Riska, Mahdiana and Alamsyah, Alamsyah and Hervin, Yoki Pradikta TALAK KINAYAH DALAM PERSPEKTIF MADZHAB HANAFI DAN MALIKI: IMPLIKASI FIQIH KONTEMPORER. AL-RISALAH.
|
PDF
Download (7MB) |
Abstract
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan subtansi pandangan Madzhab Hanafi dan Maliki tentang talak kinayah, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pandangan kedua madzhab, serta menganalisis implikasi perbedaan pandangan madzhab Hanafi Dan Maliki tentang talak kinayah terhadap fiqih kontemporer. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif dan jenis penelitiannya adalah studi pustaka (library research). Data dianalisis melalui perspektif maqashid syari‟ah untuk melihat implikasi talak kinayah terhadap fiqih kontemporer. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kedua Imam Madzhab sama-sama mengakui bahwa talak kinayah dapat digunakan untuk menjatuhkan talak, namun berbeda dalam mensyaratkan niat, madzhab Hanafi menilai keabsahan talak kinayah berdasarkan konteks dan situasi, sedangkan madzhab Maliki mensyaratkan adanya niat atau qarinah yang jelas. Dalam praktik kontemporer, perbedaan ini memberikan pengaruh terhadap penentuan status hukum perceraian, misalnya terhadap kasus talak secara verbal atau melalui media elektronik. Studi ini berkontribusi terhadap pengembangan hukum keluarga islam dan menjadi dasar terhadap regulasi hukum yang adaptif terhadap perceraian non formal diera kontemporer. Kata Kunci: Talak Kinayah, Hanafi, Maliki, Fiqih Kontemporer. ABSTRACT 2 The purpose of this study is to examine and uncover the substantive views of the Hanafi and Maliki schools of thought regarding talak kinayah, to identify the similarities and differences between these two schools, and to analyze the legal implications of talak kinayah on contemporary fiqh. This study employs a qualitative research method. It is descriptive-comparative in nature and uses library research as its type of study. The data are analyzed through the perspective of maqashid shariah to observe the implications of talak kinayah on contemporary fiqh. The study finds that both Imams acknowledge that talak kinayah can be used to pronounce divorce, but they differ in the requirement of intention (niyyah); the Hanafi school assesses the validity of talak kinayah based on context and situation, whereas the Maliki school requires a clear intention or evident signs (qarinah). In contemporary practice, this difference influences the determination of divorce legal status, for example, in cases of verbal talak or those conveyed through electronic media. This study contributes to the development of Islamic family law and serves as a foundation for adaptive legal regulations addressing non-formal divorces in the contemporary era. Keywords: Kinayah Divorce, Hanafi, Maliki, Contemporary Fiqh.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) |
| Depositing User: | LAYANAN PERPUSTAKAAN UINRIL REFERENSI |
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 04:12 |
| Last Modified: | 07 Aug 2025 04:12 |
| URI: | https://repository.radenintan.ac.id/id/eprint/39530 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |


