan para siswa merasa terpaksa untuk melakukan transaksi sewa menyewa tersebut. Sedangkan dalam tinjauan hukum Islam praktik sewa menyewa komputer tersebut tidak sah, adapun yang menyebabkan tidak sah dalam praktik tersebut yaitu tidak terpenuhinya salah satu syarat sewa menyewa pada umumnya. Yang mana seharusnya ada kerelaan dari kedua belah pihak akan tetapi yang terjadi dalam transaksi ini pihak penyewa atau para siswa merasa terpaksa untuk melakukan transaksi sewa menyewa komputer tersebut. Kata kunci: Hukum Islam, Sewa Menyewa, Komputer. ABSTRACT Muamalah (transactions) are activities frequently undertaken by people to meet their daily needs. One common form of transaction is renting. In Islamic teachings, renting must comply with Islamic law, both in terms of its terms and conditions. Renting has certain requirements, namely: 1. Both parties entering into the contract, 2. The willingness of both parties, 3. Wages or compensation, and 4. The object of the lease. A lease that does not meet the terms and conditions will invalidate the lease. The research problem in this study is the practice of renting computers for computer-based national exams at Al-Falah Gunung Kasih Madrasah Aliyah, Tanggamus, and how Islamic law views the practice of renting computers for computer-based national exams. This research is a descriptive qualitative field research. This study aims to collect data directly from the location or from respondents. Data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. After the data is analyzed, the results will be presented descriptively with qualitative analysis, then conclusions will be drawn as answers to the problems discussed in this study using an inductive thinking approach. Based on the research results, it can be concluded that the computer rental practice at Al-Falah Gunung Kasih Tanggamus Islamic Senior High School was carried out by the school and students. Students were required to pay Rp 200,000 to the school to rent computers for exams, despite previously being asked to pay Rp 500,000 for computer repairs. Because the school computers were not functioning, students were required to rent computers from the school. Failure to pay the rent meant they could not take the exams. This caused the students to feel forced into the rental transaction. According to Islamic law, this computer rental practice is invalid. The reason for this invalidity is the failure to fulfill one of the general rental requirements. While there should be a willingness on the part of both parties, in this transaction, the renter or students felt forced into the computer rental transaction. Keywords: Islamic Law, Rental, Computers.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 03:09 |
| Last Modified: | 14 Aug 2025 03:09 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39647 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


